detikinet

Blogger Bandung Dukung Ruby

Andrian Fauzi - detikinet
Senin, 25/01/2010 18:45 WIB

Ilustrasi (Ist.)

Bandung - 'Serangan' Roy Suryo terhadap pakar forensik digital Ruby Alamsyah ditanggapi oleh blogger Bandung. Menurut mereka, munculnya Ruby justru bagus karena dapat membuka mata masyarakat bahwa banyak pakar TI di Indonesia yang siap bersuara di dunia nyata.

"​Justru bersyukur dengan munculnya Ruby, kita (masyarakat) jadi tahu bahwa pakar TI di Indonesia itu banyak," ujar Ihwanul Iman, Bandung Blog Village (BBV) Representative saat berbincang dengan detikINET, Senin (25/1/2010).

Ditambahkan oleh Ihwan, demikian dia akrab dipanggil, profil Ruby sangat kompeten untuk membahas masalah pembobolan ATM. Aksinya di TV tersebut membuat masyarakat bisa berhati-hati lagi dalam melakukan transaksi di ATM.

"Kalau baca profilnya, dia sangat kompeten untuk membahas masalah yang sekarang ini menjadi buah bibir masyarakat," tuturnya.

Serangan Roy ini diduga akibat aksi Ruby Alamsyah di stasiun TV swasta. Dalam tayangan tersebut, Ruby dengan gamblang mempraktekkan cara membobol ATM.

Roy pun gerah. Dia lantas mengirimkan pesan singkat ke kolega serta masyarakat tentang dampak negatif dari penayangan tersebut. Menurutnya, aksi Ruby bisa memancing masyarakat untuk berbuat serupa.

‎​"Saya kira tidak perlu menyerang seperti itu, bahkan dengan menyebar SMS ke sejumlah pihak," pungkasnya.

( afz / ash )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Pro Kontra Index »

    Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

    Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
    Pro
    50%
    Kontra
    50%