detikinet

Bos Baru Microsoft

Tak Pilih Orang TI, Microsoft Salah Tunjuk?

Ardhi Suryadhi - detikinet
Kamis, 17/12/2009 14:09 WIB

Ilustrasi (Ist.)

Jakarta - Microsoft Indonesia akhirnya memiliki presiden direktur baru selepas ditinggal Tony Chen. Namun yang sedikit mengherankan, sang pengganti -- Sutanto Hartono -- bukanlah nama yang cukup dikenal di industri TI Tanah Air.

Jika ditilik dari latar belakang karirnya, Sutanto justru lebih dekat dengan industri media dan bisnis musik. Ia bergabung dengan Microsoft Indonesia setelah memimpin jaringan penyiaran dan pertelevisian Rajawali Citra Televisi Indonesia (RCTI), di mana ia menjadi CEO sejak 2008 dan Managing Director tahun 2003.

Selain itu, sebelum berkarir di RCTI, Sutanto mendirikan Sony Music Entertainment di Indonesia dan menjadi Senior Vice President di Asia Tenggara. Hal ini merupakan perubahan dari bidang yang digeluti sebelumnya sebagai Senior Associate, sebuah grup pelayanan finansial untuk Booz Allen Hamilton, Asia Tenggara.

Tentu jika dibandingkan, latar belakang karir Sutanto dan Tony Chen jelas berbeda. Sebab, ketika sebelum mengisi posisi puncak di Microsoft Indonesia, Tony telah cukup makan asam garam di dunia TI Indonesia. Berbeda dengan Sutanto yang datang dari dunia berbeda.

Pun demikian, Microsoft pasti punya pertimbangan tersendiri dalam memutuskan memilih Sutanto untuk menjadi nakhoda produsen software raksasa itu di Indonesia. Bahkan pernah dikatakan, Microsoft regional sampai perlu membentuk tim khusus demi meramu dan menyeleksi para calon untuk mengisi posisi penting tersebut.

Menanggapi hal di atas, pihak Microsoft Indonesia yang diwakili PR Manager Mona Monika menanggapinya dengan santai. Ia pun coba mengambil hikmah dari penunjukan bos barunya tersebut.

"Melihat kapasitas dari Sutanto Hartono yang berangkat dari dunia konsultasi finansial, untuk kemudian membangun Sony Music di Indonesia dan prestasi besarnya dalam mengembangkan bisnis media melalu grup MNC, kami positif dapat memberikan sudut pandang dan strategi baru dalam pengembangan bisnis serta pertumbuhan kemitraan Microsoft di Indonesia," tuturnya kepada detikINET, Kamis (17/12/2009).

Bahkan, Microsoft sudah berancang-ancang mengusung strategi baru setelah memiliki bos baru. Yakni ingin menawarkan perspektif baru dengan memanfaatkan pengalaman Sutanto di bidang media dan bisnis musik.

Sutanto sendiri merupakan penyandang gelar Bachelor of Science, Chemical Engineering dari University of Notre Dame, Indiana dan MBA dalam Marketing dan Finance dari University of California, Berkeley. Ia akan memulai karirnya secara resmi di Microsoft pada akhir Januari 2010.

Palu sudah diketuk, jadi kini kita tunggu saja sepak terjang Sutanto dalam menaklukkan geliat industri TI Indonesia!
( ash / faw )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Berita Terbaru Index »
    Pro Kontra Index »

    Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

    Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
    Pro
    50%
    Kontra
    50%