detikinet

Pengguna Butuh Filter Konten Internet

Achmad Rouzni Noor II - detikinet
Kamis, 18/02/2010 17:30 WIB

ilustrasi (ist)

Jakarta - Masalah penyaringan atau filterisasi konten negatif di internet sebaiknya diserahkan kepada pengguna saja, apakah membutuhkan atau tidak.

Pernyataan itu disampaikan oleh Ketua Asosiasi Warung Internet Indonesia (Awari) Irwin Day dalam jumpa pers bersama Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) dan ICT Watch.

Menurut Irwin, Awari tengah mengembangkan penyaringan di internet dengan menggunakan DNS Nawala bekerjasama dengan Telkom dan Biznet.

Kata dia, trafiknya saat ini telah mencapai 85 ribu query per menit atau setara dengan 122 juta query per hari.

"Dengan query sebanyak itu, ini menunjukan ada pengguna kita yg butuh filter," ujarnya dalam acara di Restoran Sari Kuring, Jakarta, Kamis (18/2/2010).

Dijelaskannya, terdapat beberapa teknik penyaringan yang bisa dilakukan dalam mencegah masuknya konten negatif ke pengguna yakni penyaringan di komputer, proxy atau cache server, dan di internet.

Menurut Irwin, Nawala sendiri baru menetapkan satu jenis teknik yakni DNS filter yang memiliki keunggulan tidak memberikan beban atau efek pada jaringan. Sedangkan kelemahannya adalah bisa overblocking, karena yang diblokir keseluruhan situs atau domain

"Pemblokiran paling ideal itu membutuhkan back-end yang lumayan dan biaya operasional tinggi. Pertanyaannya, siapa yang mau membiayai?" tanya Irwin.

Melihat tingginya penggunaan filter, penyelenggara internet harus sadar pengguna memang membutuhkan adanya saringan untuk konten yang dibaca.
( rou / faw )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Pro Kontra Index »

    Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

    Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
    Pro
    50%
    Kontra
    50%