Berita Utama
-
Jumat, 25/05/2012 17:21 WIB
Warga Twitter Puji Dedikasi 'Satpam Digital'
-
Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
-
Jumat, 25/05/2012 15:19 WIB
5 Casing iPhone yang Punya 'Gigi' Pembuka Botol
-
Jumat, 25/05/2012 11:19 WIB
I Made Wiryana, Anak Band yang Jadi 'Cyber Paspampres'
-
Jumat, 25/05/2012 12:52 WIB
Mencicipi Facebook Camera: Instagram ala Facebook
-
Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
-
Kamis, 24/05/2012 15:37 WIB
Negara Mana 'Raja' Internet ASEAN?
-
Kamis, 24/05/2012 12:12 WIB
5 'Nenek Moyang' Smartphone Android
-
Kamis, 24/05/2012 11:15 WIB
Waspadai Email Palsu dari 'Facebook'
Review Produk
Canon G11, Kamera Retro Berjiwa SLR
Selasa, 02/02/2010 12:05 WIB

Power Shot G11 (Canon)
Jakarta - Namanya adalah Canon Power Shot G11. Mungkin Anda akan tertawa melihat bentuknya yang retro. Namun, jangan salah, di balik body jadulnya, kamera saku papan atas ini memiliki jiwa layaknya kamera SLR.
Ya, Canon telah memperkenalkan kamera saku ini sebagai suksesor seri Power Shot G10 terdahulu. Dengan lensa 28-140mm nya, G11 bakal menggantikan G10 di pasaran. Namun sayang G11 ini memiliki sensor 10MP (3744 x 2784), daripada G10 yang memiliki sensor 15MP (4480 x 3348).
Untungnya Canon telah membenamkan prosesor DIGIC 4 dalam G11, yang membuat kamera ini makin responsif. Salah satu fitur unggulan lainnya adalah sistem Dual Anti-Noise, yang memiliki sensitivitas sensor 2-stop lebih tinggi dibanding G10.
Kamera retro ini juga memiliki teknologi i-contrast, yang berfungsi mengurangi cahaya over ataupun under.
Desain Tak Jauh Beda Dari G10
Dari sisi desain Power Shot G11 tak jauh beda dengan G10. Balutan warna hitam serta grip yang nyaman saat digenggam adalah keunggulan kamera retro ini. Bahkan untuk ukuran tangan besar sekalipun, kamera ini tetap enak dipegang, tidak licin.
Dibanding G10, kini G11 memiliki LCD putar 180 derajat. Namun lensanya masih sama yakni 28-140mm (F2,8- F4,5). Untuk masalah ISO, G11 memiliki ISO 80-3200 (G10 hanya 1600). Panel pengoperasian ISO, mode dan push pun masih sama seperti saudara tuanya, sangat simple dan tidak ribet.
Untuk urusan tombol kendali foto serta navigasi, G11 memiliki model navigasi putar dengan kombinasi empat arah. Tombol menu terletak di kanan bawah, sementara tombol play untuk melihat hasil foto ada di kanan atas, sebelah viewfinder.
Tombol zooming terletak di bagian atas, menyatu dengan shutter. Di sebelahnya tedapat tombol power dan ISO serta modus kamera, serta di sisi kirinya terdapat panel f-stop. Sementara untuk urusan slot SD ada di bagian bawah, menyatu dengan baterai lithium.
Performa Power Shot G11
Canon melengkapi Power Shot G11 ini dengan 5x zooming wide angle sebesar 28mm, plus teknologi Image Stabilizer (IS). Alhasil saat dijajal detikINET untuk mengambil objek dari jarak jauh dengan zoom maksimal, kamera ini bisa mengeksekusinya dengan baik.
Teknologi IS ini memungkinkan fotografer untuk membuka shutter speed lebih rendah, saat menemui objek dengan cahaya minim tanpa tripod atau monopod.
Power Shot G11, memiliki beberapa pilihan format ukuran file foto, seperti: W (wide), S (640x480), 2M, 4M, 6M, 10M dan RAW.
Untuk urusan LCD kamera retro ini memiliki ukuran 2,8 inchi dengan teknologi PureColor II VA LCD (461k dots). Dengan LCD putarnya, fotografer mampu mengambil objek dari mulai low hingga high angle secara mudah.
Bagaimana untuk urusan cahaya minim? detikINET mencobanya dengan mengambil sebuah objek dalam kamar dengan cahaya minim tanpa flash. Setting ISO pun digeber mentok di angka 3.200 hasilnya lumayan jernih dengan noise minim.
Tak puas dengan itu, kamera ini sedikit dipaksa menaikkan f-stop +2 untuk mencapai ISO 12.800. Hasilnya pun tak terlalu mengecewakan dengan bantuan teknologi IS milik Canon.
ND Filter, AV-TV, dan Makro yang Lumayan
Power Shot G11 bahkan memiliki ND filter, yang berfungsi sebagai filter internal untuk mengurangi cahaya berlebih. Mungkin ini adalah salah satu kelebihan G11 dibanding kamera sejenis lain.
Puas dengan test cahaya minim, detikINET penasaran dengan ND filter milik G11 ini. Objek berupa langit biru diambil dari dalam ruangan. Pendaran cahaya matahari yang over pun terdeteksi dengan baik oleh histogram, melalui PureColor II VA LCD. Hasil fotonya terbilang mengagumkan. Cahaya over matahari benar-benar direduksi, Alhasil langit biru pun terfoto dengan baik.
Selesai uji-menguji kondisi pencahayaan, kini saatnya menguji kecepatan bidik kamera ini. Untuk mengujinya detikINET menggunakan 2 modus yakni AV (Aperture Priority) dan TV (Shutter Priority) di outdoor dengan cahaya normal tanpa flash. Kamera ini terbukti dapat mengambil gambar bus yang bergerak cepat.
Bagaimana dengan kualitas lensa makronya? Dari hasil pengujian detikINET, rata-rata kamera ini mampu mengambil objek secara jernih dengan jarak fokus terdekat sekitar 1 cm. Di luar itu Power Shot G11, sudah tidak mampu mendeteksi objek dengan baik.
Perbandingan G10 vs G11
Sebagai pembanding G11 memiliki sensor yang lebih baik dari G10. Dari hasil pengujian detikINET, pada ISO terendah (80), G11 sedikit lebih baik.
Berikut ini adalah data skor akhir pengujian DxO Mark, yang dilakukan oleh DxO Lab:
-G10-
DxO Mark Sensor : 37,8/100
Color Depth : 19,5/28
Dynamic Range : 10/15
Low Light ISO : 157/2527
-G11-
DxO Mark Sensor : 46,6/100
Color Depth : 20,4/28
Dynamic Range : 11,1/15
Low Light ISO : 169/2527
Kesimpulan
Seolah mengembalikan kejayaan seri G dari Canon, kamera retro ini datang. Dengan pilihan ISO yang besar dan LCD putar, kamera ini wajib dimiliki para fans Power Shot, yang ingin meng-upgrade kameranya.
Apalagi bagi pengguna yang ingin mencari kamera saku, namun berjiwa SLR. Untuk masalah harga kamera retro ini dijual dengan kisaran Rp. 5.150.000. Harga yang cukup sebanding dengan kualitasnya.
Kelebihan:
+ LCD Putar
+ Prosesor DIGIC 4
Kekurangan:
- Mahal
- Bentuk sedikit gendut
( fw / wsh )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Ya, Canon telah memperkenalkan kamera saku ini sebagai suksesor seri Power Shot G10 terdahulu. Dengan lensa 28-140mm nya, G11 bakal menggantikan G10 di pasaran. Namun sayang G11 ini memiliki sensor 10MP (3744 x 2784), daripada G10 yang memiliki sensor 15MP (4480 x 3348).
Untungnya Canon telah membenamkan prosesor DIGIC 4 dalam G11, yang membuat kamera ini makin responsif. Salah satu fitur unggulan lainnya adalah sistem Dual Anti-Noise, yang memiliki sensitivitas sensor 2-stop lebih tinggi dibanding G10.
Kamera retro ini juga memiliki teknologi i-contrast, yang berfungsi mengurangi cahaya over ataupun under.
Desain Tak Jauh Beda Dari G10
Dari sisi desain Power Shot G11 tak jauh beda dengan G10. Balutan warna hitam serta grip yang nyaman saat digenggam adalah keunggulan kamera retro ini. Bahkan untuk ukuran tangan besar sekalipun, kamera ini tetap enak dipegang, tidak licin.
Dibanding G10, kini G11 memiliki LCD putar 180 derajat. Namun lensanya masih sama yakni 28-140mm (F2,8- F4,5). Untuk masalah ISO, G11 memiliki ISO 80-3200 (G10 hanya 1600). Panel pengoperasian ISO, mode dan push pun masih sama seperti saudara tuanya, sangat simple dan tidak ribet.
Untuk urusan tombol kendali foto serta navigasi, G11 memiliki model navigasi putar dengan kombinasi empat arah. Tombol menu terletak di kanan bawah, sementara tombol play untuk melihat hasil foto ada di kanan atas, sebelah viewfinder.
Tombol zooming terletak di bagian atas, menyatu dengan shutter. Di sebelahnya tedapat tombol power dan ISO serta modus kamera, serta di sisi kirinya terdapat panel f-stop. Sementara untuk urusan slot SD ada di bagian bawah, menyatu dengan baterai lithium.
Performa Power Shot G11
Canon melengkapi Power Shot G11 ini dengan 5x zooming wide angle sebesar 28mm, plus teknologi Image Stabilizer (IS). Alhasil saat dijajal detikINET untuk mengambil objek dari jarak jauh dengan zoom maksimal, kamera ini bisa mengeksekusinya dengan baik.
Teknologi IS ini memungkinkan fotografer untuk membuka shutter speed lebih rendah, saat menemui objek dengan cahaya minim tanpa tripod atau monopod.
Power Shot G11, memiliki beberapa pilihan format ukuran file foto, seperti: W (wide), S (640x480), 2M, 4M, 6M, 10M dan RAW.
Untuk urusan LCD kamera retro ini memiliki ukuran 2,8 inchi dengan teknologi PureColor II VA LCD (461k dots). Dengan LCD putarnya, fotografer mampu mengambil objek dari mulai low hingga high angle secara mudah.
Bagaimana untuk urusan cahaya minim? detikINET mencobanya dengan mengambil sebuah objek dalam kamar dengan cahaya minim tanpa flash. Setting ISO pun digeber mentok di angka 3.200 hasilnya lumayan jernih dengan noise minim.
Tak puas dengan itu, kamera ini sedikit dipaksa menaikkan f-stop +2 untuk mencapai ISO 12.800. Hasilnya pun tak terlalu mengecewakan dengan bantuan teknologi IS milik Canon.
ND Filter, AV-TV, dan Makro yang Lumayan
Power Shot G11 bahkan memiliki ND filter, yang berfungsi sebagai filter internal untuk mengurangi cahaya berlebih. Mungkin ini adalah salah satu kelebihan G11 dibanding kamera sejenis lain.
Puas dengan test cahaya minim, detikINET penasaran dengan ND filter milik G11 ini. Objek berupa langit biru diambil dari dalam ruangan. Pendaran cahaya matahari yang over pun terdeteksi dengan baik oleh histogram, melalui PureColor II VA LCD. Hasil fotonya terbilang mengagumkan. Cahaya over matahari benar-benar direduksi, Alhasil langit biru pun terfoto dengan baik.
Selesai uji-menguji kondisi pencahayaan, kini saatnya menguji kecepatan bidik kamera ini. Untuk mengujinya detikINET menggunakan 2 modus yakni AV (Aperture Priority) dan TV (Shutter Priority) di outdoor dengan cahaya normal tanpa flash. Kamera ini terbukti dapat mengambil gambar bus yang bergerak cepat.
Bagaimana dengan kualitas lensa makronya? Dari hasil pengujian detikINET, rata-rata kamera ini mampu mengambil objek secara jernih dengan jarak fokus terdekat sekitar 1 cm. Di luar itu Power Shot G11, sudah tidak mampu mendeteksi objek dengan baik.
Perbandingan G10 vs G11
Sebagai pembanding G11 memiliki sensor yang lebih baik dari G10. Dari hasil pengujian detikINET, pada ISO terendah (80), G11 sedikit lebih baik.
Berikut ini adalah data skor akhir pengujian DxO Mark, yang dilakukan oleh DxO Lab:
-G10-
DxO Mark Sensor : 37,8/100
Color Depth : 19,5/28
Dynamic Range : 10/15
Low Light ISO : 157/2527
-G11-
DxO Mark Sensor : 46,6/100
Color Depth : 20,4/28
Dynamic Range : 11,1/15
Low Light ISO : 169/2527
Kesimpulan
Seolah mengembalikan kejayaan seri G dari Canon, kamera retro ini datang. Dengan pilihan ISO yang besar dan LCD putar, kamera ini wajib dimiliki para fans Power Shot, yang ingin meng-upgrade kameranya.
Apalagi bagi pengguna yang ingin mencari kamera saku, namun berjiwa SLR. Untuk masalah harga kamera retro ini dijual dengan kisaran Rp. 5.150.000. Harga yang cukup sebanding dengan kualitasnya.
Kelebihan:
+ LCD Putar
+ Prosesor DIGIC 4
Kekurangan:
- Mahal
- Bentuk sedikit gendut
( fw / wsh )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga
Berita Terbaru
Index »
-
Rabu, 09/05/2012 13:18 WIB
Hands On
Pandangan Pertama Pada PS Vita yang Memikat
-
Senin, 07/05/2012 12:48 WIB
Review Produk
Kupas Tuntas Kehandalan HTC One X
-
Jumat, 27/04/2012 12:56 WIB
Menjajal Netbook 'Dua Detik' Asus
-
Selasa, 24/04/2012 12:13 WIB
Review Produk
Sekilas Pandang Intel Ivy Bridge Core i7-3770K
-
Kamis, 19/04/2012 08:26 WIB
Hands On
Kencan Singkat dengan Galaxy Tab 2 7.0 Inch
-
Selasa, 17/04/2012 16:45 WIB
Review Produk
WD My Passport 2 TB, Si Mungil Berdaya Tampung Besar
-
Senin, 16/04/2012 13:19 WIB
Review Produk
Sony S: Tablet Nyentrik nan Futuristik
-
Jumat, 13/04/2012 16:18 WIB
Review Produk
Xperia S, 'Debut' Menjanjikan Sony di Jagat Android
- Jumat, 25/05/2012 10:51 WIB
Nasib BlackBerry Messenger Suram?
- Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
- Jumat, 25/05/2012 09:03 WIB
Lucu! Pencuri iPhone Kirim Foto Dirinya ke Facebook Korban
- Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
- Jumat, 25/05/2012 13:23 WIB
Android Makin Kuasai Dunia
- Jumat, 25/05/2012 11:19 WIB
Sosok
I Made Wiryana, Anak Band yang Jadi 'Cyber Paspampres'
- Jumat, 25/05/2012 16:46 WIB
Pengakses Internet Masih Banyak dari Nokia
- Jumat, 25/05/2012 11:40 WIB
RIM Bantah Abaikan BlackBerry Messenger
- Jumat, 25/05/2012 14:57 WIB
Google Didesak Tutup Keran Download Ilegal
-
198 Komentar
-
84 Komentar
-
75 Komentar
-
67 Komentar
-
63 Komentar
-
63 Komentar
-
54 Komentar
-
53 Komentar
-
48 Komentar
Pro Kontra
Index »
Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?
Pro
Kontra
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message



.jpg)

