Berita Utama
-
Jumat, 25/05/2012 17:21 WIB
Warga Twitter Puji Dedikasi 'Satpam Digital'
-
Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
-
Jumat, 25/05/2012 15:19 WIB
5 Casing iPhone yang Punya 'Gigi' Pembuka Botol
-
Jumat, 25/05/2012 11:19 WIB
I Made Wiryana, Anak Band yang Jadi 'Cyber Paspampres'
-
Jumat, 25/05/2012 12:52 WIB
Mencicipi Facebook Camera: Instagram ala Facebook
-
Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
-
Kamis, 24/05/2012 15:37 WIB
Negara Mana 'Raja' Internet ASEAN?
-
Kamis, 24/05/2012 12:12 WIB
5 'Nenek Moyang' Smartphone Android
-
Kamis, 24/05/2012 11:15 WIB
Waspadai Email Palsu dari 'Facebook'
Game Review
The Saboteur, Sang Pemberontak di Paris
Minggu, 27/12/2009 17:15 WIB

Screenshot The Saboteur
Jakarta - The Saboteur menyajikan pandangan yang sedikit berbeda dengan game bertemakan perang dunia kedua lainnya, game warisan Pandemic Studio ini memfokuskan pada beragam aski sabotase yang unik.
The Saboteur memang sedikit berbeda dengan game perang dunia lainnya. Jika kebanyakan game mengedepankan pertempuran skala besar bergaya militer, The Saboteur justru menceritakan aksi sabotase yang dilakukan seseorang bukan karena kecintaanya pada negara melainkan atas dasar rasa balas dendam.
Aksi ciamik tersebut dilakukan oleh tokoh utama bernama Sean Devlin. Sean sendiri bukanlah seorang agen rahasia ataupun anggota militer, ia hanya seorang montir kendaraan yang juga lihai dalam hal mengendarai mobil.
Pada suatu ketika Sean berlomba dengan salah satu petinggi Nazi bernama Kurt Dierker. Perlombaan pun berlangsung dengan sengit antara Sean dengan Kurt, Namun sayang di garis akhir lintasan, Kurt berlaku curang dengan menembakan peluru pada kendaraan Sean.
Aksinya yang sangat licik tersebut membuat Sean bersama rekan satu timnya, Jules, merasa murka dan mereka pun memutuskan untuk melancarkan balas dendam dengan menenggelamkan kendaraan Kurt ke dalam jurang.
Berkat aksi mereka yang tergolong nekad, Sean dan rekannya Jules harus berhadapan dengan para tentara Nazi hingga akhirnya merenggut nyawa Jules.
Atas dasar inilah, Sean akhirnya menanamkan kebencian terhadap Kurt Dierker dan tentara Nazi-nya serta bertekad untuk melancarkan balas dendam.
Beragam Aksi Sabotase
Dalam misi mewujudkan rasa balas dendamnya, Sean tidaklah sendiri. Pada pelariannya di Paris, Sean malah bertemu dengan beberapa pemberontak yang juga ingin mengusir para tentara Nazi dari kota Paris, dari sinilah beragam atraksi sabotase mulai terlihat.
Aksi Sean pun cukup unik, pemain dapat mengendalikannya untuk melakukan beberapa hal seperti, menyelinap dengan memanjat dinding, menyamar sebagai anggota tentara Nazi hingga melakukan gencatan senjata secara terbuka. Meski demikian tidak sedikit juga serentetan misi yang dirasakan serupa.
Artificial intelligence (AI) dalam game ini pun tergolong baik, meski belum dapat dikatakan pintar. Para tentara Nazi akan merasa curiga jika Sean tidak berlaku tidak sewajarnya misal, berlari, membopong senjata, memanjat bangunan ataupun kebut-kebutan.
Salah satu elemen menarik dalam game ini adalah fitur Open World yang dimilikinya, dengan demikian pemain bebas berkelana dalam suana kota Paris entah itu dengan berjalan kaki ataupun mengendarai mobil.
Tidak hanya sekedar berkeliling, pemain juga dapat berinteraksi dengan para Non Playable Character (NPC) lain, entah itu mengajak tentara Nazi berkelahi ataupun menggoda para penari striptis.
Perlu diketahui juga bahwa game ini tidaklah bersahabat dengan anak-anak. Selain beragam adegan pertumpahan darah, game ini juga mempertontonkan aksi para penari striptis yang sedang topless alias telanjang dada.
Grafis dan Sistim Suara yang Baik
Sistim grafis yang digunakan merupakan salah satu fitur yang dibanggakan dalam game ini. Pandemic menggunakan sistim pewarnaan hitam-putih untuk area tertentu. Di area yang penuh dengan tentara Nazi misalnya, warna hitam-putih dengan citarasa Okami bakal tampak jelas.
Untuk membuat area tersebut kembali penuh warna, pemain hanya perlu merobohkan kekuatan tentara Nazi pada area tersebut. Entah dengan cara, meledakan mobil Nazi, menghancurkan kantor pemerintahaan setempat atau bahkkan menghacurkan pusat distribusi senjata mereka di sekitar lokasi tersebut.
Sistim tatanan suara pun tidak kalah hebat. Jika menggunakan sistem speaker surround, pemain dapat mendengar jelas dari mana arah para tentara Nazi berdatangan. Efek ledakan pun terdengar cukup baik, meski pada saat adu jotos terdengar sangat berlebihan.
Dengan menyajikan sistim permainan yang luar biasa, The Saboteur sangatlah layak untuk mengisi liburan saat ini. Hanya saja cukup banyak bug yang masih menghantui game ini, misalnya pemain sesekali akan mejumpai glitch pada karakter utama.
Bahkan versi awal game ini pun tidak mendukung kartu grafis ATI Radeon, hingga EA segera meluncurkan patch untuk menambal 'lubang' tersebut.
Kelebihan:
+ Sistim permainan yang unik
+ Aksi sabotase yang unik
Kekurangan:
- Banyak bug yang menggangu
- Misi terkesan berulang
Dalam mereview game ini, detikINET menggunakan sistem berbasis: Prosesor Intel Core i7 965, Intel DX580SO, Digital Alliance GTX 275, Corsair HX1000W, Corsair Dominator 6GB kit dan sistem operasi Windows 7.
( eno / wsh )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
The Saboteur memang sedikit berbeda dengan game perang dunia lainnya. Jika kebanyakan game mengedepankan pertempuran skala besar bergaya militer, The Saboteur justru menceritakan aksi sabotase yang dilakukan seseorang bukan karena kecintaanya pada negara melainkan atas dasar rasa balas dendam.
Aksi ciamik tersebut dilakukan oleh tokoh utama bernama Sean Devlin. Sean sendiri bukanlah seorang agen rahasia ataupun anggota militer, ia hanya seorang montir kendaraan yang juga lihai dalam hal mengendarai mobil.
Pada suatu ketika Sean berlomba dengan salah satu petinggi Nazi bernama Kurt Dierker. Perlombaan pun berlangsung dengan sengit antara Sean dengan Kurt, Namun sayang di garis akhir lintasan, Kurt berlaku curang dengan menembakan peluru pada kendaraan Sean.
Aksinya yang sangat licik tersebut membuat Sean bersama rekan satu timnya, Jules, merasa murka dan mereka pun memutuskan untuk melancarkan balas dendam dengan menenggelamkan kendaraan Kurt ke dalam jurang.
Berkat aksi mereka yang tergolong nekad, Sean dan rekannya Jules harus berhadapan dengan para tentara Nazi hingga akhirnya merenggut nyawa Jules.
Atas dasar inilah, Sean akhirnya menanamkan kebencian terhadap Kurt Dierker dan tentara Nazi-nya serta bertekad untuk melancarkan balas dendam.
Beragam Aksi Sabotase
Dalam misi mewujudkan rasa balas dendamnya, Sean tidaklah sendiri. Pada pelariannya di Paris, Sean malah bertemu dengan beberapa pemberontak yang juga ingin mengusir para tentara Nazi dari kota Paris, dari sinilah beragam atraksi sabotase mulai terlihat.
Aksi Sean pun cukup unik, pemain dapat mengendalikannya untuk melakukan beberapa hal seperti, menyelinap dengan memanjat dinding, menyamar sebagai anggota tentara Nazi hingga melakukan gencatan senjata secara terbuka. Meski demikian tidak sedikit juga serentetan misi yang dirasakan serupa.
Artificial intelligence (AI) dalam game ini pun tergolong baik, meski belum dapat dikatakan pintar. Para tentara Nazi akan merasa curiga jika Sean tidak berlaku tidak sewajarnya misal, berlari, membopong senjata, memanjat bangunan ataupun kebut-kebutan.
Salah satu elemen menarik dalam game ini adalah fitur Open World yang dimilikinya, dengan demikian pemain bebas berkelana dalam suana kota Paris entah itu dengan berjalan kaki ataupun mengendarai mobil.
Tidak hanya sekedar berkeliling, pemain juga dapat berinteraksi dengan para Non Playable Character (NPC) lain, entah itu mengajak tentara Nazi berkelahi ataupun menggoda para penari striptis.
Perlu diketahui juga bahwa game ini tidaklah bersahabat dengan anak-anak. Selain beragam adegan pertumpahan darah, game ini juga mempertontonkan aksi para penari striptis yang sedang topless alias telanjang dada.
Grafis dan Sistim Suara yang Baik
Sistim grafis yang digunakan merupakan salah satu fitur yang dibanggakan dalam game ini. Pandemic menggunakan sistim pewarnaan hitam-putih untuk area tertentu. Di area yang penuh dengan tentara Nazi misalnya, warna hitam-putih dengan citarasa Okami bakal tampak jelas.
Untuk membuat area tersebut kembali penuh warna, pemain hanya perlu merobohkan kekuatan tentara Nazi pada area tersebut. Entah dengan cara, meledakan mobil Nazi, menghancurkan kantor pemerintahaan setempat atau bahkkan menghacurkan pusat distribusi senjata mereka di sekitar lokasi tersebut.
Sistim tatanan suara pun tidak kalah hebat. Jika menggunakan sistem speaker surround, pemain dapat mendengar jelas dari mana arah para tentara Nazi berdatangan. Efek ledakan pun terdengar cukup baik, meski pada saat adu jotos terdengar sangat berlebihan.
Dengan menyajikan sistim permainan yang luar biasa, The Saboteur sangatlah layak untuk mengisi liburan saat ini. Hanya saja cukup banyak bug yang masih menghantui game ini, misalnya pemain sesekali akan mejumpai glitch pada karakter utama.
Bahkan versi awal game ini pun tidak mendukung kartu grafis ATI Radeon, hingga EA segera meluncurkan patch untuk menambal 'lubang' tersebut.
Kelebihan:
+ Sistim permainan yang unik
+ Aksi sabotase yang unik
Kekurangan:
- Banyak bug yang menggangu
- Misi terkesan berulang
Dalam mereview game ini, detikINET menggunakan sistem berbasis: Prosesor Intel Core i7 965, Intel DX580SO, Digital Alliance GTX 275, Corsair HX1000W, Corsair Dominator 6GB kit dan sistem operasi Windows 7.
( eno / wsh )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga
Berita Terbaru
Index »
-
Senin, 12/12/2011 10:59 WIB
Review Game Anda
Infinity Blade II, Game iOS Terbaik di Penghujung 2011
-
Sabtu, 19/11/2011 17:00 WIB
Review Game
Uncharted 3, Game Keren Bergaya 'Hollywood'
-
Kamis, 20/10/2011 18:52 WIB
Game Preview
10 Menit Menjajal Uncharted 3: Drakes Deception
-
Jumat, 07/10/2011 17:15 WIB
Game Feature
Merayakan Bermain: Saatnya Kembali Bermain
-
Senin, 03/10/2011 16:35 WIB
7 Game Seru di Bulan Oktober
-
Kamis, 29/09/2011 12:45 WIB
Game Feature
Merayakan Bermain: Manisnya Kue Industri Game
-
Senin, 26/09/2011 18:25 WIB
Game Preview
NFS: The Run, Coba Kembali ke Asal
-
Kamis, 25/08/2011 13:28 WIB
Game Preview
NBA 2K12, Michael Jordan Bawa 'Teman-Teman'
- Jumat, 25/05/2012 10:51 WIB
Nasib BlackBerry Messenger Suram?
- Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
- Jumat, 25/05/2012 09:03 WIB
Lucu! Pencuri iPhone Kirim Foto Dirinya ke Facebook Korban
- Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
- Jumat, 25/05/2012 13:23 WIB
Android Makin Kuasai Dunia
- Jumat, 25/05/2012 11:19 WIB
Sosok
I Made Wiryana, Anak Band yang Jadi 'Cyber Paspampres'
- Jumat, 25/05/2012 16:46 WIB
Pengakses Internet Masih Banyak dari Nokia
- Jumat, 25/05/2012 11:40 WIB
RIM Bantah Abaikan BlackBerry Messenger
- Jumat, 25/05/2012 14:57 WIB
Google Didesak Tutup Keran Download Ilegal
-
198 Komentar
-
84 Komentar
-
75 Komentar
-
68 Komentar
-
63 Komentar
-
63 Komentar
-
54 Komentar
-
53 Komentar
-
48 Komentar
Pro Kontra
Index »
Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?
Pro
Kontra
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message



.jpg)

