detikinet

Intel Awasi Prostitusi Online

Andrian Fauzi - detikinet
Rabu, 03/02/2010 17:14 WIB

Ilustrasi (diolah/Inet)

Jakarta - Semenjak lokasasi Saritem ditutup, kegiatan prostitusi masih marak di Kota Bandung. Beragam cara dilakukan, mulai dari yang terbuka dengan menjajakan diri di pinggir jalan sampai yang terselubung dengan memanfaatkan internet sebagai media transaksi birahi ini.

Tak mau terjadi kejadian seperti di Surabaya, dimana terkuak jaringan jual beli seksual di akun Facebook, Satpol PP Kota Bandung siapkan intel untuk awasi prostitusi online.

"Ya, kita kan punya intel. Mereka yang akan mengawasi," ujar Kepala Satpol PP Kota Bandung Ferdi Ligaswara saat berbincang dengan detikINET, Rabu (3/2/2010).

Pun demikian, Ferdi mengaku bahwa pihaknya tidak bisa berjalan sendiri. Perlu partisipasi aktif dari masyarakat.

"Namanya juga teknologi. Kita ikuti terus, tapi kita tidak bisa memantau semuanya. Kita juga perlu masukan dari masyarakat. Masyarakat juga harus berpartisipasi aktif," katanya.

Ferdi juga menegaskan sampai saat ini pihaknya belum menemukan secara langsung atau menerima laporan dari masyarakat tentang transaksi seksual melalui jaringan internet.

"Baik Facebook, Tweeter atau jejaring sosial lainnya belum kita dapati. Karenanya, jika ada masyarakat yang mengetahuinya, silakan lapor ke kita atau ke polisi. Kita terbuka 24 jam untuk menerima laporan dari masyarakat," pungkasnya.


( afz / ash )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Pro Kontra Index »

    Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

    Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
    Pro
    50%
    Kontra
    50%