detikinet

Sudah Mahal, PC Anggota Dewan Ternyata Usang

Trisno Heriyanto - detikinet
Jumat, 22/01/2010 15:42 WIB

Rapat DPR (detik)

Jakarta - Ironis benar memang, komputer dewan yang telah dibeli seharga belasan juta ternyata sudah memasuki tahap End of Life (EOL) alias usang.

Para anggota DPR telah mendapatkan komputer yang cukup mewah guna menunjang aktivitas mereka. Namun ternyata, komputer dengan seri Studio One dari Dell itu merupakan jajaran produk yang sudah lawas.

Hal ini diutarakan oleh Marketing Manager, Consumer Bussiness Dell Indonesia, Willy Hendrajudo. Menurut Willy, seri Studio One itu sudah memasuki masa akhir atau End of Life (EOL).

"Seri Studio One itu sudah lama sekali, dan kini sudah memasuki masa EOL dan akan segera digantikan dengan versi terbaru yakni Inspiron One," ujar Willy kepada detikINET, Jumat, (22/1/2010).

Hal tersebut tentunya akan mengkandaskan harapan Sekjen DPR, Nining Indra Saleh. Menurut Nining komputer berharga belasan juta sengaja dipilih agar tidak ketinggalan zaman.

"Supaya selama 5 tahun, saya tidak pusing-pusing ada komplain. Agar tidak ketinggalan teknologi dalam 5 tahun ke depan," ujar Nining.

Namun Dell mengatakan tidak tahu pasti spesifikasi Studio One yang dimiliki oleh wakil rakyat itu. "Saya tidak tahu pasti spesifikasinya, karena untuk komersial biasanya perusahaan menetapkan sendiri spesifikasi yang diminta," pungkas Willy.
( eno / wsh )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Pro Kontra Index »

    Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

    Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
    Pro
    50%
    Kontra
    50%