detikinet

Samsung Kerahkan 4 Sistem Operasi Ponsel

Ardhi Suryadhi - detikinet
Senin, 08/02/2010 17:22 WIB

Ilustrasi (samsung)

Jakarta - Samsung sepertinya bakal jor-joran dalam menggarap pasar ponsel di 2010 ini. Bayangkan saja, 4 sistem operasi mobile siap diadopsi semuanya oleh raksasa elektronik asal Korea Selatan itu.

Tak ayal, nantinya diferensiasi produk yang berasal dari berbegai platform siap memanjakan user. Mulai dari Linux, Windows Mobile, Android, serta Bada. Nama terakhir adalah platform anyar besutan Samsung sendiri.

Shin Jong-kyun, Kepala Divisi Mobile Samsung pun mengakui mengenai adanya perubahan strategi yang dijalankan perusahaannya pada tahun ini.

"Kami berencana untuk memperkuat bisnis smartphone kami tahun ini, namun tidak dengan menawarkan produk hardware saja, namun juga akan memperkaya konten, aplikasi dan layanan," tukasnya, dikutip detikINET dari Cellular News, Senin (8/2/2010).

Kedigdayaan Samsung di ranah ponsel pintar dunia saat ini memang masih terbilang kecil. Yakni cuma menguasai 3% pangsa pasar, tertinggal jauh dari Apple yang berhasil meraup 17% dan Nokia yang masih berkuasa dengan 35% market share.

Shin memprediksi bahwa persaingan di industri ponsel pintar dunia juga akan kian memanas. Terlebih bakal munculnya para pesaing baru yang berasal dari lini industri komputer yang mulai melirik bisnis ponsel yang semakin seksi.
( ash / faw )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Berita Terbaru Index »
    Pro Kontra Index »

    Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

    Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
    Pro
    50%
    Kontra
    50%