detikinet

Ini Dia...Postingan Pertama Obama di Twitter

Fino Yurio Kristo - detikinet
Rabu, 20/01/2010 18:41 WIB

Ilustrasi (telegraph)

Washington - Presiden Barack Obama terkesan cuek dengan Twitter. Terbukti, meski sudah punya account dengan follower jutaan, ia belum pernah memposting pesan. Namun akhirnya, presiden Amerika Serikat ini mengirim tweet pertamanya.

Dikutip detikINET dari ComputerWorld, Rabu (20/1/2010), tweet pertama sang presiden berdarah Kenya ini, diposting kala ia mengunjungi kantor pusat American Red Cross di Washington.

Sang presiden sebenarnya memiliki account Twitter di @barackobama. Namun account yang diikuti sekitar 3 juta follower ini dikendalikan oleh pihak ketiga dan Obama tidak pernah menulis pesan di dalamnya.

Ternyata, tweet pertama Obama juga tidak diposting di account tersebut melainkan di halaman Twitter milik palang merah Amerika, @redcross.

"Presiden Obama dan First Lady berada di sini mengunjungi pusat operasi bencana kami" demikian bunyi tweet pertama Obama. Pesan itu memang tak ditulis oleh sang presiden, tapi oleh staff palang merah. Akan tetapi yang mempostingnya ke Twitter adalah Obama, dengan menekan tombol update.

Hal itu dikonfirmasi dalam pesan berikutnya. "Presiden Obama menekan tombol pada tweet sebelumnya. Itu adalah tweet-nya yang pertama!" Barangkali postingan pertama ini akan membuat Obama terpicu mengutak-atik Twitter.
( fyk / faw )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Pro Kontra Index »

    Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

    Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
    Pro
    50%
    Kontra
    50%