detikinet

Akusisi Kartu Seluler Indosat Hanya 1:7

Achmad Rouzni Noor II - detikinet
Selasa, 24/11/2009 19:10 WIB

Indosat (ist)

Jakarta - Dari 60 juta nomor kartu prabayar seluler yang dilempar ke pasar oleh Indosat sepanjang tahun 2009 ini, ternyata hanya 8,5 juta nomor yang berhasil kembali diakusisi menjadi pelanggannya.

"Sebagian jadi pelanggan sebagian tidak. Perbandingannya satu banding tujuh," kata Chief Marketing Officer Indosat, Guntur Siboro, di kantor pusat Indosat, Jakarta, Selasa (24/11/2009).

Alhasil, Indosat yang selama enam bulan pertama tahun ini menghanguskan lebih dari enam juta pelanggan, belum bisa mengembalikan posisi 33,3 juta pelanggan yang telah diraih akhir 2008 lalu. Kata Guntur, pelanggan Indosat saat ini baru 28,7 juta.

"Kenapa (pelanggan yang hilang) harus direbut kembali kalau tidak menguntungkan secara bisnis. Kita ini mencari revenue karena kita perusahaan public listed," ujar dia.

Indosat sendiri mengaku tak mau mengikuti jejak pesaingnya dalam memasarkan kartu perdana dengan harga murah. Menurut Guntur, Indosat akan memasarkan kartu perdana dengan harga yang lebih tinggi dari pada nilai pulsa awal yang ditawarkan.

"Jadi bagi pelanggan yang suka gonta-ganti kartu, beli kartu Indosat tidak menguntungkan. Kami juga tak mau rugi karena biaya produksi untuk membuat SIM Card kartu perdana biayanya 20 sen dollar," jelasnya.


( rou / faw )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Berita Terbaru Index »
    Pro Kontra Index »

    Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

    Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
    Pro
    50%
    Kontra
    50%