Berita Utama
-
Jumat, 25/05/2012 17:21 WIB
Warga Twitter Puji Dedikasi 'Satpam Digital'
-
Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
-
Jumat, 25/05/2012 15:19 WIB
5 Casing iPhone yang Punya 'Gigi' Pembuka Botol
-
Jumat, 25/05/2012 11:19 WIB
I Made Wiryana, Anak Band yang Jadi 'Cyber Paspampres'
-
Jumat, 25/05/2012 12:52 WIB
Mencicipi Facebook Camera: Instagram ala Facebook
-
Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
-
Kamis, 24/05/2012 15:37 WIB
Negara Mana 'Raja' Internet ASEAN?
-
Kamis, 24/05/2012 12:12 WIB
5 'Nenek Moyang' Smartphone Android
-
Kamis, 24/05/2012 11:15 WIB
Waspadai Email Palsu dari 'Facebook'
Penegak Hukum Beda Persepsi, Pembajak Susah Dijerat
Kamis, 29/10/2009 18:17 WIB

Kampanye HaKI
Bandung - Perbedaan persepsi antara penegak hukum dalam menangani masalah pelanggaran Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI) membuat para pelaku susah dijerat. Padahal polisi, jaksa dan hakim sebagai aparat seharusnya satu persepsi menyikapi masalah pelanggaran ini.
Hal ini dikeluhkan oleh Kepala Bagian Bina Mitra Poltabes Bandung AKBP Sukisno di sela-sela kampanye HaKI di Hotel Holiday Inn, Jalan Ir Djuanda, Bandung, Kamis (29/10/2009).
Menurutnya, tidak adanya persepsi yang sama mengenai pelanggaran HaKI di antara aparat penegak hukum dalam hal ini kepolisian, kejaksaan dan kehakiman, membuat para pelaku tumbuh demikian subur di Tanah Air.
"Tidak ada efek jera yang benar-benar membuat mereka (pelaku-red.) jera. Putusan hukuman dengan ancaman hukumannya saja jauh berbeda. Kita ancam berapa, ternyata putusannya berapa," keluh Sukisno.
Kisno, demikian dia akrab dipanggil, mengaku pernah membongkar serta menyeret pelaku kasus pembajakan. Namun setelah putusan hakim keluar, masa hukumannya
hanya 4 bulan penjara. Padahal dalam ancaman hukuman yang diberikan adalah 4 tahun penjara.
"Ini kan dilematis. Satu sisi kita berupaya sekuat tenaga untuk menjerat pelaku pembajakan. Dari sisi ancaman hukuman cukup berat, eh tapi pas jatuh putusan kok justru ringan sekali," tukasnya.
Padahal, menurut pria berkacamata ini, jika dilihat dari sisi hukum sudah jelas ancaman hukumannya serta dendanya. Tidak satu persepsi antara jaksa dan hakim dalam menyelesaikan kasus-kasus pembajakan dan pelanggaran HaKI ini sudah seharusnya dicarikan jalan keluarnya.
Di tempat yang sama, Koordinator Administrasi Tim Nasional Penanggulanggan Pelanggaran Hak Kekayaan Intelektual (Timnas HKI), Ansori Sinungan mengaku akan
segera melakukan koordinasi dan membahas masalah ini dalam satu forum.
"Kita akan berikan pelatihan kepada aparat penegak hukum. Baik polisi, jaksa atau hakim. Selama ini sudah dilakukan tapi secara sektoral saja. Nanti kita akan duduk bareng dalam satu forum," ujarnya.
Ansori menambahkan, selama ini masih ada koordinasi antara pihak yang terkait, sehingga menurutnya permasalahan tersebut bukan satu masalah yang bisa
mengganggu kinerja. Namun Ansori menjanjikan akan mengundang ketiga pihak tersebut untuk membicarakan masalah ini.
"Toh tim ini pun pada dasarnya di bawah koordinasi Menkopolkam dengan melibatkan kementrian terkait seperti Kementrian Industri dan Perdagangan serta yang
lainnya. Nanti akan saya undang untuk kita sama-sama duduk bersama membahasnya," pungkas pria yang juga menjabat sebagai Direktur Kerjasama dan Pengembangan Direktorat Jenderal HKI, Departemen Hukum dan HAM ini di tempat yang sama.
( afz / ash )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Hal ini dikeluhkan oleh Kepala Bagian Bina Mitra Poltabes Bandung AKBP Sukisno di sela-sela kampanye HaKI di Hotel Holiday Inn, Jalan Ir Djuanda, Bandung, Kamis (29/10/2009).
Menurutnya, tidak adanya persepsi yang sama mengenai pelanggaran HaKI di antara aparat penegak hukum dalam hal ini kepolisian, kejaksaan dan kehakiman, membuat para pelaku tumbuh demikian subur di Tanah Air.
"Tidak ada efek jera yang benar-benar membuat mereka (pelaku-red.) jera. Putusan hukuman dengan ancaman hukumannya saja jauh berbeda. Kita ancam berapa, ternyata putusannya berapa," keluh Sukisno.
Kisno, demikian dia akrab dipanggil, mengaku pernah membongkar serta menyeret pelaku kasus pembajakan. Namun setelah putusan hakim keluar, masa hukumannya
hanya 4 bulan penjara. Padahal dalam ancaman hukuman yang diberikan adalah 4 tahun penjara.
"Ini kan dilematis. Satu sisi kita berupaya sekuat tenaga untuk menjerat pelaku pembajakan. Dari sisi ancaman hukuman cukup berat, eh tapi pas jatuh putusan kok justru ringan sekali," tukasnya.
Padahal, menurut pria berkacamata ini, jika dilihat dari sisi hukum sudah jelas ancaman hukumannya serta dendanya. Tidak satu persepsi antara jaksa dan hakim dalam menyelesaikan kasus-kasus pembajakan dan pelanggaran HaKI ini sudah seharusnya dicarikan jalan keluarnya.
Di tempat yang sama, Koordinator Administrasi Tim Nasional Penanggulanggan Pelanggaran Hak Kekayaan Intelektual (Timnas HKI), Ansori Sinungan mengaku akan
segera melakukan koordinasi dan membahas masalah ini dalam satu forum.
"Kita akan berikan pelatihan kepada aparat penegak hukum. Baik polisi, jaksa atau hakim. Selama ini sudah dilakukan tapi secara sektoral saja. Nanti kita akan duduk bareng dalam satu forum," ujarnya.
Ansori menambahkan, selama ini masih ada koordinasi antara pihak yang terkait, sehingga menurutnya permasalahan tersebut bukan satu masalah yang bisa
mengganggu kinerja. Namun Ansori menjanjikan akan mengundang ketiga pihak tersebut untuk membicarakan masalah ini.
"Toh tim ini pun pada dasarnya di bawah koordinasi Menkopolkam dengan melibatkan kementrian terkait seperti Kementrian Industri dan Perdagangan serta yang
lainnya. Nanti akan saya undang untuk kita sama-sama duduk bersama membahasnya," pungkas pria yang juga menjabat sebagai Direktur Kerjasama dan Pengembangan Direktorat Jenderal HKI, Departemen Hukum dan HAM ini di tempat yang sama.
( afz / ash )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga
Berita Terbaru
Index »
-
Selasa, 22/05/2012 16:20 WIB
Duh, Gampangnya Beli Ijazah Palsu di Internet
-
Selasa, 22/05/2012 13:25 WIB
Polisi Bongkar Pembuat Ijazah Palsu di www.ijazahaspal.com
-
Senin, 21/05/2012 12:49 WIB
Samsung Rayu Apple dengan Lisensi Silang
-
Minggu, 20/05/2012 11:08 WIB
Langgar Paten Microsoft, Ponsel Motorola Dicekal
-
Kamis, 17/05/2012 17:16 WIB
Kalah dari Apple, HTC Tunda Kapalkan Smartphone
-
Rabu, 16/05/2012 19:15 WIB
Polisi Gerebek Gudang Perakitan BlackBerry Ilegal di Pekanbaru
-
Rabu, 16/05/2012 14:10 WIB
Galaxy Tab Dicekal, Samsung: Klaim Apple Tak Berdasar!
-
Rabu, 16/05/2012 12:06 WIB
Wah! Apple Diizinkan Blokir Galaxy Tab
- Jumat, 25/05/2012 10:51 WIB
Nasib BlackBerry Messenger Suram?
- Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
- Jumat, 25/05/2012 09:03 WIB
Lucu! Pencuri iPhone Kirim Foto Dirinya ke Facebook Korban
- Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
- Jumat, 25/05/2012 13:23 WIB
Android Makin Kuasai Dunia
- Jumat, 25/05/2012 11:19 WIB
Sosok
I Made Wiryana, Anak Band yang Jadi 'Cyber Paspampres'
- Jumat, 25/05/2012 16:46 WIB
Pengakses Internet Masih Banyak dari Nokia
- Jumat, 25/05/2012 11:40 WIB
RIM Bantah Abaikan BlackBerry Messenger
- Jumat, 25/05/2012 14:57 WIB
Google Didesak Tutup Keran Download Ilegal
-
198 Komentar
-
83 Komentar
-
75 Komentar
-
66 Komentar
-
63 Komentar
-
63 Komentar
-
54 Komentar
-
53 Komentar
-
48 Komentar
Pro Kontra
Index »
Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?
Pro
Kontra
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message



.jpg)

