detikinet

Menkominfo Malu Indonesia Terkenal karena Pornografi

Ardhi Suryadhi - detikinet
Rabu, 04/11/2009 15:12 WIB

Tifatul

Jakarta - Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring tak menutup mata terkait masih banyaknya masyarakat Indonesia yang doyan mengakses pornografi di internet. Hal itu bahkan sampai membuat dia malu.

Demikian dikatakan Tifatul ketika memberi sambutan di acara pembukaan Indocomtech 2009 yang berlangsung di Jakarta Convention Center, Rabu (4/11/2009).

"Saya malu mendengar Indonesia karena terkenal dalam mengakses pornografi," sesalnya di hadapan para audiens.

Menurutnya, konten atau informasi yang ditawarkan di internet tak seluruhnya pantas dan harus dikonsumsi. Ada yang berupa emas atau sampah sehingga harus dihindari.

"Kita harus pintar memilihnya dan sayang kalau internet hanya dimanfaatkan untuk hal tidak penting," tukas mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera ini.

Hanya saja ketika ditanya apa langkah kongkret pemerintah untuk meminimalisir pornografi di dunia maya ini, Tifatul masih berharap pada pendekatan preventif.

Yakni, ia masih bergantung dari beragam himbauan ataupun sosialisasi yang diberikan di masyarakat agar menggunakan internet untuk hal yang lebih bermanfaat.

"Kita memang masih belum menerapkan UU apa (untuk menghadang pornografi ini). Tapi kita sudah punya program Internet Sehat dan Aman," tukasnya kepada sejumlah wartawan yang mengerubunginya.
( ash / faw )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Pro Kontra Index »

    Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

    Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
    Pro
    50%
    Kontra
    50%