detikinet

Polisi Bekuk Pengedar Narkoba Berkat World of Warcraft

Fino Yurio Kristo - detikinet
Senin, 04/01/2010 18:38 WIB

Karakter di Wow (guardian)

AS - Polisi pantas berterima kasih pada game online World of Warcraft. Berkat bantuan publisher WoW, yakni Blizzard, polisi di Indiana, Amerika Serikat, sukses membekuk seorang pengedar narkoba.

Polisi memburu tersangka bernama Alfred Hightower yang terindikasi telah kabur ke Kanada. Malang bagi Alfred, seorang polisi tahu ia kecanduan WoW. Dengan petunjuk ini, aparat sukses meringkus Alfred.

"Kami menerima info lelaki ini seorang pemain rutin sebuah game online," ujar Matt Robertson, polisi yang memburu Alfred. Petunjuk yang ada menyatakan Alfred gemar main WoW sehingga polisi menghubungi pihak Blizzard untuk melacak tersangka melalui alamat IP (Internet Protocol).

Kebetulan pula, dilansir Inquistr dan dikutip detikINET, Senin (4/1/2009), Robertson ternyata juga penggemar WoW. Namun sempat terbersit keraguan apakah pihak Blizzard mau membantu polisi meski surat tertulis sudah dikirimkan.

"Mereka memang tidak berkewajiban untuk menanggapi kami dan kupikir mereka tak bakal melakukannya. Namun akhirnya mereka mengirim info yang diperlukan dan sangat kooperatif," tukas Steve Rogers, polisi lain.

Berbekal alamat IP yang diberikan Blizzard, Alfred akhirnya tertangkap. Dia pun dibawa ke AS untuk menghadapi proses hukum.
( fyk / faw )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Berita Terbaru Index »
    Pro Kontra Index »

    Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

    Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
    Pro
    50%
    Kontra
    50%