detikinet

Sony: iPad Bukan Ancaman Bagi Kami

Fransiska Ari Wahyu - detikinet
Kamis, 28/01/2010 11:37 WIB

Apple iPad (NJ.com)

Jakarta - Apple baru saja memperkenalkan komputer tabletnya, iPad. Meskipun salah satu fungsi yang ditawarkan iPad adalah gaming, Sony mengaku tidak gentar dengan hal tersebut.

Alih-alih khawatir jika pangsa pangsa pasarnya digerogoti Apple iPad, raksasa game ini justru berharap bisa menangguk untung dari kehadiran perangkat tersebut.

Sony menilai iPad hanya akan menjadi perangkat 'pemanasan' bagi para gamer, sebelum akhirnya mereka mencicipi game sesungguhnya di konsol PSP besutan Sony.

"Terjunnya Apple ke ranah gaming portable memiliki dampak positif bagi Sony. Ketika orang ingin konsol game yang lebih kaya, mereka akan memilih PSP," ujar John Koller, Director of Hardware Marketing Sony, seperti dikutip detikINET dari WSJ, Kamis (28/1/2010).

Keyakinan Koller ini mengacu pada pengalaman sebelumnya, yakni ketika Apple menelurkan iPhone yang juga salah satu targetnya adalah gamer. Saat itu penjualan handheld PSP melonjak signifikan. Jadi harapannya, ketika iPad ikut mencicipi pasar game, keuntungan Sony akan ikut terdongkrak.

Menurut perusahaan riset, NPD, penjualan Sony PSP memang meningkat tiga kali lipat sejak kedatangan iPhone. Perusahaan riset IDC meramalkan, tahun ini Apple akan mengapalkan empat juta iPad di seluruh dunia.
( faw / fyk )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Berita Terbaru Index »
    Pro Kontra Index »

    Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

    Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
    Pro
    50%
    Kontra
    50%