detikinet

Google Kawal Perang Lawan Penggundul Hutan

Fransiska Ari Wahyu - detikinet
Jumat, 11/12/2009 12:25 WIB

pembalakan hutan (ist)

San Fransisco - Aksi illegal logging atau penebangan hutan secara liar kian merajelela. Pengrusakan hutan ini tentu membawa berbagai dampak yang merugikan, seperti bencana tanah longsor, banjir, kepunahan aneka ragam hayati, kabut asap, meningkatnya emisi global dan sebagainya.

Berangkat dari keprihatinan akan semakin gundulnya hutan di muka bumi ini, raksasa Google menghadirkan sebuah tool yang akan membantu para peneliti serta pecinta lingkungan mengawasi kondisi hutan melalui internet.

Pihak Google berharap teknologi ini dapat membantu menghentikan pengrusakan hutan di dunia. Kehadiran teknologi ini akan membantu para peneliti menganalisa data pencitraan satelit dan mengolah informasi seperti lokasi dan pengukuran luasnya pengrusakan serta jika ada regenerasi hutan.

Sistem ini dihosting di Google cloud, dan memiliki kemampuan untuk menampilkan pengrusakan hutan yang terjadi, dalam hitungan detik. Jadi, jika terjadi pembalakan hutan, dapat segera diketahui dan sesegera mungkin dihentikan.

Dikutip detikINET dari AFP, Jumat (11/12/2009) prototipe teknologi ini ditampilkan Google di Konferensi Perubahan Iklin di Kopenhagen. Teknologi tersebut kini tengah diuji coba oleh rekanan Google dan akan nantinya akan tersedia sebagai layanan non profit.
( faw / fyk )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Pro Kontra Index »

    Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

    Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
    Pro
    50%
    Kontra
    50%