Berita Utama
-
Jumat, 25/05/2012 17:21 WIB
Warga Twitter Puji Dedikasi 'Satpam Digital'
-
Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
-
Jumat, 25/05/2012 15:19 WIB
5 Casing iPhone yang Punya 'Gigi' Pembuka Botol
-
Jumat, 25/05/2012 11:19 WIB
I Made Wiryana, Anak Band yang Jadi 'Cyber Paspampres'
-
Jumat, 25/05/2012 12:52 WIB
Mencicipi Facebook Camera: Instagram ala Facebook
-
Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
-
Kamis, 24/05/2012 15:37 WIB
Negara Mana 'Raja' Internet ASEAN?
-
Kamis, 24/05/2012 12:12 WIB
5 'Nenek Moyang' Smartphone Android
-
Kamis, 24/05/2012 11:15 WIB
Waspadai Email Palsu dari 'Facebook'
Game Review
Makin Seram dan Tegang di Resident Evil 5
Jumat, 30/10/2009 13:48 WIB

Resident Evil 5 (eno/inet)
Jakarta - Awalnya game Resident Evil untuk komputer (PC) memang tidak cukup memuaskan. Namun melalui Resident Evil 5 (RE5), Capcom telah memberikan kejutan besar bagi pada gamer PC.
Cerita dimulai pada suatu kota di Afika bernama Kijuju, pemain yang berperan sebagai Chris Redfield sudah dinanti kedatangannya oleh Sheva Alomar sebagai salah satu petugas Bioterrorism Security Assessment Alliance (BSAA) yang bertugas di Afrika.
Tugas utama sang jagoan adalah menguak para teroris yang diduga menggunakan senjata biologis untuk 'mengubah' kehidupan para masyarakat kota Kijuju. Dan untuk menuntaskan misinya, pemain akan selalu dibantu oleh Sheeva.
Bisa dikatakan versi PC game ini terpaut sangat lama dengan rilis versi konsolnya, yakni sekitar 6 bulan. Dan lagi-lagi alasannya adalah grafis yang berbeda.
Memang hal tersebut bukan hanya sesumbar saja, RE5 versi PC mengadopsi beberapa teknologi yang dimiliki Nvidia. Semisal enggunaan PhysX dan Stereoscopic 3D, yang menjadi fitur andalan game ini.
Telat Hadir dengan Fitur Tambahan
Permainan tidak berbeda jauh dengan versi konsol, namun ada beberapa perubahan yang memudahkan navigasi melalui PC. Misalnya inventaris bersama Chris dan Sheva, pemain dapat dengan mudah mengakses apaun yang ada di dalamnya hanya dengan menekan angka 1 sampai 9 pada keyboard.
Berbeda dengan menggunakan gamepad yang akan sedikit memperlambat akses ke menu tersebut. Menggunakan mouse pun tergolong sangat membantu untuk menyelesaikan setiap misinya.
Game ini juga dirancang untuk mendukung Games for Windows Live, yang bakal memudahkan pemain untuk bermain bersama para gamer lain yang berada di dunia maya.
Perbedaan yang paling mencolok adalah dari sisi grafis. RE5 versi PC diklaim bakal optimal digunakan pada komputer yang berbasis Core i7, untuk membuktikannya detikINET coba memainkan game ini pada sistim berbasis Core i7 dengan kartu grafis Nvidia GTX 260.
Hasilnya? Grafis yang disajikan sangat mengagumkan, setiap zombie pada game ini terlihat begitu nyata dan menakutkan. Pada penggunaan resolusi tinggi, terlihat jelas kualitas grafis RE5 versi PC lebih baik ketimbang versi konsolnya.
Lalu apalagi perbedaanya? Selain masalah kosmetik, perbedaan lain juga terdapat pada konten game ini, pada versi PC pemain akan mendapatkan dua permainan ekstra ketika sudah menyelesaikan game ini. Hal ini tentunya tidak dijumpai pada versi konsolnya.
Sedikit Mendekati Sempurna
RE5 kami anggap meraih nilai baik pada segala hal. Mulai dari alur cerita yang menarik, grafis yang sangat menawan hingga tatanan suara yang dapat membuat jantung berdetak keras.
Namun hal paling disayangkan adalah sistem kendali dalam game ini. Pemain tidak akan leluasa melakukan pertarungan, pasalnya gerakan pemain akan terbatas ketika menggunakan senjata.
Pemain hanya bisa terpaku ketika menggunakan senjata api ataupun belati, padahal aksi memburu zombie bakal sangat menarik jika dapat dilakukan sambil bergerak. Apalagi, mayat hidup itu datang dari berbagai arah.
Sistim kendali pun mulai tambah menyebalkan ketika pemain sedang berlari, navigasi yang seharusnya mudah menggunakan mouse malah menjadi lebih rumit karena pemain tidak dapat melakukan manuver secara cepat.
Bosan dengan Keyborad dan mouse, detikINET beralih menggunakan gamepad. Hasilnya, malah makin menyebalkan. Sistim navigasi lebih jauh lebih sulit ketimbang menggunakan keyboard dan mouse.
Hal tersebut memang sangat disayangkan, mengingat RE5 sudah memiliki segala aspek yang diimpikan oleh para gamer. Meski, harus disadari, tak satupun game yang bakal tampak sempurna di mata gamer.
Kelebihan:
+ Grafis menawan
+ Alur cerita yang baik
+ Meneganggakan
Kekurangan:
- Sitim kendali yang menyebalkan
Dalam mereview game ini, detikINET menggunakan sistem berbasis Prosesor Intel Core i7 965, Intel DX580SO, Digital Alliance GTX 260, Corsair HX1000W, Corsair Dominator 6GB kit dan sistem operasi Windows 7.
( eno / wsh )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Cerita dimulai pada suatu kota di Afika bernama Kijuju, pemain yang berperan sebagai Chris Redfield sudah dinanti kedatangannya oleh Sheva Alomar sebagai salah satu petugas Bioterrorism Security Assessment Alliance (BSAA) yang bertugas di Afrika.
Tugas utama sang jagoan adalah menguak para teroris yang diduga menggunakan senjata biologis untuk 'mengubah' kehidupan para masyarakat kota Kijuju. Dan untuk menuntaskan misinya, pemain akan selalu dibantu oleh Sheeva.
Bisa dikatakan versi PC game ini terpaut sangat lama dengan rilis versi konsolnya, yakni sekitar 6 bulan. Dan lagi-lagi alasannya adalah grafis yang berbeda.
Memang hal tersebut bukan hanya sesumbar saja, RE5 versi PC mengadopsi beberapa teknologi yang dimiliki Nvidia. Semisal enggunaan PhysX dan Stereoscopic 3D, yang menjadi fitur andalan game ini.
Telat Hadir dengan Fitur Tambahan
Permainan tidak berbeda jauh dengan versi konsol, namun ada beberapa perubahan yang memudahkan navigasi melalui PC. Misalnya inventaris bersama Chris dan Sheva, pemain dapat dengan mudah mengakses apaun yang ada di dalamnya hanya dengan menekan angka 1 sampai 9 pada keyboard.
Berbeda dengan menggunakan gamepad yang akan sedikit memperlambat akses ke menu tersebut. Menggunakan mouse pun tergolong sangat membantu untuk menyelesaikan setiap misinya.
Game ini juga dirancang untuk mendukung Games for Windows Live, yang bakal memudahkan pemain untuk bermain bersama para gamer lain yang berada di dunia maya.
Perbedaan yang paling mencolok adalah dari sisi grafis. RE5 versi PC diklaim bakal optimal digunakan pada komputer yang berbasis Core i7, untuk membuktikannya detikINET coba memainkan game ini pada sistim berbasis Core i7 dengan kartu grafis Nvidia GTX 260.
Hasilnya? Grafis yang disajikan sangat mengagumkan, setiap zombie pada game ini terlihat begitu nyata dan menakutkan. Pada penggunaan resolusi tinggi, terlihat jelas kualitas grafis RE5 versi PC lebih baik ketimbang versi konsolnya.
Lalu apalagi perbedaanya? Selain masalah kosmetik, perbedaan lain juga terdapat pada konten game ini, pada versi PC pemain akan mendapatkan dua permainan ekstra ketika sudah menyelesaikan game ini. Hal ini tentunya tidak dijumpai pada versi konsolnya.
Sedikit Mendekati Sempurna
RE5 kami anggap meraih nilai baik pada segala hal. Mulai dari alur cerita yang menarik, grafis yang sangat menawan hingga tatanan suara yang dapat membuat jantung berdetak keras.
Namun hal paling disayangkan adalah sistem kendali dalam game ini. Pemain tidak akan leluasa melakukan pertarungan, pasalnya gerakan pemain akan terbatas ketika menggunakan senjata.
Pemain hanya bisa terpaku ketika menggunakan senjata api ataupun belati, padahal aksi memburu zombie bakal sangat menarik jika dapat dilakukan sambil bergerak. Apalagi, mayat hidup itu datang dari berbagai arah.
Sistim kendali pun mulai tambah menyebalkan ketika pemain sedang berlari, navigasi yang seharusnya mudah menggunakan mouse malah menjadi lebih rumit karena pemain tidak dapat melakukan manuver secara cepat.
Bosan dengan Keyborad dan mouse, detikINET beralih menggunakan gamepad. Hasilnya, malah makin menyebalkan. Sistim navigasi lebih jauh lebih sulit ketimbang menggunakan keyboard dan mouse.
Hal tersebut memang sangat disayangkan, mengingat RE5 sudah memiliki segala aspek yang diimpikan oleh para gamer. Meski, harus disadari, tak satupun game yang bakal tampak sempurna di mata gamer.
Kelebihan:
+ Grafis menawan
+ Alur cerita yang baik
+ Meneganggakan
Kekurangan:
- Sitim kendali yang menyebalkan
Dalam mereview game ini, detikINET menggunakan sistem berbasis Prosesor Intel Core i7 965, Intel DX580SO, Digital Alliance GTX 260, Corsair HX1000W, Corsair Dominator 6GB kit dan sistem operasi Windows 7.
( eno / wsh )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga
Berita Terbaru
Index »
-
Senin, 12/12/2011 10:59 WIB
Review Game Anda
Infinity Blade II, Game iOS Terbaik di Penghujung 2011
-
Sabtu, 19/11/2011 17:00 WIB
Review Game
Uncharted 3, Game Keren Bergaya 'Hollywood'
-
Kamis, 20/10/2011 18:52 WIB
Game Preview
10 Menit Menjajal Uncharted 3: Drakes Deception
-
Jumat, 07/10/2011 17:15 WIB
Game Feature
Merayakan Bermain: Saatnya Kembali Bermain
-
Senin, 03/10/2011 16:35 WIB
7 Game Seru di Bulan Oktober
-
Kamis, 29/09/2011 12:45 WIB
Game Feature
Merayakan Bermain: Manisnya Kue Industri Game
-
Senin, 26/09/2011 18:25 WIB
Game Preview
NFS: The Run, Coba Kembali ke Asal
-
Kamis, 25/08/2011 13:28 WIB
Game Preview
NBA 2K12, Michael Jordan Bawa 'Teman-Teman'
- Jumat, 25/05/2012 10:51 WIB
Nasib BlackBerry Messenger Suram?
- Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
- Jumat, 25/05/2012 09:03 WIB
Lucu! Pencuri iPhone Kirim Foto Dirinya ke Facebook Korban
- Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
- Jumat, 25/05/2012 13:23 WIB
Android Makin Kuasai Dunia
- Jumat, 25/05/2012 11:19 WIB
Sosok
I Made Wiryana, Anak Band yang Jadi 'Cyber Paspampres'
- Jumat, 25/05/2012 16:46 WIB
Pengakses Internet Masih Banyak dari Nokia
- Jumat, 25/05/2012 11:40 WIB
RIM Bantah Abaikan BlackBerry Messenger
- Jumat, 25/05/2012 14:57 WIB
Google Didesak Tutup Keran Download Ilegal
-
199 Komentar
-
84 Komentar
-
75 Komentar
-
67 Komentar
-
63 Komentar
-
63 Komentar
-
54 Komentar
-
53 Komentar
-
48 Komentar
Pro Kontra
Index »
Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?
Pro
Kontra
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message



.jpg)

