detikinet

Riau dan Kalsel Jadi Proyek Percobaan Indofire

Ardhi Suryadhi - detikinet
Kamis, 29/10/2009 14:15 WIB

kebakaran hutan (ist)

Jakarta - Meski sudah diluncurkan, sistem pemantauan kebakaran hutan Indofire bukan berarti sudah langsung bisa dimanfaatkan seluruh wilayah di Tanah Air.

Dikatakan Noor Hidayat, Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan Departemen Kehutanan, sistem ini baru bisa 'dicicipi' Riau dan Kalimantan Tengah sebagai pilot project (proyek percontohan).

"Nanti kita lihat implementasinya di sana, kalau bagus baru kita coba di daerah lain," tukasnya di sela peluncuran sistem Indofire di Departemen Kehutanan, Jakarta, Kamis (29/10/2009).

Noor mengharapkan, waktu masuknya data titik-titik api dari satelit MODIS ke halaman web Indofire di indofire.dephut.go.id tidak lebih dari satu jam.

Data tersebut kemudian juga didistribusikan ke daerah operasi Manggala Agni selaku petugas penjaga hutan yang bisa langsung membuat action jika didapati keadaan yang berpotensi bahaya.

"Jangan sampai lebih dari satu jam, kalau begitu sama saja, telat-telat juga pas datang ke lapangan," tukas Noor.

Petugas hutan Manggala Agni sendiri saat ini sudah memiliki sekitar 1500 anggota di seluruh Indonesia yang siap diterjunkan. Mereka tersebar ke dalam 4 daerah operasi.

Indofire merupakan sistem pengawasan kebakaran hutan hasil kolaborasi Indonesia dan Australia.

Sistem ini mampu memantau kebakaran hutan dan lahan melalui satelit MODIS secara near real time. Data itu kemudian ditampilkan dalam format web system alias bisa dipantau dari internet yang dinamis dan interaktif.
( ash / faw )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Pro Kontra Index »

    Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

    Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
    Pro
    50%
    Kontra
    50%