detikinet

Bos EA Sambut Pembajak Game

Wicak Hidayat - detikinet
Kamis, 10/12/2009 15:53 WIB

Screenshot Dragon Age: Origins (krs/inet)

Jakarta - CEO Electronic Arts rupanya tidak terlalu alergi dengan maraknya pembajakan game. Bahkan, ia menyambut para pembajak dengan strategi yang menurutnya tetap menguntungkan.

John Riccitiello, CEO EA, mengatakan pembajakan yang marak dapat diatasi dengan menyediakan konten tambahan bagi game. Konten yang dikenal dengan istilah Downloadable Content (DLC) ini menurut Riccitiello sangat populer di kalangan pemain.

"Konsumen rupanya suka dengan adanya hal-hal ekstra. Mereka ingin mendapatkan lebih banyak lagi, dan ketika Anda memberikan atau menjualnya mereka ternyata sangat suka," kata Riccitiello seperti dikutip detikINET dari Kotaku, Kamis (10/12/2009).

Bahkan, Riccitiello mengaku melihat potensi pasar yang cukup besar dari gamer yang membeli produk bajakan maupun game di pasar bekas. Menurutnya, orang yang tak mau membayar penuh untuk sebuah game yang belum mereka coba mungkin akan mau membeli DLC yang relatif lebih murah. EA Download Manager dikatakan tak akan membedakan antara pembeli DLC yang menggunakan game bajakan dengan yang menggunakan game asli.

Dragon Age: Origins, salah satu game EA yang populer, dikatakan telah meraup hingga satu juta unit DLC dalam minggu pertama saja. "Mereka bisa mencuri disc-nya, tapi mereka tak bisa mencuri DLC-nya," ujar Riccitiello.
( wsh / wsh )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Berita Terbaru Index »
    Pro Kontra Index »

    Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

    Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
    Pro
    50%
    Kontra
    50%