Berita Utama
-
Jumat, 25/05/2012 17:21 WIB
Warga Twitter Puji Dedikasi 'Satpam Digital'
-
Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
-
Jumat, 25/05/2012 15:19 WIB
5 Casing iPhone yang Punya 'Gigi' Pembuka Botol
-
Jumat, 25/05/2012 11:19 WIB
I Made Wiryana, Anak Band yang Jadi 'Cyber Paspampres'
-
Jumat, 25/05/2012 12:52 WIB
Mencicipi Facebook Camera: Instagram ala Facebook
-
Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
-
Kamis, 24/05/2012 15:37 WIB
Negara Mana 'Raja' Internet ASEAN?
-
Kamis, 24/05/2012 12:12 WIB
5 'Nenek Moyang' Smartphone Android
-
Kamis, 24/05/2012 11:15 WIB
Waspadai Email Palsu dari 'Facebook'
XL Tak Mau 'Tragedi' Badung Terulang di Bandung
Selasa, 09/02/2010 18:41 WIB

ilustrasi (inet)
Jakarta - Operator telekomunikasi XL mengaku tak mau kejadian penebangan menara di Badung terulang di Bandung dan sekitarnya. Oleh karena itu mereka akan berbicara dengan Pemerintah Provinsi.
Demikian diakui oleh Kencono Wibowo, Vice President XL Central Region saat berbincang dengan detikINET usai meluncurkan layanan Paket Combo di Grha XL Central Region, Jalan RE Martadinata No 7, Selasa (9/2/2010). Menurutnya kejadian serupa juga jangan sampai terjadi di wilayah yang berada di bawah pantauannya, yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah dan Yogyakarta.
"Kita akan ajak bicara pemda-pemda tersebut. Dan saya kira Pemprov Jabar masih bisa diajak bicara. Tidak lah, kita tidak ingin kejadian di Badung terjadi di sini," papar pria yang akrab disapa Pak Wok itu.
Pak Wok mengatakan penambahan jumlah Base Trasmiter System (BTS) adalah mutlak. Selama pelanggan XL tumbuh, maka penambahan kapasitas jaringan menjadi perhatian XL.
"Issuenya adalah penambahan kapasitas. Artinya kita akan pasang tower-tower di daerah yang padat jaringannya. Di samping pula untuk coverage area," ungkapnya.
Disinggung mengenai rencana dari Pemkot Bandung yang akan menarik retribusi dari tower yang dimiliki oleh operator, Pak Wok mengaku akan mengikuti kebijakan dari masing-masing daerah.
"Tapi ya harus dihitung dulu. Apakah nilainya masuk di akal atau tidak. Nanti kalau terlalu mahal kan yang kasian juga pelanggan. Karena mau tidak mau bebannya akan kembali ke pelanggan," katanya.
Pak Wok juga tidak bisa memastikan berapa estimasi biaya yang realistis untuk masing-masing tower jika ditarik retribusi. "Kita tidak bisa memastikan berapa biaya yang realistis. Pokoknya selama masih bisa dibicarakan kita patuhi regulasinya," pungkasnya.
Setelah Perda tentang tower diberlakukan, pada bulan November 2010, Pemkot Bandung akan membatasi jumlah tower di Kota Bandung hanya sebanyak 500 tower. Tak hanya itu, Pemkot juga berencana untuk mendapatkan tambahan pendapatan asli daerah (PAD) dari populasi tower yang ada saat ini di Kota Bandung.
( afz / wsh )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Demikian diakui oleh Kencono Wibowo, Vice President XL Central Region saat berbincang dengan detikINET usai meluncurkan layanan Paket Combo di Grha XL Central Region, Jalan RE Martadinata No 7, Selasa (9/2/2010). Menurutnya kejadian serupa juga jangan sampai terjadi di wilayah yang berada di bawah pantauannya, yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah dan Yogyakarta.
"Kita akan ajak bicara pemda-pemda tersebut. Dan saya kira Pemprov Jabar masih bisa diajak bicara. Tidak lah, kita tidak ingin kejadian di Badung terjadi di sini," papar pria yang akrab disapa Pak Wok itu.
Pak Wok mengatakan penambahan jumlah Base Trasmiter System (BTS) adalah mutlak. Selama pelanggan XL tumbuh, maka penambahan kapasitas jaringan menjadi perhatian XL.
"Issuenya adalah penambahan kapasitas. Artinya kita akan pasang tower-tower di daerah yang padat jaringannya. Di samping pula untuk coverage area," ungkapnya.
Disinggung mengenai rencana dari Pemkot Bandung yang akan menarik retribusi dari tower yang dimiliki oleh operator, Pak Wok mengaku akan mengikuti kebijakan dari masing-masing daerah.
"Tapi ya harus dihitung dulu. Apakah nilainya masuk di akal atau tidak. Nanti kalau terlalu mahal kan yang kasian juga pelanggan. Karena mau tidak mau bebannya akan kembali ke pelanggan," katanya.
Pak Wok juga tidak bisa memastikan berapa estimasi biaya yang realistis untuk masing-masing tower jika ditarik retribusi. "Kita tidak bisa memastikan berapa biaya yang realistis. Pokoknya selama masih bisa dibicarakan kita patuhi regulasinya," pungkasnya.
Setelah Perda tentang tower diberlakukan, pada bulan November 2010, Pemkot Bandung akan membatasi jumlah tower di Kota Bandung hanya sebanyak 500 tower. Tak hanya itu, Pemkot juga berencana untuk mendapatkan tambahan pendapatan asli daerah (PAD) dari populasi tower yang ada saat ini di Kota Bandung.
( afz / wsh )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga
Berita Terbaru
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 18:58 WIB
Indosat Siap Luncurkan Mobile Cloud
-
Rabu, 23/05/2012 12:38 WIB
Telkom Kembangkan e-Gov Berbasis Cloud
-
Rabu, 23/05/2012 11:12 WIB
Tender 3G Bisa Kembali Diundur Agar Tak Cacat Hukum
-
Senin, 21/05/2012 09:59 WIB
Kolom Telematika
Fenomena Social Networking
-
Senin, 21/05/2012 09:10 WIB
Lippo Luncurkan Satelit
-
Sabtu, 19/05/2012 14:26 WIB
Zuck Lebih Kaya dari Duo Pendiri Google
-
Sabtu, 19/05/2012 13:27 WIB
Duh, Angkasa Pura I Belum Miliki Izin Stasiun Radio
-
Sabtu, 19/05/2012 10:29 WIB
Musibah Sukhoi
Kominfo Enggan Berspekulasi Soal Interferensi Frekuensi
- Sabtu, 26/05/2012 17:54 WIB
Tablet Google Dipamerkan Bulan Depan
- Sabtu, 26/05/2012 12:48 WIB
Karyawan Yahoo Ramai-ramai Puji Axis di App Store
- Sabtu, 26/05/2012 10:27 WIB
Sensor 16 MP OmniVision Mampu Rekam Video 4K
- Jumat, 25/05/2012 10:51 WIB
Nasib BlackBerry Messenger Suram?
- Sabtu, 26/05/2012 13:19 WIB
Siri Dibenamkan di OS X Mountain Lion?
- Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
- Sabtu, 26/05/2012 15:36 WIB
Rumor: FIFA 2013 'Kick-off' September 2012
- Jumat, 25/05/2012 09:03 WIB
Lucu! Pencuri iPhone Kirim Foto Dirinya ke Facebook Korban
- Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
-
222 Komentar
-
84 Komentar
-
80 Komentar
-
64 Komentar
-
63 Komentar
-
57 Komentar
-
57 Komentar
-
54 Komentar
-
48 Komentar
Pro Kontra
Index »
Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?
Pro
Kontra
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message



.jpg)

