http://us.images.detik.com/logo_tematik/logodetikinet.png
 
 

Pakai Open Source, Ristek Hemat 60% Anggaran TI

Ardhi Suryadhi - detikinet
Senin, 26/10/2009 17:13 WIB
http://us.images.detik.com/content/2009/10/26/398/akses-komputer.jpg ilustrasi (ist)
Jakarta - Salah satu keunggulan dari Open Source adalah mampu memberikan penghematan. Kementerian Negara Riset dan Teknologi misalnya, mampu berhemat hingga 60 persen anggaran TI lantaran menggunakan aplikasi bersistem terbuka itu.

Demikian dikatakan Kemal Prihatman, Assistant Deputy IT Development Kementerian Negara Ristek di sela Global Conference on Open Source di Hotel Shangrila, Jakarta, Senin (26/10/2009).

"Penghematan yang bisa diambil dari Open Source itu diperkirakan sekitar 40 persen, tapi Ristek bisa hemat sampai 60 persen," tukasnya kepada beberapa wartawan, tanpa menjelaskan angka rincinya.

Atas dasar ini pula, lembaga pemerintah lain -- baik di pusat atau di daerah -- diharapkan dapat mengikuti jejak serupa. Terlebih pada akhir 2011, seluruh lembaga pemerintah sudah harus bermigrasi dari aplikasi proprietary.

"Terakhir itu sudah lebih dari 100 Pemda yang sudah bertanya ke kita (Ristek-red.) dan Kominfo seputar Open Source. Mulai dari ingin tahu proses migrasi sampai soal anggaran," ujar Kemal.

Sementara itu, Ditjen Aplikasi dan Telematika Depkominfo Ashwin Sasongko mengibaratkan, Open Source itu seperti air mineral. "Mengambilnya gratis dari pegunungan, tapi distribusi dan pengemasannya bayar," ujarnya di tempat yang sama.

Begitu pula Open Source, installnya gratis namun pelatihan dan maintenance-nya kena biaya. Jadi tidak sepenuhnya gratis, tandasnya. (ash/faw)


Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!


 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru Index »
Pro Kontra Index »

Tifatul Sembiring Sukses Kawal Kominfo?

Tifatul Sembiring resmi mundur dari kursi menteri komunikasi dan Informatika (menkominfo). Nah, setelah lima tahun menjabat, apakah Tifatul terbilang sukses mengemban amanah, mengawal dan memajukan TIK Indonesia?
Pro
45%
Kontra
55%


Must Read close