detikinet

Presiden Venezuela Sebut PlayStation Ajarkan Pembunuhan

Santi Dwi Jayanti - detikinet
Senin, 18/01/2010 13:32 WIB

PlayStation (Ist)

Caracas - Tudingan efek negatif game seperti tak ada habisnya. Bahkan, Presiden Venezuela Hugo Chavez pun menyebut konsol game seperti PlayStation atau Nintendo 'racun' dan mengajarkan pembunuhan.

Tudingan Chavez itu disampaikan dalam acara TV bertajuk 'Alo Presidente', yang disiarkan di Venezuela. Selain menunjuk Nintendo sebagai permainan yang mempromosikan 'egoisme, individualisme dan kekerasan', ia juga menyinggung PlayStation sebagai permainan yang mengajarkan penggunanya untuk membunuh.

"Permainan yang mereka sebut 'PlayStation' itu beracun. Beberapa permainan mengajarkanmu untuk membunuh. Mereka pernah menampilkan wajahku dalam sebuah game dan kamu harus menemukan Chavez untuk membunuhnya," ujar Chavez seperti dikutip detikINET dari AFP, Senin (18/1/2010). .

Tak cukup begitu saja, Chavez pun melancarkan tuduhan bahwa negara-negara kapitalis membumbui permainan dengan aksi pemboman untuk melancarkan penjualan senjata. Hal serupa dilakukan untuk mempromosikan rokok, obat-obatan terlarang dan alkohol. Saking geramnya, Chavez menyebut game sebagai 'jalan menuju neraka'.

Lantas solusi apa yang ditawarkan oleh Chavez? Ia menganjurkan agar produsen di Venezuela mengeluarkan permainan yang mendidik dan menampilkan desain serta ciri warga asli Venezuela.
( sha / wsh )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Pro Kontra Index »

    Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

    Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
    Pro
    50%
    Kontra
    50%