detikinet

Steve Jobs Dituding Maling iPod

Fino Yurio Kristo - detikinet
Selasa, 10/11/2009 07:34 WIB

Steve Jobs (ist.)

Jakarta - Perseteruan di meja hijau bukan hal aneh bagi Apple, baik sebagai tergugat atau penggugat. Namun tuntutan kali ini boleh jadi sangat jarang mereka dapati.

Tidak hanya melibatkan pihak penggugat dan Apple, gugatan hukum yang nyleneh ini juga membawa-bawa nama aktris Hollywood. Ia adalah bintang film 'Sex and the City', Sarah Jessica Parker.

Apa isi gugatan itu? Penggugat, dengan nama Franz A. Wakefield, mengklaim menjadi penemu iPod sejak tahun 1983. Namun, ujarnya, desain iPod itu dicuri oleh Sarah Jessica Parker untuk kemudian dijual ke pendiri Apple, Steve Jobs.

Menurut Wakefield, ia bersahabat dengan Parker dan sepakat menjalin persetujuan untuk mengkomersialisasi iPod Classic, iPod Nano, iPod Mini, iPod Shuffle, iPod Touch dan iPhone. Akan tetapi Parker mengkhianati perjanjian dan menjual teknologinya ke Steve Jobs.

Wakefield mendaftarkan gugatannya di U.S. District Court wilayah Central District of California. Dia juga dengan pede-nya mengirim surat komplain ke Steve Jobs berisi sejumlah permintaan, antara lain uang ganti rugi.

Gugatan gila tersebut sepertinya tidak sungguh-sungguh dan ditujukan untuk sekadar cari sensasi saja, karena memang tak ada bukti pendukung yang masuk akal. Demikian yang dilansir Geek.com dan dikutip detikINET, Selasa (10/11/2009).

( fyk / wsh )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Pro Kontra Index »

    Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

    Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
    Pro
    50%
    Kontra
    50%