detikinet

China Bayar Netter untuk Buru Situs Porno

Fransiska Ari Wahyu - detikinet
Senin, 07/12/2009 11:41 WIB

pengguna internet (ist)

Beijing - Pemerintah China memiliki cara tersendiri untuk melibatkan warga negaranya dalam pemberantasan pornografi. Caranya dengan mengiming-imingi imbalan hingga 10 ribu yuan (sekitar US$ 1.465 atau Rp 13 jutaan) bagi pengguna internet (netter) yang melaporkan keberadaan suatu situs porno.

Rupanya iming-iming ini cukup menggiurkan, terbukti dalam 24 jam pertama, layanan hotline yang dibuka lembaga Internet Illegal Information Reporting Centre telah dibanjiri lebih dari 500 panggilan telepon dan 13 ribu tips online.

Internet Illegal Information Reporting Centre ini memburu situs-situs yang dinilai mengandung konten tak pantas atau mengiklankan produk seks.

Dikutip detikINET dari AFP, Senin (7/12/2009), imbalan yang akan dihadiahkan bagi para pelapor bernilai antara 1000-10.000 yuan, dan akan diberikan kepada pelapor pertama dari setiap situs porno.

Selama ini China memang tidak main-main dalam urusan membasmi konten pornografi. Sejumlah situs mesum telah dibungkam China beberapa waktu lalu. Bahkan China pernah 'menggertak' situs raksasa seperti Google dan Baidu karena dinilai mengandung konten porno yang dapat merusak moral generasi muda.
( faw / fyk )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Pro Kontra Index »

    Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

    Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
    Pro
    50%
    Kontra
    50%