Berita Utama
-
Jumat, 25/05/2012 17:21 WIB
Warga Twitter Puji Dedikasi 'Satpam Digital'
-
Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
-
Jumat, 25/05/2012 15:19 WIB
5 Casing iPhone yang Punya 'Gigi' Pembuka Botol
-
Jumat, 25/05/2012 11:19 WIB
I Made Wiryana, Anak Band yang Jadi 'Cyber Paspampres'
-
Jumat, 25/05/2012 12:52 WIB
Mencicipi Facebook Camera: Instagram ala Facebook
-
Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
-
Kamis, 24/05/2012 15:37 WIB
Negara Mana 'Raja' Internet ASEAN?
-
Kamis, 24/05/2012 12:12 WIB
5 'Nenek Moyang' Smartphone Android
-
Kamis, 24/05/2012 11:15 WIB
Waspadai Email Palsu dari 'Facebook'
Mencoba Konsep Belanja Lewat Mal Online
Rabu, 10/02/2010 09:50 WIB
Screenshot mal online Inabay
Jakarta - Berjualan dan berbelanja online kini mulai jadi gaya hidup masyarakat Indonesia, terlepas dari berbagai kekurangan yang masih menghantui dunia transaksi elektronik di negeri ini. Keunggulan yang ditawarkan dunia online menjadikan jual-beli lewat internet tidak pernah sepi, bahkan terus tumbuh.
Semakin kecilnya biaya yang dibutuhkan untuk berjualan dan berbelanja, serta kemudahan mendapatkan tempat-tempat belanja seperti blog, forum, direktori bisnis hingga situs pertemanan yang disulap menjadi tempat dagang, turut menjadi salah satu faktor pendorong tumbuhnya dunia jual-beli online di Indonesia.
Berbagai konsep dagang pun coba ditawarkan oleh para pelaku jual-beli online di Indonesia, baik dalam bentuk individu maupun perusahaan yang mendedikasikan diri mereka dalam jual-beli di dunia maya ini.
Ada yang menawarkan konsep yang diadopsi dari luar negeri, seperti lelang misalnya, hingga membuat sendiri konsep yang dianggap sesuai dengan dunia kondisi jual-beli online di Indonesia.
Salah satu konsep jual-beli online yang bisa dibilang cukup menarik adalah konsep mal dalam bentuk online. Konsep ini termasuk asing untuk pelaku jual-beli online Indonesia yang umumnya menggunakan blog, forum atau situs pertemanan sebagai media jual-beli.
Konsep ini pun coba dikembangkan oleh PT Corona Global Lestari melalui situs www.inabay.com. Mal online bernama Inabay ini sejatinya telah hadir di tengah kepada warga dunia maya sejak akhir 2007 lalu.
Dalam perjalanannya, Inabay telah pasang surut mengumpulkan kurang lebih 1.000 tenant dalam waktu tak terlalu lama sejak didirikan. Angka 1.000 ini terhitung besar mengingat tidak adanya promosi berarti yang dilakukan oleh pihak pengelola. Namun itu wajar saja karena para tenant ini tak dipungut biaya.
Hari, salah satu pendiri Inabay ini menjelaskan, perbedaan antara mal online yang ditawarkan pihaknya dengan media jual-beli lainnya tak lain terlihat dari penggunaan 'lantai' dan 'toko' dalam mengelompokan barang-barang yang dijual.
"Untuk mencari sebuah barang di Inabay, pengunjung harus terlebih dahulu masuk ke dalam 'toko' yang tersedia," jelasnya pada detikINET melalui perbincangan pesan instan, Rabu (10/2/2010).
Jika pembeli tidak tahu 'toko' mana yang harus ia kunjungi, maka ia hanya perlu mencari 'lantai' yang sesuai. Misalnya seorang pengunjung ingin mencari alat tulis dan kantor (ATK) dan tidak tahu toko mana yang menjual barang tersebut, maka yang perlu ia lakukan adalah melihat direktori 'lantai'. Tak ubah seperti kita mencari barang di mal konvensional.
Dengan masuk ke bagian tersebut, ia akan disuguhkan puluhan toko yang menjual buku atau ATKyang dapat ia pilih. Kemudahan, kerapihan, serta keunikan yang dimiliki konsep ini memberikan pengalaman yang berbeda saat kita 'jalan-jalan' di dalamnya.
"Masih banyak hal-hal unik lainnya yang dapat ditemui di mal online kami ini," kata Hari yang ingin mal miliknya bisa ramai pengunjung dan dipenuhi banyak tenant layaknya mal konvensional.
Untuk penjual, anggota yang membuka toko online di Inabay diperbolehkan untuk menentukan sendiri nama bagi tokonya, dapat memasang papan nama, dapat menentukan sendiri kategori untuk barang-barangnya, serta memiliki buku tamu di dalam tokonya.
Sedangkan bagi para pembeli, keunikan terlihat saat kita hendak berbelanja. Seorang pembeli tidak perlu menjadi anggota terlebih dahulu untuk memesan barang dan pesanan langsung diarahkan ke penjual.
"Pesanan dapat dilakukan dengan menghubungi langsung penjual dengan email, menggunakan kereta belanja, atau melalui buku tamu yang terpasang di masing-masing toko," jelas pria satu ini.
Hari sendiri mencatat ada ratusan transaksi per hari dengan nilai belanja kurang lebih Rp 20 juta per bulannya. Jumlah yang terbilang sedikit untuk total transaksi jual-beli di sebuah mal. Namun ia percaya, suatu saat mal online akan berjaya di Indonesia.
"Sejak meluncurkan Inabay akhir 2007 lalu, kami percaya dalam waktu lima tahun ke depan konsep mal online sudah akan digemari banyak orang di Indonesia," tandasnya.
( rou / rou )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Semakin kecilnya biaya yang dibutuhkan untuk berjualan dan berbelanja, serta kemudahan mendapatkan tempat-tempat belanja seperti blog, forum, direktori bisnis hingga situs pertemanan yang disulap menjadi tempat dagang, turut menjadi salah satu faktor pendorong tumbuhnya dunia jual-beli online di Indonesia.
Berbagai konsep dagang pun coba ditawarkan oleh para pelaku jual-beli online di Indonesia, baik dalam bentuk individu maupun perusahaan yang mendedikasikan diri mereka dalam jual-beli di dunia maya ini.
Ada yang menawarkan konsep yang diadopsi dari luar negeri, seperti lelang misalnya, hingga membuat sendiri konsep yang dianggap sesuai dengan dunia kondisi jual-beli online di Indonesia.
Salah satu konsep jual-beli online yang bisa dibilang cukup menarik adalah konsep mal dalam bentuk online. Konsep ini termasuk asing untuk pelaku jual-beli online Indonesia yang umumnya menggunakan blog, forum atau situs pertemanan sebagai media jual-beli.
Konsep ini pun coba dikembangkan oleh PT Corona Global Lestari melalui situs www.inabay.com. Mal online bernama Inabay ini sejatinya telah hadir di tengah kepada warga dunia maya sejak akhir 2007 lalu.
Dalam perjalanannya, Inabay telah pasang surut mengumpulkan kurang lebih 1.000 tenant dalam waktu tak terlalu lama sejak didirikan. Angka 1.000 ini terhitung besar mengingat tidak adanya promosi berarti yang dilakukan oleh pihak pengelola. Namun itu wajar saja karena para tenant ini tak dipungut biaya.
Hari, salah satu pendiri Inabay ini menjelaskan, perbedaan antara mal online yang ditawarkan pihaknya dengan media jual-beli lainnya tak lain terlihat dari penggunaan 'lantai' dan 'toko' dalam mengelompokan barang-barang yang dijual.
"Untuk mencari sebuah barang di Inabay, pengunjung harus terlebih dahulu masuk ke dalam 'toko' yang tersedia," jelasnya pada detikINET melalui perbincangan pesan instan, Rabu (10/2/2010).
Jika pembeli tidak tahu 'toko' mana yang harus ia kunjungi, maka ia hanya perlu mencari 'lantai' yang sesuai. Misalnya seorang pengunjung ingin mencari alat tulis dan kantor (ATK) dan tidak tahu toko mana yang menjual barang tersebut, maka yang perlu ia lakukan adalah melihat direktori 'lantai'. Tak ubah seperti kita mencari barang di mal konvensional.
Dengan masuk ke bagian tersebut, ia akan disuguhkan puluhan toko yang menjual buku atau ATKyang dapat ia pilih. Kemudahan, kerapihan, serta keunikan yang dimiliki konsep ini memberikan pengalaman yang berbeda saat kita 'jalan-jalan' di dalamnya.
"Masih banyak hal-hal unik lainnya yang dapat ditemui di mal online kami ini," kata Hari yang ingin mal miliknya bisa ramai pengunjung dan dipenuhi banyak tenant layaknya mal konvensional.
Untuk penjual, anggota yang membuka toko online di Inabay diperbolehkan untuk menentukan sendiri nama bagi tokonya, dapat memasang papan nama, dapat menentukan sendiri kategori untuk barang-barangnya, serta memiliki buku tamu di dalam tokonya.
Sedangkan bagi para pembeli, keunikan terlihat saat kita hendak berbelanja. Seorang pembeli tidak perlu menjadi anggota terlebih dahulu untuk memesan barang dan pesanan langsung diarahkan ke penjual.
"Pesanan dapat dilakukan dengan menghubungi langsung penjual dengan email, menggunakan kereta belanja, atau melalui buku tamu yang terpasang di masing-masing toko," jelas pria satu ini.
Hari sendiri mencatat ada ratusan transaksi per hari dengan nilai belanja kurang lebih Rp 20 juta per bulannya. Jumlah yang terbilang sedikit untuk total transaksi jual-beli di sebuah mal. Namun ia percaya, suatu saat mal online akan berjaya di Indonesia.
"Sejak meluncurkan Inabay akhir 2007 lalu, kami percaya dalam waktu lima tahun ke depan konsep mal online sudah akan digemari banyak orang di Indonesia," tandasnya.
( rou / rou )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga
Berita Terbaru
Index »
-
Rabu, 21/03/2012 10:40 WIB
e-Community
Bonek Hapus Cap 'Biang Rusuh' Lewat Dunia Online
-
Selasa, 13/03/2012 12:03 WIB
@DOTSemarang Ajak Blogger Membatik
-
Senin, 12/03/2012 16:24 WIB
Ultah ke-4, Komunitas Isat-bb Jaring 6.000 Anggota
-
Sabtu, 10/03/2012 16:27 WIB
NgaturDuit.com, 'Asisten' Pengatur Keuangan Pribadi
-
Jumat, 24/02/2012 14:54 WIB
Ketika Blogger Bicara Cinta
-
Selasa, 21/02/2012 18:52 WIB
Komunitas Internet Cerdas Indonesia Sambangi Markas Google
-
Jumat, 20/01/2012 09:39 WIB
Mobil Esemka Ikut Dijajakan Lewat Toko Online
-
Jumat, 13/01/2012 17:49 WIB
Ini Dia Pemenang Tiket Seminar Gratis Vaksincom
- Jumat, 25/05/2012 10:51 WIB
Nasib BlackBerry Messenger Suram?
- Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
- Jumat, 25/05/2012 09:03 WIB
Lucu! Pencuri iPhone Kirim Foto Dirinya ke Facebook Korban
- Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
- Jumat, 25/05/2012 13:23 WIB
Android Makin Kuasai Dunia
- Jumat, 25/05/2012 11:19 WIB
Sosok
I Made Wiryana, Anak Band yang Jadi 'Cyber Paspampres'
- Jumat, 25/05/2012 16:46 WIB
Pengakses Internet Masih Banyak dari Nokia
- Jumat, 25/05/2012 11:40 WIB
RIM Bantah Abaikan BlackBerry Messenger
- Jumat, 25/05/2012 14:57 WIB
Google Didesak Tutup Keran Download Ilegal
-
198 Komentar
-
84 Komentar
-
75 Komentar
-
67 Komentar
-
63 Komentar
-
63 Komentar
-
54 Komentar
-
53 Komentar
-
48 Komentar
Pro Kontra
Index »
Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?
Pro
Kontra
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message



.jpg)
.gif)

