Berita Utama
-
Jumat, 25/05/2012 17:21 WIB
Warga Twitter Puji Dedikasi 'Satpam Digital'
-
Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
-
Jumat, 25/05/2012 15:19 WIB
5 Casing iPhone yang Punya 'Gigi' Pembuka Botol
-
Jumat, 25/05/2012 11:19 WIB
I Made Wiryana, Anak Band yang Jadi 'Cyber Paspampres'
-
Jumat, 25/05/2012 12:52 WIB
Mencicipi Facebook Camera: Instagram ala Facebook
-
Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
-
Kamis, 24/05/2012 15:37 WIB
Negara Mana 'Raja' Internet ASEAN?
-
Kamis, 24/05/2012 12:12 WIB
5 'Nenek Moyang' Smartphone Android
-
Kamis, 24/05/2012 11:15 WIB
Waspadai Email Palsu dari 'Facebook'
Operator 3G dan Wimax Tetap Butuh Wi-Fi
Kamis, 19/11/2009 15:15 WIB

Bart Burnstein (rou/inet)
Jakarta - Akses internet nirkabel menggunakan teknologi jaringan Wi-Fi dinilai masih tetap diperlukan operator untuk menutupi keterbatasan area cakupan jaringan layanan pita lebar nirkabel yang diselenggarakan melalui infrastruktur 3G maupun Wimax.
"Wi-Fi masih dibutuhkan sebagai komplemen," kata Bart Burnstein, Vice President Product Management and Business Development Ruckus Wireless, dalam jumpa pers pengenalan produk Wi-Fi terbarunya di Penang Bistro, Jakarta, Kamis (19/11/2009).
Jika dahulu Wi-Fi hanya menjangkau area 100 meter dengan kecepatan transfer data maksimal 386 Kbps, kini Wi-Fi telah berevolusi dengan jangkauan area maksimal 12 kilometer dengan kecepatan transfer data 60 Mbps melalui solusi end to end alias dua titik Wi-Fi mengapit di sepanjang area tersebut.
Semakin pendek jaraknya, kecepatan transfer teknologi yang disebut Smart Wi-Fi pun semakin kencang. Jika jarak yang diapit hanya satu kilometer, maka kecepatan transfer data maksimalnya bisa mencapai 180 Mbps. Demikian teknologi yang katanya bisa digelar oleh Ruckus Wireless.
Meski cakupan jangkauan dan kecepatannya bisa menyaingi 3G dan Wimax, namun Burnstein menolak kalau produk Smart Wi-Fi yang diusungnya akan bersaing secara head to head dengan kedua infrastruktur itu. "Wi-Fi yang kami tawarkan ibarat perpanjangan tangan saja," ia menjelaskan.
Operator yang menggelar teknologi Wi-Fi ini pun katanya tidak akan terbebani investasi tambahan yang signifikan dari sisi belanja modal (capex) dan biaya operasional (opex). Terlebih, penggunaan Wi-Fi tidak mengeluarkan biaya sepeser pun untuk lisensi frekuensinya karena melalui akses publik 2,4 GHz.
"Smart Wi-Fi yang kami tawarkan bahkan bisa menghemat investasi capex hingga lima kali lipat dan opex 30 kali lipat jika dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan operator untuk membangun infrastruktur jaringan Wimax," klaim Bursntein.
Sebagai perbandingan, ia merilis data bahwa operator harus mengeluarkan biaya total US$ 485 ribu untuk pembangunan infrastruktur Wimax dengan jangkauan satu kilometer dan kapasitas 120 Mbps. Sedangkan untuk jangkauan yang sama dengan kapasitas lebih besar, 180 Mbps, implementasi Smart Wi-Fi end to end Ruckus hanya butuh biaya US$ 97 ribu.
Dengan rendahnya biaya investasi yang ditawarkan, perusahaan jebolan Sillicon Valley, Amerika Serikat ini, yakin dengan potensi pasar jaringan nirkabel yang diincarnya di Indonesia. "Di Asia, pasar terbesar kami adalah Filipina dan kemudian Malaysia. Namun dengan pertumbuhan pengguna internet yang beranjak besar, kami yakin Indonesia akan jadi pasar terbesar kami suatu saat nanti," tandas Burnstein.
( rou / wsh )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
"Wi-Fi masih dibutuhkan sebagai komplemen," kata Bart Burnstein, Vice President Product Management and Business Development Ruckus Wireless, dalam jumpa pers pengenalan produk Wi-Fi terbarunya di Penang Bistro, Jakarta, Kamis (19/11/2009).
Jika dahulu Wi-Fi hanya menjangkau area 100 meter dengan kecepatan transfer data maksimal 386 Kbps, kini Wi-Fi telah berevolusi dengan jangkauan area maksimal 12 kilometer dengan kecepatan transfer data 60 Mbps melalui solusi end to end alias dua titik Wi-Fi mengapit di sepanjang area tersebut.
Semakin pendek jaraknya, kecepatan transfer teknologi yang disebut Smart Wi-Fi pun semakin kencang. Jika jarak yang diapit hanya satu kilometer, maka kecepatan transfer data maksimalnya bisa mencapai 180 Mbps. Demikian teknologi yang katanya bisa digelar oleh Ruckus Wireless.
Meski cakupan jangkauan dan kecepatannya bisa menyaingi 3G dan Wimax, namun Burnstein menolak kalau produk Smart Wi-Fi yang diusungnya akan bersaing secara head to head dengan kedua infrastruktur itu. "Wi-Fi yang kami tawarkan ibarat perpanjangan tangan saja," ia menjelaskan.
Operator yang menggelar teknologi Wi-Fi ini pun katanya tidak akan terbebani investasi tambahan yang signifikan dari sisi belanja modal (capex) dan biaya operasional (opex). Terlebih, penggunaan Wi-Fi tidak mengeluarkan biaya sepeser pun untuk lisensi frekuensinya karena melalui akses publik 2,4 GHz.
"Smart Wi-Fi yang kami tawarkan bahkan bisa menghemat investasi capex hingga lima kali lipat dan opex 30 kali lipat jika dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan operator untuk membangun infrastruktur jaringan Wimax," klaim Bursntein.
Sebagai perbandingan, ia merilis data bahwa operator harus mengeluarkan biaya total US$ 485 ribu untuk pembangunan infrastruktur Wimax dengan jangkauan satu kilometer dan kapasitas 120 Mbps. Sedangkan untuk jangkauan yang sama dengan kapasitas lebih besar, 180 Mbps, implementasi Smart Wi-Fi end to end Ruckus hanya butuh biaya US$ 97 ribu.
Dengan rendahnya biaya investasi yang ditawarkan, perusahaan jebolan Sillicon Valley, Amerika Serikat ini, yakin dengan potensi pasar jaringan nirkabel yang diincarnya di Indonesia. "Di Asia, pasar terbesar kami adalah Filipina dan kemudian Malaysia. Namun dengan pertumbuhan pengguna internet yang beranjak besar, kami yakin Indonesia akan jadi pasar terbesar kami suatu saat nanti," tandas Burnstein.
( rou / wsh )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga
Berita Terbaru
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 18:58 WIB
Indosat Siap Luncurkan Mobile Cloud
-
Rabu, 23/05/2012 12:38 WIB
Telkom Kembangkan e-Gov Berbasis Cloud
-
Rabu, 23/05/2012 11:12 WIB
Tender 3G Bisa Kembali Diundur Agar Tak Cacat Hukum
-
Senin, 21/05/2012 09:59 WIB
Kolom Telematika
Fenomena Social Networking
-
Senin, 21/05/2012 09:10 WIB
Lippo Luncurkan Satelit
-
Sabtu, 19/05/2012 14:26 WIB
Zuck Lebih Kaya dari Duo Pendiri Google
-
Sabtu, 19/05/2012 13:27 WIB
Duh, Angkasa Pura I Belum Miliki Izin Stasiun Radio
-
Sabtu, 19/05/2012 10:29 WIB
Musibah Sukhoi
Kominfo Enggan Berspekulasi Soal Interferensi Frekuensi
- Sabtu, 26/05/2012 17:54 WIB
Tablet Google Dipamerkan Bulan Depan
- Sabtu, 26/05/2012 12:48 WIB
Karyawan Yahoo Ramai-ramai Puji Axis di App Store
- Jumat, 25/05/2012 10:51 WIB
Nasib BlackBerry Messenger Suram?
- Sabtu, 26/05/2012 10:27 WIB
Sensor 16 MP OmniVision Mampu Rekam Video 4K
- Sabtu, 26/05/2012 13:19 WIB
Siri Dibenamkan di OS X Mountain Lion?
- Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
- Sabtu, 26/05/2012 15:36 WIB
Rumor: FIFA 2013 'Kick-off' September 2012
- Jumat, 25/05/2012 09:03 WIB
Lucu! Pencuri iPhone Kirim Foto Dirinya ke Facebook Korban
- Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
-
219 Komentar
-
84 Komentar
-
77 Komentar
-
64 Komentar
-
63 Komentar
-
57 Komentar
-
54 Komentar
-
48 Komentar
-
45 Komentar
Pro Kontra
Index »
Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?
Pro
Kontra
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message



.jpg)

