detikinet

Ancaman Cyber Hantui AS

Fransiska Ari Wahyu - detikinet
Senin, 08/02/2010 12:28 WIB

ilustrasi (ist)

Jakarta - Penasihat anti terorisme Gedung Putih menyatakan Amerika Serikat (AS) tengah menghadapi ancaman cyber serius. Tak main-main, ancaman ini menjadi isu keamanan nasional.

"Ancaman dan kerentanan dalam cyber domain adalah masalah serius dan signifikan," ujar John Brennan, seperti dikutip detikINET dari AFP, Senin (8/2/2010). Menurut Brennan masalah ancaman keamanan tersebut sangat kompleks.

Sepertinya masalah keamanan yang dimaksud ini ada kaitannya dengan cekcok yang terjadi antara Google---mesin pencari yang berbasis di AS--dengan China. Presiden AS, Barack Obama mengaku dipusingkan dengan pernyataan Google yang mengaku telah diserang cracker China.

"Kami melihat isu keamanan ini dari sudut pandang spionase, pemerintah, dari berbagai individu, apakah mereka cracker atau organisasi teroris," tambah Brennan.

"Masalah keamanan nasional adalah sesuatu yang berisiko. Oleh karena itu, kami mencoba memastikan bahwa jaringan kami, jaringan pemerintah serta jaringan di sektor privat mampu menangkal upaya serangan cyber," tandas Brennan.

Untuk mengantisipasi serangan cyber, Dewan Perwakilan Rakyat AS telah menyetujui rancangan undang-undang yang melindungi internet dan jaringan komputer dengan mendanai penelitian dan pelatihan keamanan cyber.

( faw / fyk )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Berita Terbaru Index »
    Pro Kontra Index »

    Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

    Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
    Pro
    50%
    Kontra
    50%