detikinet

Lacak Gempa dengan Aplikasi Twitter

Santi Dwi Jayanti - detikinet
Selasa, 12/01/2010 10:15 WIB

earthquake (BBC)

Jakarta - Penyebaran informasi via Twitter yang sangat cepat, dimanfaatkan oleh para ahli untuk melacak gempa. Bagaimana caranya?

Sebuah grup yang berisi para seismologist (ahli gempa) telah membuat aplikasi bernama Twitter Earthquake Detection Project. Aplikasi ini bisa memonitor tweet-tweet yang berseliweran di situs mikroblogging itu, yang mengandung kata kunci mengenai gempa.

Dilansir detikINET dari Switched, Selasa (12/1/2010), ide ini berkembang setelah sejumlah tweet ngehits di dunia maya saat terjadi gempa bumi di California, 2008 lalu.

Setelah informasi didapat, para ahli gempa ini akan mengirimkan e-mail yang berisi data detail mengenai peristiwa alam tersebut, yakni mengenai besarnya gempa, lokasi dan kedalamannya. Aplikasi ini juga mencantumkan jumlah dan lokasi asal tweet-tweet itu.

Ahli gempa bernama Paul Earle menyadari pentingnya peran Twitter dengan mengatakan, "Orang-orang suka nge-tweet setelah gempa. Mereka melaporkan kejadian itu dan mendeskripsikan apa yang mereka alami secara cepat."

Sistem ini diharapkan mampu membantu U.S. Geological Survey untuk melacak keberadaan gempa yang kadang-kadang terlalu kecil untuk bisa dideteksi melalui sensor jaringan. "Jadi Anda akan mendapatkan tweet ini sebelum Anda bisa melacak lokasinya dengan sistem kami."

( sha / faw )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Pro Kontra Index »

    Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

    Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
    Pro
    50%
    Kontra
    50%