http://us.images.detik.com/logo_tematik/logodetikinet.png

Telkom: Pembayaran Pensiun Pegawai Sudah Tuntas

Achmad Rouzni Noor II - detikinet
Rabu, 13/01/2010 06:55 WIB
Halaman 1 dari 2
http://us.images.detik.com/content/2010/01/13/328/telkom150.jpg Telkom (rou/inet)
Jakarta - Telkom menegaskan telah menyelesaikan kewajibannya kepada para mantan pegawainya yang telah berakhir masa tugasnya mulai 1 Februari 2009 lalu.

"Kewajiban perseroan kepada para pensiunannya sudah dilaksanakan sepanjang menyangkut hak para pensiunan tersebut," tulis VP Public and Marketing Communication Telkom, Eddy Kurnia dalam keterangannya, Rabu (13/1/2010).

Sedangkan menyangkut Bantuan Peningkatan Kesejahteraan (BPK) yang ramai diributkan belakangan ini, Eddy menegaskan, BPK bukan pesangon, melainkan apresiasi yang diberikan perusahaan kepada para pensiunan.

"Sehingga eksekusinya mengacu pada pertimbangan-pertimbangan yang bersifat kondisional dan fleksibel yang pijakan utamanya adalah kondisi perusahaan saat ini dan proyeksinya ke depan," jelas dia.

Telkom sendiri mengaku telah menyiapkan dana sebanyak Rp 750 miliar untuk pensiun dini 1.156 pegawainya.

"Manfaat pensiun bulanan dan Tunjangan Hari Tua (THT) yang menjadi hak mereka sudah dibayarkan oleh Dana Pensiun Telkom sejak mereka memasuki pensiun dengan besaran yang memadai, hak mendapatkan pelayanan kesehatan bagi mereka yang sudah mempunyai masa kerja 20 tahun, termasuk fasilitas lainnya yang menjadi hak mereka sudah juga dibayarkan oleh perusahaan," papar Eddy.

"BPK, sekalipun menjadi komponen yang akan diberikan, lebih merupakan kebijakan atau apresiasi manajemen yang nilainya ditetapkan berdasarkan kesepakatan antara perusahaan dengan Sekar Telkom," tegasnya.

Menurutnya, dalam merumuskan kebijakan seperti BPK untuk memberikan apresiasi kepada para karyawan yang memasuki pensiun dimaksud, Telkom senantiasa merujuk antara lain pada pertimbangan kesinambungan bisnis perusahaan dalam jangka panjang. Telkom berusaha untuk tidak terjebak hanya memikirkan kepentingan jangka pendek tetapi merugikan kelangsungan perusahaan di kemudian hari.Next

Halaman 1 2
(rou/rou)


Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!


 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru Index »
Pro Kontra Index »

Permen Situs Negatif, Menurut Anda?

Pro kontra Permen Kominfo no 19 Tahun 2014 tentang Penanganan Situs Internet Bermuatan Negatif terus mengemuka. Lantas bagaimana dengan Anda terkait kehadiran Permen yang mengatur tata cara pelaporan situs yang masuk daftar hitam sensor Trust+ Positif ini?
Pro
33%
Kontra
67%


Must Read close