Berita Utama
-
Jumat, 25/05/2012 17:21 WIB
Warga Twitter Puji Dedikasi 'Satpam Digital'
-
Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
-
Jumat, 25/05/2012 15:19 WIB
5 Casing iPhone yang Punya 'Gigi' Pembuka Botol
-
Jumat, 25/05/2012 11:19 WIB
I Made Wiryana, Anak Band yang Jadi 'Cyber Paspampres'
-
Jumat, 25/05/2012 12:52 WIB
Mencicipi Facebook Camera: Instagram ala Facebook
-
Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
-
Kamis, 24/05/2012 15:37 WIB
Negara Mana 'Raja' Internet ASEAN?
-
Kamis, 24/05/2012 12:12 WIB
5 'Nenek Moyang' Smartphone Android
-
Kamis, 24/05/2012 11:15 WIB
Waspadai Email Palsu dari 'Facebook'
Ponsel Google Bisa Jadi 'Senjata Makan Tuan'
Rabu, 16/12/2009 13:36 WIB

Ilustrasi (pocketlink)
San Francisco - Google diduga kuat segera merilis ponsel produksi sendiri, Nexus One. Namun beberapa analis menilai langkah ini bisa jadi 'senjata makan tuan', karena mencederai strategi besar Google memperluas layanan mobile webnya, jika mereka memilih bersaing langsung dengan produsen ponsel yang memakai sistem operasi Android.
Kesuksesan besar Google di ranah mobile terutama berasal dari ponsel yang memakai layanan dan pencarian webnya, yang saat ini didorong ponsel Android. Hal ini bisa terganggu jika Google menawarkan ponsel yang justru berkompetisi dengan sesama vendor ponsel Android.
Padahal, Google sebenarnya telah sukses menarik vendor ponsel memakai Android di antaranya HTC, Samsung, Motorola sampai Sony Ericsson, yang berarti memperluas cengkraman bisnis onlinenya. Nah, mereka berpotensi kecewa dengan langkah Google membuat ponsel tandingan, yang mungkin akan membuat mereka rugi.
Menanggapi hal itu, Todd Greenwald, analis dari signal Hill Group menilai Google mungkin siap menanggung segala risiko. Dengan aset sangat besar, Google mungkin menilai bisa berdiri sendiri jika nanti banyak vendor ponsel mundur mengadopsi Android.
Dilansir Reuters dan dikutip detikINET, Rabu (16/12/2009), terdapat pertanyaan mengapa Google masuk bisnis ponsel yang ketat, sementara mereka tak berpengalaman. Mungkin, Google ingin menghantam Apple yang iPhonenya masih perkasa meski dikeroyok ponsel Android. Namun bedanya, Apple memang telah lama berkecimpung di bisnis hardware.
Perlu dicatat, bisnis hardware sangatlah berisiko. Jika dibandingkan dengan profit besar Google dari bisnis online, produsen hardware biasanya hanya meraih margin untung kecil, bahkan sewaktu-waktu bisa terganggu oleh suplai berlebih atau kelangkaan barang.
"Kurangnya pengalaman Google di bisnis perangkat keras kemungkinan membuat mereka sulit melaju hanya dengan mengandalkan desain semata," tukas John Jackson, analis di CSS Insight. Ia memprediksi Google akan melakukan inovasi tertentu untuk memenangkan konsumen. Konon, ponsel Google bakal dirilis pada awal tahun 2010.
( fyk / faw )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Kesuksesan besar Google di ranah mobile terutama berasal dari ponsel yang memakai layanan dan pencarian webnya, yang saat ini didorong ponsel Android. Hal ini bisa terganggu jika Google menawarkan ponsel yang justru berkompetisi dengan sesama vendor ponsel Android.
Padahal, Google sebenarnya telah sukses menarik vendor ponsel memakai Android di antaranya HTC, Samsung, Motorola sampai Sony Ericsson, yang berarti memperluas cengkraman bisnis onlinenya. Nah, mereka berpotensi kecewa dengan langkah Google membuat ponsel tandingan, yang mungkin akan membuat mereka rugi.
Menanggapi hal itu, Todd Greenwald, analis dari signal Hill Group menilai Google mungkin siap menanggung segala risiko. Dengan aset sangat besar, Google mungkin menilai bisa berdiri sendiri jika nanti banyak vendor ponsel mundur mengadopsi Android.
Dilansir Reuters dan dikutip detikINET, Rabu (16/12/2009), terdapat pertanyaan mengapa Google masuk bisnis ponsel yang ketat, sementara mereka tak berpengalaman. Mungkin, Google ingin menghantam Apple yang iPhonenya masih perkasa meski dikeroyok ponsel Android. Namun bedanya, Apple memang telah lama berkecimpung di bisnis hardware.
Perlu dicatat, bisnis hardware sangatlah berisiko. Jika dibandingkan dengan profit besar Google dari bisnis online, produsen hardware biasanya hanya meraih margin untung kecil, bahkan sewaktu-waktu bisa terganggu oleh suplai berlebih atau kelangkaan barang.
"Kurangnya pengalaman Google di bisnis perangkat keras kemungkinan membuat mereka sulit melaju hanya dengan mengandalkan desain semata," tukas John Jackson, analis di CSS Insight. Ia memprediksi Google akan melakukan inovasi tertentu untuk memenangkan konsumen. Konon, ponsel Google bakal dirilis pada awal tahun 2010.
( fyk / faw )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga
Berita Terbaru
Index »
-
Kamis, 24/05/2012 17:29 WIB
Modal Pas-pasan, Tantangan Start Up Lokal
-
Kamis, 24/05/2012 15:11 WIB
Bos Sales BlackBerry Mengundurkan Diri
-
Kamis, 24/05/2012 10:31 WIB
27 Ribu Karyawan HP akan Di-PHK
-
Rabu, 23/05/2012 20:11 WIB
Operator-Vendor Kolaborasi Kembangkan Mobile Cloud
-
Rabu, 23/05/2012 18:09 WIB
Telkom Kucurkan USD 10 Juta Kembangkan Cloud
-
Rabu, 23/05/2012 17:08 WIB
Penyelenggara Cloud Wajib Bangun Data Center di Indonesia
-
Rabu, 23/05/2012 12:52 WIB
UKM Belum Melek Cloud Computing
-
Rabu, 23/05/2012 10:10 WIB
Motorola Resmi Jadi Milik Google
- Jumat, 25/05/2012 10:51 WIB
Nasib BlackBerry Messenger Suram?
- Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
- Jumat, 25/05/2012 09:03 WIB
Lucu! Pencuri iPhone Kirim Foto Dirinya ke Facebook Korban
- Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
- Jumat, 25/05/2012 13:23 WIB
Android Makin Kuasai Dunia
- Jumat, 25/05/2012 11:19 WIB
Sosok
I Made Wiryana, Anak Band yang Jadi 'Cyber Paspampres'
- Jumat, 25/05/2012 16:46 WIB
Pengakses Internet Masih Banyak dari Nokia
- Jumat, 25/05/2012 11:40 WIB
RIM Bantah Abaikan BlackBerry Messenger
- Jumat, 25/05/2012 14:57 WIB
Google Didesak Tutup Keran Download Ilegal
-
198 Komentar
-
84 Komentar
-
75 Komentar
-
67 Komentar
-
63 Komentar
-
63 Komentar
-
54 Komentar
-
53 Komentar
-
48 Komentar
Pro Kontra
Index »
Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?
Pro
Kontra
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message



.jpg)

