Berita Utama
-
Jumat, 25/05/2012 17:21 WIB
Warga Twitter Puji Dedikasi 'Satpam Digital'
-
Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
-
Jumat, 25/05/2012 15:19 WIB
5 Casing iPhone yang Punya 'Gigi' Pembuka Botol
-
Jumat, 25/05/2012 11:19 WIB
I Made Wiryana, Anak Band yang Jadi 'Cyber Paspampres'
-
Jumat, 25/05/2012 12:52 WIB
Mencicipi Facebook Camera: Instagram ala Facebook
-
Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
-
Kamis, 24/05/2012 15:37 WIB
Negara Mana 'Raja' Internet ASEAN?
-
Kamis, 24/05/2012 12:12 WIB
5 'Nenek Moyang' Smartphone Android
-
Kamis, 24/05/2012 11:15 WIB
Waspadai Email Palsu dari 'Facebook'
Tips & Trik
Memilih Gemini, Bintang Baru BlackBerry
Senin, 05/10/2009 09:52 WIB

BlackBerry Gemini (rou/inet)
Jakarta - Pertarungan operator resmi BlackBerry di Indonesia mulai menghangat. Ini terlihat ketika keempat operator mitra RIM: Indosat, XL, Telkomsel, dan Axis, memasarkan BlackBerry (BB) seri Curve terbaru, Gemini, yang rencananya akan masuk pasar Indonesia pada pertengahan Oktober ini.
XL, misalnya, mengklaim membukukan 1000 order hanya dalam tempo tiga hari. Sementara Indosat, yang mengklaim sebagai operator BB pertama di Indonesia, juga mengaku telah menuai order sebanyak 2000 unit. Telkomsel yang belakangan sibuk menjual iPhone belum terdengar geliatnya dalam menjual Gemini, sementara Axis tampaknya lebih suka bergerilya.
Curve seri 8520 atau BB Gemini ini memang cukup kontroversial. Kehadirannya sempat tercekal, lantaran RIM harus terlebih dulu memenuhi permintaan pemerintah RI untuk membangun service center. Padahal Gemini sebenarnya sudah siap hadir di sini sejak dua bulan silam. Selain itu, harganya yang tak akan lebih dari Rp 3,5 juta memang ditunggu-tunggu.
Handset ini akan menjadi penghapus dahaga peminat BB yang sebelumnya terhalang harga. Maklum, BB Bold dan Javelin, keduanya masih di atas Rp 5 juta. Padahal dari sisi perfoma, jenis ini tak banyak beda dengan seri-seri sebelumnya. Bahkan Gemini akan lebih tahan banting, karena dibalut oleh karet (rubber).
Pilih Mana?
Merujuk pada kasus yang marak beberapa saat lalu, dimana ribuan pengguna BB kena suspend PIN. Untuk menghindari kasus serupa, memang masih lebih aman jika peminat Gemini membelinya dari operator mitra resmi RIM, ketimbang dari sumber yang lain.
Masalahnya, banyak juga peminat BB yang bingung, mau pilih Gemini dari operator mana. Karena dari iklan, pelbagai posting di Facebook, forum-forum gadget yang ada, semua operator mengklaim BB miliknya lah yang terbaik.
Bagi yang sudah menggunakan BB tentu lebih mudah, karena sudah ada pengalaman, atau jejaring sesama pengguna BB. Tapi, bagaimana bagi yang belum. Dan tampaknya ini yang akan menjadi target utama BB Gemini.
Sebenarnya apa yang harus dipahami ketika seseorang mau membeli dan memilih BlackBerry? BB adalah sebuah produk berteknologi canggih, sehingga perlu dipastikan BB tersebut memiliki jaminan purna jual resmi dari operator dan RIM. Yang seperti ini tentu hanya bisa diperoleh jika membeli dari operator atau sumber resmi yang ditunjuk.
Saat ini, di antara empat operator mitra RIM, hanya Indosat yang memberlakukan sistim kunci perangkat (locked). Sisanya, XL, Telkomsel dan Axis memilih sistem terbuka (unlocked). Dengan unlocked, pembeli tak terikat pada operator tempat ia membeli BB, jika suatu saat ia merasa tak puas dengan layanannya.
Sementara dengan model locked, pembeli akan terikat dan tak memungkinkan ganti provider ketika ia menginginkannya. Namun, sistim locked dan unlocked ini punya konsekuensi sama dalam hal ikatan layanan purna jual.
Dengan sistem unlocked, ketika pelanggan ganti layanan operator, maka otomatis garansi purna jualnya pun hangus, baik yang dari operator maupun RIM. Sehingga ketika pelanggan memerlukan layanan purna jual dari service center operator atau
RIM, ia harus membayar.
Hal-hal lain yang bisa jadi pertimbangan tambahan yaitu fasilitas lain seperti asuransi kerusakan dan kehilangan, aplikasi yang menjadi paket BB operator. Lalu soal sistem pembayaran kredit atau tunai, serta potongan harga yang diberikan operator sebagai iming-iming. Itu tergantung isi kocek calon pembeli masing-masing.
Yang pasti, ketika calon pembeli belum memiliki pengalaman dengan servis BB, yang paling utama harus dipahami adalah bagaimana layanan pelanggan operator tersebut dan reliabilitas jaringannya. Karena umumnya pengguna BB menghendaki konektivitas yang nyaris tanpa putus. Dan sialnya, kedua hal mendasar ini hanya bisa dirasakan ketika sudah menggunakan servis dari provider BB.
Belakangan, para operator BB cukup gencar mengkampanyekan penambahan bandwidth internasional mereka menjadi berkali lipat, demi mendukung kecepatan akses. Info tersebut justru membingungkan pengguna BB. Karena kenyataan yang dihadapi pelanggan justru sebaliknya: kelambatan akses, baik untuk browsing maupun BB Messenger.
Karena sejatinya, selain bandwidth internasional, ada faktor lain yang turut mempengaruhi perfoma akses data, seperti kecukupan frekuensi yang dimiliki operator, manajemen kapasitasnya, dan banyak faktor lainnya.
Yang pasti, untuk memahami dua hal mendasar dalam layanan BB di era 2.0 ini sebenarnya cukup mudah. Karena calon pengguna bisa mencari tahu sendiri, selain juga bertanya ke kawan-kawannya yang sudah menggunakan. Apalagi, kebanyakan konsumen BB adalah net generation, yang ingin menjaga konektivitasnya: terus terhubung dengan jejaring sosial seperti milis, forum,Facebook, Twitter, dan lainnya.
Info tentang operator yang akan dipilih bisa didapat dengan mudah, melalui jejaring sosial tersebut. Atau yang paling mudah melalui googling dan cari tahu berapa banyak problem yang dihadapi pelanggan BB, bagaimana respon operator dan tingkat kepuasan pengguna atas solusi yang dilakukan operator. Mudah bukan?
Penulis adalah konsultan komunikasi digital. Bisa dihubungi di email: redaksi@detikinet.com atau myvlisa@yahoo.com
( rou / rou )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
XL, misalnya, mengklaim membukukan 1000 order hanya dalam tempo tiga hari. Sementara Indosat, yang mengklaim sebagai operator BB pertama di Indonesia, juga mengaku telah menuai order sebanyak 2000 unit. Telkomsel yang belakangan sibuk menjual iPhone belum terdengar geliatnya dalam menjual Gemini, sementara Axis tampaknya lebih suka bergerilya.
Curve seri 8520 atau BB Gemini ini memang cukup kontroversial. Kehadirannya sempat tercekal, lantaran RIM harus terlebih dulu memenuhi permintaan pemerintah RI untuk membangun service center. Padahal Gemini sebenarnya sudah siap hadir di sini sejak dua bulan silam. Selain itu, harganya yang tak akan lebih dari Rp 3,5 juta memang ditunggu-tunggu.
Handset ini akan menjadi penghapus dahaga peminat BB yang sebelumnya terhalang harga. Maklum, BB Bold dan Javelin, keduanya masih di atas Rp 5 juta. Padahal dari sisi perfoma, jenis ini tak banyak beda dengan seri-seri sebelumnya. Bahkan Gemini akan lebih tahan banting, karena dibalut oleh karet (rubber).
Pilih Mana?
Merujuk pada kasus yang marak beberapa saat lalu, dimana ribuan pengguna BB kena suspend PIN. Untuk menghindari kasus serupa, memang masih lebih aman jika peminat Gemini membelinya dari operator mitra resmi RIM, ketimbang dari sumber yang lain.
Masalahnya, banyak juga peminat BB yang bingung, mau pilih Gemini dari operator mana. Karena dari iklan, pelbagai posting di Facebook, forum-forum gadget yang ada, semua operator mengklaim BB miliknya lah yang terbaik.
Bagi yang sudah menggunakan BB tentu lebih mudah, karena sudah ada pengalaman, atau jejaring sesama pengguna BB. Tapi, bagaimana bagi yang belum. Dan tampaknya ini yang akan menjadi target utama BB Gemini.
Sebenarnya apa yang harus dipahami ketika seseorang mau membeli dan memilih BlackBerry? BB adalah sebuah produk berteknologi canggih, sehingga perlu dipastikan BB tersebut memiliki jaminan purna jual resmi dari operator dan RIM. Yang seperti ini tentu hanya bisa diperoleh jika membeli dari operator atau sumber resmi yang ditunjuk.
Saat ini, di antara empat operator mitra RIM, hanya Indosat yang memberlakukan sistim kunci perangkat (locked). Sisanya, XL, Telkomsel dan Axis memilih sistem terbuka (unlocked). Dengan unlocked, pembeli tak terikat pada operator tempat ia membeli BB, jika suatu saat ia merasa tak puas dengan layanannya.
Sementara dengan model locked, pembeli akan terikat dan tak memungkinkan ganti provider ketika ia menginginkannya. Namun, sistim locked dan unlocked ini punya konsekuensi sama dalam hal ikatan layanan purna jual.
Dengan sistem unlocked, ketika pelanggan ganti layanan operator, maka otomatis garansi purna jualnya pun hangus, baik yang dari operator maupun RIM. Sehingga ketika pelanggan memerlukan layanan purna jual dari service center operator atau
RIM, ia harus membayar.
Hal-hal lain yang bisa jadi pertimbangan tambahan yaitu fasilitas lain seperti asuransi kerusakan dan kehilangan, aplikasi yang menjadi paket BB operator. Lalu soal sistem pembayaran kredit atau tunai, serta potongan harga yang diberikan operator sebagai iming-iming. Itu tergantung isi kocek calon pembeli masing-masing.
Yang pasti, ketika calon pembeli belum memiliki pengalaman dengan servis BB, yang paling utama harus dipahami adalah bagaimana layanan pelanggan operator tersebut dan reliabilitas jaringannya. Karena umumnya pengguna BB menghendaki konektivitas yang nyaris tanpa putus. Dan sialnya, kedua hal mendasar ini hanya bisa dirasakan ketika sudah menggunakan servis dari provider BB.
Belakangan, para operator BB cukup gencar mengkampanyekan penambahan bandwidth internasional mereka menjadi berkali lipat, demi mendukung kecepatan akses. Info tersebut justru membingungkan pengguna BB. Karena kenyataan yang dihadapi pelanggan justru sebaliknya: kelambatan akses, baik untuk browsing maupun BB Messenger.
Karena sejatinya, selain bandwidth internasional, ada faktor lain yang turut mempengaruhi perfoma akses data, seperti kecukupan frekuensi yang dimiliki operator, manajemen kapasitasnya, dan banyak faktor lainnya.
Yang pasti, untuk memahami dua hal mendasar dalam layanan BB di era 2.0 ini sebenarnya cukup mudah. Karena calon pengguna bisa mencari tahu sendiri, selain juga bertanya ke kawan-kawannya yang sudah menggunakan. Apalagi, kebanyakan konsumen BB adalah net generation, yang ingin menjaga konektivitasnya: terus terhubung dengan jejaring sosial seperti milis, forum,Facebook, Twitter, dan lainnya.
Info tentang operator yang akan dipilih bisa didapat dengan mudah, melalui jejaring sosial tersebut. Atau yang paling mudah melalui googling dan cari tahu berapa banyak problem yang dihadapi pelanggan BB, bagaimana respon operator dan tingkat kepuasan pengguna atas solusi yang dilakukan operator. Mudah bukan?
Penulis adalah konsultan komunikasi digital. Bisa dihubungi di email: redaksi@detikinet.com atau myvlisa@yahoo.com
( rou / rou )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga
Berita Terbaru
Index »
-
Kamis, 26/04/2012 16:13 WIB
PimpMyBBM: Kumpulan Animasi Avatar untuk BBM
-
Jumat, 20/04/2012 15:21 WIB
iOS & Android Punya Instagram, BlackBerry Punya Instigram!
-
Rabu, 18/04/2012 10:54 WIB
Aplikasi Ini Bisa Mengunci BlackBerry via SMS
-
Rabu, 18/04/2012 10:12 WIB
BlackBerry Messenger Lakukan Penyegaran
-
Selasa, 13/03/2012 10:44 WIB
Aplikasi Penting Jika BlackBerry Anda Tertinggal
-
Jumat, 09/03/2012 16:13 WIB
Opera Mini Mendarat di BlackBerry App World
-
Selasa, 06/03/2012 09:39 WIB
Mencicipi Opera Mini Next 7.0 di BlackBerry
-
Rabu, 29/02/2012 10:22 WIB
TransJakarta Berjaya di Barcelona
- Jumat, 25/05/2012 10:51 WIB
Nasib BlackBerry Messenger Suram?
- Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
- Jumat, 25/05/2012 09:03 WIB
Lucu! Pencuri iPhone Kirim Foto Dirinya ke Facebook Korban
- Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
- Jumat, 25/05/2012 13:23 WIB
Android Makin Kuasai Dunia
- Jumat, 25/05/2012 11:19 WIB
Sosok
I Made Wiryana, Anak Band yang Jadi 'Cyber Paspampres'
- Jumat, 25/05/2012 16:46 WIB
Pengakses Internet Masih Banyak dari Nokia
- Jumat, 25/05/2012 11:40 WIB
RIM Bantah Abaikan BlackBerry Messenger
- Jumat, 25/05/2012 14:57 WIB
Google Didesak Tutup Keran Download Ilegal
-
198 Komentar
-
83 Komentar
-
75 Komentar
-
65 Komentar
-
63 Komentar
-
63 Komentar
-
54 Komentar
-
53 Komentar
-
48 Komentar
Pro Kontra
Index »
Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?
Pro
Kontra
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message



.jpg)


