detikinet

Layanan 3G Marak, Pornografi Merebak

Fino Yurio Kristo - detikinet
Kamis, 26/11/2009 13:13 WIB

Ilustrasi (ist)

Beijing - Diluncurkannya layanan akses data kecepatan tinggi 3G di China ternyata membawa konsekuensi tersendiri, yakni melonjaknya pornografi ponsel. Pemerintah setempat pun melancarkan aksi razia pemberantasan layanan konten mesum untuk ponsel.

China mengeluarkan lisensi 3G pada 3 operator awal tahun ini. Semenjak itu, pengguna 3G di negeri Tirai Bambu menanjak. Namun sisi negatifnya, cepatnya akses 3G mendorong gejala peralihan layanan porno dari komputer ke ponsel.

Razia website ponsel mesum ini rencananya akan berlangsung sampai akhir tahun 2009 ini. Beberapa waktu lampau, negeri berideologi komunis ini juga sudah menutup ribuan situs WAP porno dan menahan beberapa pelaku pembuat situs.

"Orang yang tak mematuhi hukum mulai memakai layanan komersial 3G dengan kecepatan download-nya, untuk menyebarkan konten pornografi," ucap Su Jinsheng, teknisi di kementerian Teknologi Informasi China.

Pornografi memang ilegal di China karena dinilai merusak moral kaum muda dan nilai budaya setempat. Bahkan kadang, otoritas setempat tak segan memblokir layanan dari raksasa internet seperti Google, terkait tudingan menebar pornografi via mesin carinya.

Dilansir PCWorld dan dikutip detikINET, Kamis (26/11/2009), China sesungguhnya merilis layanan 3G demi ambisinya menjadi raksasa teknologi global.
( fyk / faw )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Pro Kontra Index »

    Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

    Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
    Pro
    50%
    Kontra
    50%