detikinet

Konglomerat Media Ingin 'Sembunyi' dari Google

Santi Dwi Jayanti - detikinet
Rabu, 11/11/2009 09:12 WIB

Rupert Murdoch (weforum.org/cc)

Jakarta - Konglomerat media, Rupert Murdoch berencana 'sembunyi' dari Google. Semua surat kabar online di bawah perusahaannya, News Corp, ingin diatur agar tak bisa dilihat oleh Google. Kenapa sih?

Rupanya, CEO News Corp itu menilai Google, dan situs pencarian sejenis, telah mencuri konten. Menurut Murdoch, seharusnya orang membayar untuk mendapatkan konten tersebut.

Murdoch dilaporkan akan menambahkan aturan pada file robots.txt pada situs-situsnya untuk mencegah Google dan kawan-kawan mengindeks konten mereka. "Tidak cukup iklan di dunia ini untuk membuat semua website untung. Kami memilih hanya memiliki sedikit pengunjung, namun membayar," ungkapnya seperti dikutip detikINET dari Sky.com, Rabu (12/11/2009).

Murdoch mencontohkan Wall Street Journal yang sudah menerapkan sistem pembayaran bagi pembacanya. Dan ke depannya, ia akan melakukan hal serupa untuk The Times dan Sunday Times.

News Corp adalah konglomerat media no.2 terbesar di dunia setelah The Walt Disney Company, menurut data 2008. Selain surat kabar, News Corp memiliki aset online seperti MySpace, Hulu, IGN Entertainment, Rotten Tomatoes dan lainnya.


( sha / wsh )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Pro Kontra Index »

    Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

    Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
    Pro
    50%
    Kontra
    50%