detikinet

Layanan Seks Online Booming di Malaysia

Fino Yurio Kristo - detikinet
Rabu, 16/12/2009 07:40 WIB

ilustrasi (ist)

Kuala Lumpur - Layanan seks online dilaporkan tengah booming di Malaysia. Banyak situs internet baru yang dibuat para pebisnis esek-esek di negeri tetangga itu demi menarik pelanggan. Sebagian situs menyediakan pilihan layanan seks komersil dengan wanita cantik dari Asia.

Informasi dan gambar dari sekitar 1000 pekerja seks asal Thailand, China, Thailand, China, Hong Kong, Taiwan, Singapura, Vietnam, Filipina dan bahkan dari Indonesia, katanya terpampang jelas di situ.

detikINET kutip dari ThaiIndian, Rabu (16/12/2009), wanita yang dipajang di etalase online ini umumnya masih cukup muda, dengan usia antara 17 tahun sampai 35 tahun.

Transaksi bawah perut secara online ini disebutkan, bisa dilakukan dengan kisaran harga 180 ringgit sampai 2400 ringgit, atau sekitar Rp 480 ribu sampai Rp 6 juta, untuk maksimum booking selama enam jam.

Jika para pria hidung belang berminat, beberapa situs bahkan dilaporkan menyediakan pula gadis di bawah umur, atau wanita asing dengan harga booking yang tentunya lebih tinggi.

Aparat setempat tentu tak tinggal diam melihat fenomena ini dan segera melakukan investigasi. Azam Abdul Hamid dari kepolisian wilayah Penang Timur mengungkap bahwa beberapa website prostitusi itu telah terindentifikasi dibuat oleh sindikat kriminal lokal.




( fyk / rou )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Pro Kontra Index »

    Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

    Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
    Pro
    50%
    Kontra
    50%