Berita Utama
-
Jumat, 25/05/2012 17:21 WIB
Warga Twitter Puji Dedikasi 'Satpam Digital'
-
Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
-
Jumat, 25/05/2012 15:19 WIB
5 Casing iPhone yang Punya 'Gigi' Pembuka Botol
-
Jumat, 25/05/2012 11:19 WIB
I Made Wiryana, Anak Band yang Jadi 'Cyber Paspampres'
-
Jumat, 25/05/2012 12:52 WIB
Mencicipi Facebook Camera: Instagram ala Facebook
-
Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
-
Kamis, 24/05/2012 15:37 WIB
Negara Mana 'Raja' Internet ASEAN?
-
Kamis, 24/05/2012 12:12 WIB
5 'Nenek Moyang' Smartphone Android
-
Kamis, 24/05/2012 11:15 WIB
Waspadai Email Palsu dari 'Facebook'
Rekam Medis Online Masih Sebatas Cita-cita
Selasa, 01/12/2009 16:05 WIB

(capitalhealth)
Jakarta - Data rekam medis pasien di Indonesia masih dalam bentuk kertas dan terpisah-pisah di rumah sakit mana pasien berobat. Sistem rekam medis online yang dicita-citakan bisa mempermudah pelayanan kesehatan ternyata masih memiliki banyak hambatan.
Rekam medis online ini baru diujicobakan di Puskesmas Pasundan dan Puskesmas Banjar di Bandung. Ternyata didapatkan koneksi yang bagus dan kedua puskesmas ini bisa saling berbagi informasi mengenai kondisi kesehatan dari pasien yang berobat di kedua puskesmas tersebut.
Uji coba 2 puskesmas itu baru tahap awal karena di Indonesia saja ada sekitar 8.000 lebih puskesmas sehingga masih jauh dari cita-cita integrasi e-Health di Indonesia. Belum lagi melangkah ke rumah sakit yang jumlahnya juga mencapai ribuan.
Peneliti dari Institut Teknologi Bandung (ITB) yang bekerja sama dengan peneliti dari Australia National University (ANU) berhasil menciptakan sistem rekam medis online yang sharable dan longitudinal berbasis openEHR (Electronic Health Record). Sistem ini mampu menyimpan riwayat kesehatan seseorang sejak orang tersebut lahir, sehingga diharapkan bisa mengurangi kesalahan medis (medical error).
"Dengan adanya elektronik ini seseorang bisa memiliki riwayat kesehatan yang lengkap sehingga datanya lebih akurat. Riwayat kesehatan yang bisa dikirim berupa teks, sinyal EEG atau sinyal lainnya dan bisa juga berupa gambar seperti rontgen," ujar Prof Tati Rajab Mengko dari ITB, dalam acara jumpa pers "Rekam Medis yang Sharable dan Longitudinal untuk mendukung E-Health di Indonesia" di Warung Daun, Cikini, Selasa (1/12/2009).
Prof Tati menambahkan rekam medis itu sendiri menyangkut kondisi pasien, hasil laboratorium serta riwayat penyakit pasien itu sendiri. Penelitian mengenai rekam medis elektronik ini telah berjalan selama 3 tahun sejak tahun 2006.
Mantan Ketua IDI Fachmi Idris juga memberikan apresiasi tinggi atas hasil penelitian ini yang berhasil menciptakan sistem untuk membuat rekam medis secara online.
Tapi hasil ini belum bisa diterapkan karena masih memiliki beberapa hambatan seperti sistem pelayanan kesehatan yang masih belum bagus.
"Sistem pelayanan kesehatan disini harus diperbaiki dulu baru teknologi ini bisa diterapkan, karena kalau belum diperbaiki teknologi ini tidak akan terlalu berguna," ujar Fachmi.
Lebih lanjut Fachmi menambahkan, prinsip dari sharable ini harus memenuhi tiga hal yaitu privacy (privasi), security (jaminan keamanan) dan confidentiality (kerahasiaan) serta tetap tidak melanggar hak-hak dari pasien itu sendiri.
Karena pasien memiliki hak untuk mendapatkan semua informasi kesehatan mengenai dirinya dengan pengecualian informasi ini dapat ditahan oleh dokter jika informasi tersebut bisa berdampak buruk pada kesehatan pasien. Informasi kesehatan bisa dipublikasikan jika pasien menyetujui dan pasien juga memiliki hak untuk tidak memberikan informasi kesehatan kepada siapapun.
"Kalau prinsip longitudinal itu penting agar riwayat kesehatan orang tersebut dari lahir hingga kini masih tersimpan dengan baik sedangkan untuk prinsip sharable sebaiknya harus memiliki sistem rujukan yang baik dan tentukan batas-batas dari share data itu sendiri," tambahnya.
Jika rekam medis online ini akan diterapkan maka dibutuhkan undang-undang dan regulasi khusus dengan tetap menjaga etika serta prinsip normatif dan konservatif profesi kedokteran. Namun, jika bisa berhasil diterapkan di Indonesia diharapkan dapat memperbaiki dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Indonesia.
( ver / faw )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Rekam medis online ini baru diujicobakan di Puskesmas Pasundan dan Puskesmas Banjar di Bandung. Ternyata didapatkan koneksi yang bagus dan kedua puskesmas ini bisa saling berbagi informasi mengenai kondisi kesehatan dari pasien yang berobat di kedua puskesmas tersebut.
Uji coba 2 puskesmas itu baru tahap awal karena di Indonesia saja ada sekitar 8.000 lebih puskesmas sehingga masih jauh dari cita-cita integrasi e-Health di Indonesia. Belum lagi melangkah ke rumah sakit yang jumlahnya juga mencapai ribuan.
Peneliti dari Institut Teknologi Bandung (ITB) yang bekerja sama dengan peneliti dari Australia National University (ANU) berhasil menciptakan sistem rekam medis online yang sharable dan longitudinal berbasis openEHR (Electronic Health Record). Sistem ini mampu menyimpan riwayat kesehatan seseorang sejak orang tersebut lahir, sehingga diharapkan bisa mengurangi kesalahan medis (medical error).
"Dengan adanya elektronik ini seseorang bisa memiliki riwayat kesehatan yang lengkap sehingga datanya lebih akurat. Riwayat kesehatan yang bisa dikirim berupa teks, sinyal EEG atau sinyal lainnya dan bisa juga berupa gambar seperti rontgen," ujar Prof Tati Rajab Mengko dari ITB, dalam acara jumpa pers "Rekam Medis yang Sharable dan Longitudinal untuk mendukung E-Health di Indonesia" di Warung Daun, Cikini, Selasa (1/12/2009).
Prof Tati menambahkan rekam medis itu sendiri menyangkut kondisi pasien, hasil laboratorium serta riwayat penyakit pasien itu sendiri. Penelitian mengenai rekam medis elektronik ini telah berjalan selama 3 tahun sejak tahun 2006.
Mantan Ketua IDI Fachmi Idris juga memberikan apresiasi tinggi atas hasil penelitian ini yang berhasil menciptakan sistem untuk membuat rekam medis secara online.
Tapi hasil ini belum bisa diterapkan karena masih memiliki beberapa hambatan seperti sistem pelayanan kesehatan yang masih belum bagus.
"Sistem pelayanan kesehatan disini harus diperbaiki dulu baru teknologi ini bisa diterapkan, karena kalau belum diperbaiki teknologi ini tidak akan terlalu berguna," ujar Fachmi.
Lebih lanjut Fachmi menambahkan, prinsip dari sharable ini harus memenuhi tiga hal yaitu privacy (privasi), security (jaminan keamanan) dan confidentiality (kerahasiaan) serta tetap tidak melanggar hak-hak dari pasien itu sendiri.
Karena pasien memiliki hak untuk mendapatkan semua informasi kesehatan mengenai dirinya dengan pengecualian informasi ini dapat ditahan oleh dokter jika informasi tersebut bisa berdampak buruk pada kesehatan pasien. Informasi kesehatan bisa dipublikasikan jika pasien menyetujui dan pasien juga memiliki hak untuk tidak memberikan informasi kesehatan kepada siapapun.
"Kalau prinsip longitudinal itu penting agar riwayat kesehatan orang tersebut dari lahir hingga kini masih tersimpan dengan baik sedangkan untuk prinsip sharable sebaiknya harus memiliki sistem rujukan yang baik dan tentukan batas-batas dari share data itu sendiri," tambahnya.
Jika rekam medis online ini akan diterapkan maka dibutuhkan undang-undang dan regulasi khusus dengan tetap menjaga etika serta prinsip normatif dan konservatif profesi kedokteran. Namun, jika bisa berhasil diterapkan di Indonesia diharapkan dapat memperbaiki dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Indonesia.
( ver / faw )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga
Berita Terbaru
Index »
-
Jumat, 25/05/2012 17:21 WIB
Warga Twitter Puji Dedikasi 'Satpam Digital'
-
Jumat, 25/05/2012 16:45 WIB
Tweet Satpam IPB Sebelum Ditembak: Hati-hati Curanmor di Kampus
-
Jumat, 25/05/2012 14:57 WIB
Google Didesak Tutup Keran Download Ilegal
-
Jumat, 25/05/2012 13:48 WIB
Napak Tilas Perjalanan Awal Facebook
-
Jumat, 25/05/2012 09:03 WIB
Lucu! Pencuri iPhone Kirim Foto Dirinya ke Facebook Korban
-
Jumat, 25/05/2012 08:51 WIB
BMW Punya 10 Juta Fans di Facebook
-
Jumat, 25/05/2012 08:28 WIB
Facebook Tak Berdaya Lawan Faceporn
-
Kamis, 24/05/2012 21:06 WIB
Yahoo Axis, Ketika Browser & Mesin Pencari Bergabung
- Jumat, 25/05/2012 10:51 WIB
Nasib BlackBerry Messenger Suram?
- Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
- Jumat, 25/05/2012 09:03 WIB
Lucu! Pencuri iPhone Kirim Foto Dirinya ke Facebook Korban
- Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
- Jumat, 25/05/2012 13:23 WIB
Android Makin Kuasai Dunia
- Jumat, 25/05/2012 11:19 WIB
Sosok
I Made Wiryana, Anak Band yang Jadi 'Cyber Paspampres'
- Jumat, 25/05/2012 16:46 WIB
Pengakses Internet Masih Banyak dari Nokia
- Jumat, 25/05/2012 11:40 WIB
RIM Bantah Abaikan BlackBerry Messenger
- Jumat, 25/05/2012 14:57 WIB
Google Didesak Tutup Keran Download Ilegal
-
198 Komentar
-
83 Komentar
-
75 Komentar
-
66 Komentar
-
63 Komentar
-
63 Komentar
-
54 Komentar
-
53 Komentar
-
48 Komentar
Pro Kontra
Index »
Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?
Pro
Kontra
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message



.jpg)


