Berita Utama
-
Jumat, 25/05/2012 17:21 WIB
Warga Twitter Puji Dedikasi 'Satpam Digital'
-
Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
-
Jumat, 25/05/2012 15:19 WIB
5 Casing iPhone yang Punya 'Gigi' Pembuka Botol
-
Jumat, 25/05/2012 11:19 WIB
I Made Wiryana, Anak Band yang Jadi 'Cyber Paspampres'
-
Jumat, 25/05/2012 12:52 WIB
Mencicipi Facebook Camera: Instagram ala Facebook
-
Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
-
Kamis, 24/05/2012 15:37 WIB
Negara Mana 'Raja' Internet ASEAN?
-
Kamis, 24/05/2012 12:12 WIB
5 'Nenek Moyang' Smartphone Android
-
Kamis, 24/05/2012 11:15 WIB
Waspadai Email Palsu dari 'Facebook'
Kilas Balik TI
Sepanjang 2009, Gerakan Sosial Bermekaran di Facebook
Kamis, 24/12/2009 17:01 WIB

ilustrasi (inet)
Jakarta - Mungkin Mark Zuckerberg si penggagas situs jejaring sosial Facebook tidak pernah membayangkan bahwa situs jejaring besutannya akan begitu populer seperti sekarang. Di tahun 2009, situs pertemanan ini begitu kinclong dan digandrungi banyak orang.
Demam Facebook pun ikut melanda pengguna internet di Indonesia. Menurut data yang dilansir checkfacebook.com, pengguna Facebook di Tanah Air mencapai angka nyaris 12 juta, tepatnya sekitar 11.759.980 user (data November 2009).
Tentu ada alasan tersendiri mengapa ada begitu banyak orang yang terbius dengan pesona situs jejaring sosial yang satu ini. Salah satunya adalah karena sifatnya yang interaktif, misalnya memungkinkan orang berinteraksi satu sama lain baik melalui fitur wall (pesan di dinding) maupun melalui fasilitas chatting.
Bukan hanya sebatas wadah pertemanan di dunia maya, Facebook juga dapat menjadi sarana untuk menggalang massa. Sebab, sangat mudah membuat maupun bergabung dengan suatu grup tertentu.
Dari Prita Hingga Manohara
Kemudahan membuat grup di Facebook dimanfaatkan untuk melakukan berbagai gerakan sosial. Jika biasanya untuk menginisiasi suatu gerakan sosial orang harus kasak-kusuk menghimpun massa dan melakukan tatap muka langsung, kini dapat dilakukan lewat Facebook. Melalui Facebook, orang yang tidak saling kenal bisa bersatu padu untuk menyuarakan suatu aspirasi demi mendobrak suatu kebijakan yang dinilai menyimpang.
Lewat Facebook, orang bisa begitu mudah menjadi aktivis, mengusung isu sosial, mempropagandakannya dan berharap mendapat banyak dukungan. Jelas ini lebih hemat tenaga dan hemat waktu.
Di tahun 2009, ada begitu banyak gerakan sosial yang digaungkan melalui Facebook dan sukses mendulang simpati publik di Indonesia.
Tentu masih segar di ingatan kita gerakan Facebooker di bulan Juni 2009 yang mendukung pembebasan Prita Mulyasari, salah seorang pasien Rumah Sakit OMNI yang dipenjara karena menulis surat keluhan melalui internet.
Prita, yang dituding telah melakukan pencemaran nama baik terhadap RS OMNI, rupanya menarik simpati banyak orang. Perjuangan grup 'DUKUNGAN BAGI IBU PRITA MULYASARI, PENULIS SURAT KELUHAN MELALUI INTERNET YANG DIPENJARA' terus berlanjut tatkala Pengadilan Tinggi Banten mengharuskan ibu dua anak itu membayar denda Rp 204 juta.
Vonis denda itu membuahkan grup dan gerakan yang lebih fresh bertajuk 'Koin untuk Prita'. Hasilnya gemilang, banyak masyarakat yang tersentuh dan bergabung dengan grup ini lalu mengumpulkan koin untuk membantu Prita. Bahkan pihak RS OMNI pun berniat mencabut gugatan perdatanya terhadap Prita Mulyasari.
Gerakan yang juga menggeliat di Facebook adalah 'Gerakan 1.000.000 Facebookers Dukung Chandra Hamzah & Bibit Samad Riyanto' yang diinisiasi Usman Yasin.
Dukungan terhadap grup ini pun luber. Melalui grup ini Facebooker menentang penahanan Bibit dan Chandra karena berkeyakinan keduanya tidak bersalah. Simpati masyarakat terhadap badan pemberantasan korupsi ini pun kian tinggi.
Sebaliknya, sentimen negatif masyarakat terhadap aparat kepolisian kian meluas. Perjuangan para Facebooker ini berbuah manis, yakni dibebaskannya kedua pimpinan KPK tersebut.
Gerakan sosial lain yang 'membonceng' Facebook adalah grup yang menyampaikan kekecewaannya terhadap Perusahaan Listrik Negara (PLN) akibat aksi pemadaman listrik yang terjadi di Jakarta beberapa waktu lalu.
Grup bernama 'PLN oh PLN' ini memberikan julukan baru bagi PLN, yakni 'Perusahaan Lilin Negara'. Namun gaung dari kelompok yang satu ini tidak seriuh kelompok Prita maupun Bibit-Chandra.
Belakangan, muncul juga gerakan 'Turunkan Patung Barack Obama di Taman Menteng'. Grup ini mempertanyakan jasa Obama bagi bangsa Indonesia sehingga perlu ada monumen di Taman Menteng.
"Apa visi dari pembangunan monumen Barack Obama? Adakah manfaatnya bagi masyarakat?" tanya grup yang diinisiasi oleh Heru Nugroho dan Daniel Rudi ini.
Grup ini menilai bahwa keberadaan patung Obama di Taman Menteng ini menginjak-injak kedaulatan bangsa Indonesia. Penggagas grup ini bahkan berniat untuk melakukan class action jika ajakan dialognya tidak diacuhkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan DPRD. Belum ada titik terang apakah gerakan ini akan membuahkan hasil seperti yang diinginkan kelompok tersebut.
Nah, yang agak nyleneh adalah gerakan sosial '(Jangan) Kumpulkan Koin untuk Manohara'. Kemunculan grup ini ini sepertinya hanya untuk mengolok-olok Manohara yang sempat menghebohkan pemberitaan di media massa karena perseteruannya dengan suaminya. Lihat saja deskripsi tentang pemilik akun ditulisi agar uang yang dikumpulkan tidak berupa uang recehan.
Facebook sebagai Kontrol Sosial
Masih ada banyak grup-grup sosial yang bermekaran di Facebook, khususnya di tahun 2009. Namun tidak semua grup-grup tersebut berhasil menarik banyak simpati dari pengguna Facebook.
Tentunya ada sejumlah faktor yang menentukan kesuksesan sebuah grup dalam menggalang dukungan. Misalnya, seberapa penting atau menariknya isu yang dibawa. Selain itu, kredibilitas si pengusung isu juga dapat mempengaruhi banyak sedikitnya dukungan yang diterima.
Melihat betapa powerful-nya Facebook dalam menggalang massa, maka setiap gerakan yang dilakukan di situs jejaring sosial ini tidak bisa dipandang remeh. Contohnya adalah gerakan Facebooker membela Prita Mulyasari maupun menolak penahanan Bibit-Chandra yang mampu mmpengaruhi kebijakan.
Di saat ada penyimpangan yang mungkin terjadi di negeri ini, orang dapat langsung menyampaikan aspirasinya melalui Facebook, baik untuk mendukung suatu kebijakan atau justru menentang suatu kebijakan. Terlepas dari sukses tidaknya sebuah grup menarik banyak dukungan pengguna Facebook, situs jejaring sosial ini dapat memainkan peran penting sebagai kontrol sosial.
Singkat kata, dengan kehadiran Facebook, lebih terbuka kesempatan bagi siapa pun untuk menjadi aktivis yang mengkritisi suatu permasalahan yang terjadi di sekeliling kita.
Tentunya kemudahan ini harus disikapi dengan bijaksana, jangan asal latah membuat grup di Facebook atau masuk menjadi anggota suatu grup tanpa memahami secara jelas isu yang diusung grup tersebut.
Jika di 2009 Facebook begitu bersinar, apakah di tahun 2010 Facebook akan tetap menjadi primadona? Kita lihat saja nanti!
( faw / wsh )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Demam Facebook pun ikut melanda pengguna internet di Indonesia. Menurut data yang dilansir checkfacebook.com, pengguna Facebook di Tanah Air mencapai angka nyaris 12 juta, tepatnya sekitar 11.759.980 user (data November 2009).
Tentu ada alasan tersendiri mengapa ada begitu banyak orang yang terbius dengan pesona situs jejaring sosial yang satu ini. Salah satunya adalah karena sifatnya yang interaktif, misalnya memungkinkan orang berinteraksi satu sama lain baik melalui fitur wall (pesan di dinding) maupun melalui fasilitas chatting.
Bukan hanya sebatas wadah pertemanan di dunia maya, Facebook juga dapat menjadi sarana untuk menggalang massa. Sebab, sangat mudah membuat maupun bergabung dengan suatu grup tertentu.
Dari Prita Hingga Manohara
Kemudahan membuat grup di Facebook dimanfaatkan untuk melakukan berbagai gerakan sosial. Jika biasanya untuk menginisiasi suatu gerakan sosial orang harus kasak-kusuk menghimpun massa dan melakukan tatap muka langsung, kini dapat dilakukan lewat Facebook. Melalui Facebook, orang yang tidak saling kenal bisa bersatu padu untuk menyuarakan suatu aspirasi demi mendobrak suatu kebijakan yang dinilai menyimpang.
Lewat Facebook, orang bisa begitu mudah menjadi aktivis, mengusung isu sosial, mempropagandakannya dan berharap mendapat banyak dukungan. Jelas ini lebih hemat tenaga dan hemat waktu.
Di tahun 2009, ada begitu banyak gerakan sosial yang digaungkan melalui Facebook dan sukses mendulang simpati publik di Indonesia.
Tentu masih segar di ingatan kita gerakan Facebooker di bulan Juni 2009 yang mendukung pembebasan Prita Mulyasari, salah seorang pasien Rumah Sakit OMNI yang dipenjara karena menulis surat keluhan melalui internet.
Prita, yang dituding telah melakukan pencemaran nama baik terhadap RS OMNI, rupanya menarik simpati banyak orang. Perjuangan grup 'DUKUNGAN BAGI IBU PRITA MULYASARI, PENULIS SURAT KELUHAN MELALUI INTERNET YANG DIPENJARA' terus berlanjut tatkala Pengadilan Tinggi Banten mengharuskan ibu dua anak itu membayar denda Rp 204 juta.
Vonis denda itu membuahkan grup dan gerakan yang lebih fresh bertajuk 'Koin untuk Prita'. Hasilnya gemilang, banyak masyarakat yang tersentuh dan bergabung dengan grup ini lalu mengumpulkan koin untuk membantu Prita. Bahkan pihak RS OMNI pun berniat mencabut gugatan perdatanya terhadap Prita Mulyasari.
Gerakan yang juga menggeliat di Facebook adalah 'Gerakan 1.000.000 Facebookers Dukung Chandra Hamzah & Bibit Samad Riyanto' yang diinisiasi Usman Yasin.
Dukungan terhadap grup ini pun luber. Melalui grup ini Facebooker menentang penahanan Bibit dan Chandra karena berkeyakinan keduanya tidak bersalah. Simpati masyarakat terhadap badan pemberantasan korupsi ini pun kian tinggi.
Sebaliknya, sentimen negatif masyarakat terhadap aparat kepolisian kian meluas. Perjuangan para Facebooker ini berbuah manis, yakni dibebaskannya kedua pimpinan KPK tersebut.
Gerakan sosial lain yang 'membonceng' Facebook adalah grup yang menyampaikan kekecewaannya terhadap Perusahaan Listrik Negara (PLN) akibat aksi pemadaman listrik yang terjadi di Jakarta beberapa waktu lalu.
Grup bernama 'PLN oh PLN' ini memberikan julukan baru bagi PLN, yakni 'Perusahaan Lilin Negara'. Namun gaung dari kelompok yang satu ini tidak seriuh kelompok Prita maupun Bibit-Chandra.
Belakangan, muncul juga gerakan 'Turunkan Patung Barack Obama di Taman Menteng'. Grup ini mempertanyakan jasa Obama bagi bangsa Indonesia sehingga perlu ada monumen di Taman Menteng.
"Apa visi dari pembangunan monumen Barack Obama? Adakah manfaatnya bagi masyarakat?" tanya grup yang diinisiasi oleh Heru Nugroho dan Daniel Rudi ini.
Grup ini menilai bahwa keberadaan patung Obama di Taman Menteng ini menginjak-injak kedaulatan bangsa Indonesia. Penggagas grup ini bahkan berniat untuk melakukan class action jika ajakan dialognya tidak diacuhkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan DPRD. Belum ada titik terang apakah gerakan ini akan membuahkan hasil seperti yang diinginkan kelompok tersebut.
Nah, yang agak nyleneh adalah gerakan sosial '(Jangan) Kumpulkan Koin untuk Manohara'. Kemunculan grup ini ini sepertinya hanya untuk mengolok-olok Manohara yang sempat menghebohkan pemberitaan di media massa karena perseteruannya dengan suaminya. Lihat saja deskripsi tentang pemilik akun ditulisi agar uang yang dikumpulkan tidak berupa uang recehan.
Facebook sebagai Kontrol Sosial
Masih ada banyak grup-grup sosial yang bermekaran di Facebook, khususnya di tahun 2009. Namun tidak semua grup-grup tersebut berhasil menarik banyak simpati dari pengguna Facebook.
Tentunya ada sejumlah faktor yang menentukan kesuksesan sebuah grup dalam menggalang dukungan. Misalnya, seberapa penting atau menariknya isu yang dibawa. Selain itu, kredibilitas si pengusung isu juga dapat mempengaruhi banyak sedikitnya dukungan yang diterima.
Melihat betapa powerful-nya Facebook dalam menggalang massa, maka setiap gerakan yang dilakukan di situs jejaring sosial ini tidak bisa dipandang remeh. Contohnya adalah gerakan Facebooker membela Prita Mulyasari maupun menolak penahanan Bibit-Chandra yang mampu mmpengaruhi kebijakan.
Di saat ada penyimpangan yang mungkin terjadi di negeri ini, orang dapat langsung menyampaikan aspirasinya melalui Facebook, baik untuk mendukung suatu kebijakan atau justru menentang suatu kebijakan. Terlepas dari sukses tidaknya sebuah grup menarik banyak dukungan pengguna Facebook, situs jejaring sosial ini dapat memainkan peran penting sebagai kontrol sosial.
Singkat kata, dengan kehadiran Facebook, lebih terbuka kesempatan bagi siapa pun untuk menjadi aktivis yang mengkritisi suatu permasalahan yang terjadi di sekeliling kita.
Tentunya kemudahan ini harus disikapi dengan bijaksana, jangan asal latah membuat grup di Facebook atau masuk menjadi anggota suatu grup tanpa memahami secara jelas isu yang diusung grup tersebut.
Jika di 2009 Facebook begitu bersinar, apakah di tahun 2010 Facebook akan tetap menjadi primadona? Kita lihat saja nanti!
( faw / wsh )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga
Berita Terbaru
Index »
-
Sabtu, 26/05/2012 12:48 WIB
Karyawan Yahoo Ramai-ramai Puji Axis di App Store
-
Jumat, 25/05/2012 18:07 WIB
Google+ Ingin Curi 'Mahkota' Flickr?
-
Jumat, 25/05/2012 17:21 WIB
Warga Twitter Puji Dedikasi 'Satpam Digital'
-
Jumat, 25/05/2012 16:45 WIB
Tweet Satpam IPB Sebelum Ditembak: Hati-hati Curanmor di Kampus
-
Jumat, 25/05/2012 14:57 WIB
Google Didesak Tutup Keran Download Ilegal
-
Jumat, 25/05/2012 13:48 WIB
Napak Tilas Perjalanan Awal Facebook
-
Jumat, 25/05/2012 09:03 WIB
Lucu! Pencuri iPhone Kirim Foto Dirinya ke Facebook Korban
-
Jumat, 25/05/2012 08:51 WIB
BMW Punya 10 Juta Fans di Facebook
- Sabtu, 26/05/2012 17:54 WIB
Tablet Google Dipamerkan Bulan Depan
- Sabtu, 26/05/2012 12:48 WIB
Karyawan Yahoo Ramai-ramai Puji Axis di App Store
- Jumat, 25/05/2012 10:51 WIB
Nasib BlackBerry Messenger Suram?
- Sabtu, 26/05/2012 10:27 WIB
Sensor 16 MP OmniVision Mampu Rekam Video 4K
- Sabtu, 26/05/2012 13:19 WIB
Siri Dibenamkan di OS X Mountain Lion?
- Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
- Sabtu, 26/05/2012 15:36 WIB
Rumor: FIFA 2013 'Kick-off' September 2012
- Jumat, 25/05/2012 09:03 WIB
Lucu! Pencuri iPhone Kirim Foto Dirinya ke Facebook Korban
- Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
-
219 Komentar
-
84 Komentar
-
77 Komentar
-
64 Komentar
-
63 Komentar
-
57 Komentar
-
54 Komentar
-
48 Komentar
-
45 Komentar
Pro Kontra
Index »
Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?
Pro
Kontra
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message



.jpg)
