detikinet

Di Indonesia

Pengguna Windows Live Messenger Cuma 501.000

Ardhi Suryadhi - detikinet
Selasa, 17/11/2009 12:54 WIB

ilustrasi (ist)

Jakarta - Windows Live Messenger boleh saja dipakai oleh 10 juta pengguna di kawasan Asia Tenggara. Namun di Indonesia, tercatat hanya ada 501.000 user yang memanfaatkan layanan Instant Messaging (IM) besutan Microsoft ini.

Angka pengguna yang setengah juta lebih itu bisa dibilang tergolong kecil jika dibandingkan total pengguna internet Tanah Air yang saat ini diprediksi sudah berada di kisaran 30 juta.

Sebab di Indonesia, popularitas Windows Live Messenger rasanya sulit menembus dominasi Yahoo Messenger (YM) yang sudah lebih dulu mengakar di kalangan pengguna.

Menurut data Microsoft, ada sekitar 15,7 juta pesan yang dikirimkan melalui Windows Live Messenger setiap harinya. "Setelah satu dekade sejak pertama kali diluncurkan, Windows Live Messenger telah menjadi bagian penting dari gaya hidup orang-orang di Asia Tenggara," ujar Craig Law Smith, SEA Marketing Director, Microsoft Online Services Group.

Dilanjutkannya, kami melihat bahwa secara umum, para pengguna telah berpindah dari sekadar menggunakan layanan chatting IM ke layanan yang lebih dari itu.

"Yaitu sebagai penyedia platform untuk mencari dan berbagi, sekaligus sebagai salah satu alat komunikasi utama di tempat kerja, rumah dan ponsel," tandas Craig dalam keterangannya, Selasa (17/11/2009).
( ash / faw )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Pro Kontra Index »

    Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

    Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
    Pro
    50%
    Kontra
    50%