detikinet

Gadis di Bawah Umur Dirayu Email Seks

Fino Yurio Kristo - detikinet
Rabu, 04/11/2009 07:42 WIB

Internet (ist)

Oregon - Sudah sepantasnya pengguna internet yang masih belia mendapat pengawasan ketat orang tua. Bila tidak, bukan tidak mungkin buah hati terkena serangan penjahat seks. Seperti yang terjadi pada gadis Amerika Serikat berusia 9 tahun ini.

Seorang pria asal Oregon bernama Darrick Haaby, menghujani sang gadis dengan email berisi rayuan gila. Ya, rayuan tersebut bertujuan agar korban yang dirahasiakan namanya mau berhubungan seks dengan tersangka.

Tersangka sebenarnya berteman baik dengan ayah si korban. "Kamu mau berjanji berhubungan seks denganku, kan? Tolong jawab lalu hapus email ini, dan jangan beritahu siapa-siapa," demikian bunyi salah satu email yang dikirimkan.

Bahkan meski sudah berulangkali ditolak, Haaby terus mengirim email dan melancarkan berbagai jenis rayuan, bahkan janji akan memberi uang.

Untung saja, seperti detikINET kutip dari Katu, Rabu (4/11/2009), ayah sang korban akhirnya mengetahui email tak senonoh itu. Polisi pun segera bertindak di mana mereka menyamar sebagai si gadis dan menyetujui ajakan hubungan seks dari tersangka.

Haaby yang tidak tahu telah dijebak polisi pun girang bukan kepalang dan segera coba mengadakan pertemuan dengan sang gadis. Namun, belum sempat melaksanakan niat jahatnya, polisi segera meringkus dan menyeretnya ke pengadilan.


( fyk / rou )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Pro Kontra Index »

    Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

    Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
    Pro
    50%
    Kontra
    50%