Berita Utama
-
Jumat, 25/05/2012 17:21 WIB
Warga Twitter Puji Dedikasi 'Satpam Digital'
-
Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
-
Jumat, 25/05/2012 15:19 WIB
5 Casing iPhone yang Punya 'Gigi' Pembuka Botol
-
Jumat, 25/05/2012 11:19 WIB
I Made Wiryana, Anak Band yang Jadi 'Cyber Paspampres'
-
Jumat, 25/05/2012 12:52 WIB
Mencicipi Facebook Camera: Instagram ala Facebook
-
Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
-
Kamis, 24/05/2012 15:37 WIB
Negara Mana 'Raja' Internet ASEAN?
-
Kamis, 24/05/2012 12:12 WIB
5 'Nenek Moyang' Smartphone Android
-
Kamis, 24/05/2012 11:15 WIB
Waspadai Email Palsu dari 'Facebook'
'Apkomindo Jangan Seperti Bebek'
Senin, 09/11/2009 12:05 WIB
150.jpg)
Ilustrasi (detik)
Jakarta - Yayasan Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Yayasan Apkomindo) membantah telah terjadi pergolakan dengan Apkomindo (secara organisasi). Keduanya dinilai diberi kebebasan dan tak mau bertingkah seperti bebek.
Dijelaskan oleh Anggota Dewan Pembina Yayasan Apkomindo Chris Irwan Japari, kehadiran Yayasan Apkomindo pada awalnya ditujukan untuk kegiatan bakti sosial. Hanya saja untuk pendanaan aktivitas baksosnya tersebut, mereka perlu membuat kegiatan.
Maka dari itu, sejak tiga tahun lalu atau tepatnya pada tahun 2007, IndoComtech dilepas oleh Apkomindo untuk diberikan ke Yayasan Apkomindo. Hal ini dilakukan sebagai sumber pendanaan Yayasan Apkomindo untuk menggelar baksos, selain juga memegang Festival Komputer Indonesia (FKI).
Namun tentu ada pandangan-pandangan miring yang menyertai pelimpahan kekuasaan 'siapa yang menjadi penguasa pameran' ini. Tak ayal, hubungan kedua perkumpulan tersebut dikabarkan bergolak.
Kisah berlanjut setelah kubu Apkomindo menggarap National IT Expo (NIX) di arena Pekan Raya Jakarta setelah melepas FKI dan IndoComtech. Sementara ketika pembukaan IndoComtech 2009 lalu, tak terlihat jajaran pengurus Apkomindo yang hadir.
Secara implisit, Chris mengakui adanya ketidakharmonisan ini. "Ya memang ada ade-ade (junior-red.) kita yang baru masuk (di Apkomindo) tidak sejiwa dengan kita. Mereka ingin diberi kesempatan yang lebih," ujarnya kepada detikINET, Senin (9/11/2009).
Hanya saja, ia berpendapat, jika ada ribut-ribut di luar sana itu hanya dianggap sebagai dinamika dalam berorganisasi, dan Apkomindo (secara organisasi dan yayasan) pun tak ingin terlalu mengatur dan lebih memilih memberi kebebasan kepada anggotanya.
"Jangan kaya bebek lah, ngikut terus. Apalagi yang muda itu penuh dengan kreativitas. Jadi kalau ada teman-teman di asosiasi itu ada yang berkreasi, ya tidak kita larang," tukas pria yang juga menjadi Dewan Pertimbangan Apkomindo ini.
Namun yang pasti, Chris menampik jika hubungan perkumpulan para pengusaha komputer ini tengah panas dan bersaing. "Kalau bersaing itu kan ada yg dituju. Tapi kalau orang melihat kita bersaiang? Untuk apa? Tak ada persaingannya," kilahnya.
NIX Sisir Daerah
Setali tiga uang dengan Chris, Ketua Apkomindo Suhanda Wijaya juga mengelak mengakui jika tengah terjadi perpecahan di Apkomindo (organisasi dan yayasan).
"Harusnya tak bersaing, itu yang salah. Manakala ada program kerja antara organisasi dan yayasan itu tak ada tendensi negatif. Kami memiliki garis yang jelas antara fungsi dari keduanya," tukasnya.
Menurut Suhanda, Apkomindo itu memiliki program yang menyasar ke daerah-daerah. Maka dari itu, dibuatlah event NIX yang sifatnya tidak sentralistik di kota-kota besar.
"Biasanya para EO (event organizer) itu kan menyasar daerah yang sudah jadi. Nah, kita malah menggarap daerah yang belum jadi. Terakhir NIX menyambangi 13 daerah. Kita juga punya program pengembangan bagi pengusaha daerah," pungkasnya.
( ash / faw )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Dijelaskan oleh Anggota Dewan Pembina Yayasan Apkomindo Chris Irwan Japari, kehadiran Yayasan Apkomindo pada awalnya ditujukan untuk kegiatan bakti sosial. Hanya saja untuk pendanaan aktivitas baksosnya tersebut, mereka perlu membuat kegiatan.
Maka dari itu, sejak tiga tahun lalu atau tepatnya pada tahun 2007, IndoComtech dilepas oleh Apkomindo untuk diberikan ke Yayasan Apkomindo. Hal ini dilakukan sebagai sumber pendanaan Yayasan Apkomindo untuk menggelar baksos, selain juga memegang Festival Komputer Indonesia (FKI).
Namun tentu ada pandangan-pandangan miring yang menyertai pelimpahan kekuasaan 'siapa yang menjadi penguasa pameran' ini. Tak ayal, hubungan kedua perkumpulan tersebut dikabarkan bergolak.
Kisah berlanjut setelah kubu Apkomindo menggarap National IT Expo (NIX) di arena Pekan Raya Jakarta setelah melepas FKI dan IndoComtech. Sementara ketika pembukaan IndoComtech 2009 lalu, tak terlihat jajaran pengurus Apkomindo yang hadir.
Secara implisit, Chris mengakui adanya ketidakharmonisan ini. "Ya memang ada ade-ade (junior-red.) kita yang baru masuk (di Apkomindo) tidak sejiwa dengan kita. Mereka ingin diberi kesempatan yang lebih," ujarnya kepada detikINET, Senin (9/11/2009).
Hanya saja, ia berpendapat, jika ada ribut-ribut di luar sana itu hanya dianggap sebagai dinamika dalam berorganisasi, dan Apkomindo (secara organisasi dan yayasan) pun tak ingin terlalu mengatur dan lebih memilih memberi kebebasan kepada anggotanya.
"Jangan kaya bebek lah, ngikut terus. Apalagi yang muda itu penuh dengan kreativitas. Jadi kalau ada teman-teman di asosiasi itu ada yang berkreasi, ya tidak kita larang," tukas pria yang juga menjadi Dewan Pertimbangan Apkomindo ini.
Namun yang pasti, Chris menampik jika hubungan perkumpulan para pengusaha komputer ini tengah panas dan bersaing. "Kalau bersaing itu kan ada yg dituju. Tapi kalau orang melihat kita bersaiang? Untuk apa? Tak ada persaingannya," kilahnya.
NIX Sisir Daerah
Setali tiga uang dengan Chris, Ketua Apkomindo Suhanda Wijaya juga mengelak mengakui jika tengah terjadi perpecahan di Apkomindo (organisasi dan yayasan).
"Harusnya tak bersaing, itu yang salah. Manakala ada program kerja antara organisasi dan yayasan itu tak ada tendensi negatif. Kami memiliki garis yang jelas antara fungsi dari keduanya," tukasnya.
Menurut Suhanda, Apkomindo itu memiliki program yang menyasar ke daerah-daerah. Maka dari itu, dibuatlah event NIX yang sifatnya tidak sentralistik di kota-kota besar.
"Biasanya para EO (event organizer) itu kan menyasar daerah yang sudah jadi. Nah, kita malah menggarap daerah yang belum jadi. Terakhir NIX menyambangi 13 daerah. Kita juga punya program pengembangan bagi pengusaha daerah," pungkasnya.
( ash / faw )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga
Berita Terbaru
Index »
-
Sabtu, 26/05/2012 12:48 WIB
Karyawan Yahoo Ramai-ramai Puji Axis di App Store
-
Jumat, 25/05/2012 18:07 WIB
Google+ Ingin Curi 'Mahkota' Flickr?
-
Jumat, 25/05/2012 17:21 WIB
Warga Twitter Puji Dedikasi 'Satpam Digital'
-
Jumat, 25/05/2012 16:45 WIB
Tweet Satpam IPB Sebelum Ditembak: Hati-hati Curanmor di Kampus
-
Jumat, 25/05/2012 14:57 WIB
Google Didesak Tutup Keran Download Ilegal
-
Jumat, 25/05/2012 13:48 WIB
Napak Tilas Perjalanan Awal Facebook
-
Jumat, 25/05/2012 09:03 WIB
Lucu! Pencuri iPhone Kirim Foto Dirinya ke Facebook Korban
-
Jumat, 25/05/2012 08:51 WIB
BMW Punya 10 Juta Fans di Facebook
- Sabtu, 26/05/2012 17:54 WIB
Tablet Google Dipamerkan Bulan Depan
- Sabtu, 26/05/2012 12:48 WIB
Karyawan Yahoo Ramai-ramai Puji Axis di App Store
- Jumat, 25/05/2012 10:51 WIB
Nasib BlackBerry Messenger Suram?
- Sabtu, 26/05/2012 10:27 WIB
Sensor 16 MP OmniVision Mampu Rekam Video 4K
- Sabtu, 26/05/2012 13:19 WIB
Siri Dibenamkan di OS X Mountain Lion?
- Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
- Sabtu, 26/05/2012 15:36 WIB
Rumor: FIFA 2013 'Kick-off' September 2012
- Jumat, 25/05/2012 09:03 WIB
Lucu! Pencuri iPhone Kirim Foto Dirinya ke Facebook Korban
- Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
-
217 Komentar
-
84 Komentar
-
76 Komentar
-
64 Komentar
-
63 Komentar
-
57 Komentar
-
54 Komentar
-
48 Komentar
-
45 Komentar
Pro Kontra
Index »
Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?
Pro
Kontra
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message



.jpg)

