detikinet

Rencana Windows 8 Bocor di Internet

Wicak Hidayat - detikinet
Jumat, 09/10/2009 07:16 WIB

Icon Windows 7 (microsoft)

Jakarta - Meski Windows 7 belum juga luncur secara resmi, rencana untuk Windows 8 sudah mulai terdengar. Salah satu bagian dari rencana itu bocor di internet.

Gara-garanya adalah Robert Morgan, dari tim Microsoft Research, yang menampilkan profil lengkapnya di situs jejaring sosial LinkedIn. Situs itu merupakan situs ala Facebook namun khusus untuk kalangan profesional.

Seperti dikutip detikINET dari V3.co.uk, Jumat (9/10/2009), Morgan menuliskan deskripsi dirinya sebagai berikut: "Bekerja di departemen sekuriti untuk riset dan pengembangan yang melibatkan rencana strategis untuk proyek jangka sedang dan panjang. Proyek riset termasuk kompatibilitas arsitektur 128bit untuk kernel Windows 8 dan rencana Windows 9."

Jika benar, profil Morgan itu membocorkan rencana Microsoft mendukung 128bit pada Windows 8. Padahal, sistem operasi Windows yang ada saat ini baru versi 32bit dan 64bit.

Morgan juga mengungkapkan untuk pertamakalinya sebuah sistem operasi bernama Windows 9. Bisa diduga ini akan menjadi generasi berikutnya setelah Windows 8.

Belum ada konfirmasi dari Microsoft mengenai hal ini. Dalam kesempatan yang berbeda Steve Ballmer, CEO Microsoft, telah mengakui akan adanya Windows penerus Windows 7 yang akan hadir paling cepat pada 2012.



( wsh / wsh )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Berita Terbaru Index »
    Pro Kontra Index »

    Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

    Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
    Pro
    50%
    Kontra
    50%