detikinet

Pemerintah Cek Isu Demo Karyawan Indosat

Angga Aliya ZRF - detikinet
Rabu, 18/11/2009 10:43 WIB

Gedung Indosat (detikfinance)

Jakarta - Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan mengecek kabar rencana demo karyawan PT Indosat Tbk. Demo itu konon terkait penyelesaian hubungan kerja pada karyawan outsourcing.

Deputi Kementerian Negara BUMN Bidang Pertambangan, Industri Strategis, Energi dan Telekomunikasi (PISET) Sahal Lumban Gaol mengatakan pemerintah akan mengecek kebenaran isu demonstrasi tersebut. "Kita belum dengar itu. Lagipula, kita (pemerintah) kan sudah minoritas sekarang. Tapi nanti saya coba cek ke Komisaris dan Direksi apa memang benar begitu," ujarnya saat dihubungi detikFinance, Rabu (18/11/2009).

Kabar burung yang beredar mengatakan serikat pekerja Indosat berencana melakukan demo besar-besaran bertepatan pada hari ulang tahun Indosat. Aksi itu akan digelar setelah sebelumnya muncul kabar akan terjadinya penghentian kontrak sekitar 2.000 karyawan outsourcing Indosat.

Mengenai kabar penghentian kontrak secara massal tersebut, Sahala mengatakan itu merupakan isu korporasi sehingga tidak perlu melaporkan kepada pemerintah. "Tentu hal itu ada pertimbangannya, seharusnya mereka juga laporkan ke publik sebagai perusahaan Tbk (terbuka). Nanti saya cek juga," jelasnya.

Soal pemberhentian karyawan, manajemen Indosat telah menegaskan hal itu sesuai dengan kontrak karyawan. Kabar yang beredar adalah karyawan yang mau dirumahkan ini merupakan karyawan di bidang legal, marketing communication, teknik, pelayanan konsumen, dan lain-lain.

Group Head Corporate Communications Indosat Adita Irawati menjelaskan, masalah pemberhentian karyawan outsourcing ini sudah ada dalam kontrak karyawan. "Di UU ketenagakerjaan, disebut kontrak di-review setiap tahun, lalu setelah itu keputusannya ada di perusahaan sebagai pertimbangan," ujarnya.

Pemerintah Indonesia kini tak lagi mayoritas di Indosat. Pemerintah Indonesia hanya menguasai 14,29% saham Indosat. Sementara Qatar Telecom kini menjadi pemegang saham mayoritas setelah membeli 40,8% saham Indosat yang dimiliki oleh Singapore Technologies Telemedia (STT) pada Juni 2008. Qtel melanjutkannya dengan melakukan tender offer sehingga kini menguasai 65% saham Indosat. Sisa saham Indosat dimiliki oleh publik.


( qom / wsh )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru Index »
Pro Kontra Index »

Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
Pro
50%
Kontra
50%