detikinet

'Windows 7 Sistem Operasi Terbaik'

Fino Yurio Kristo - detikinet
Rabu, 30/09/2009 17:39 WIB

Windows 7 (ist)

Jakarta - Kurang dari sebulan, sistem operasi terbaru dari Microsoft yakni Windows 7 bakal resmi diluncurkan. CEO Microsoft, Steve Ballmer pun menjanjikan pada konsumen maupun developer bahwa Windows 7 adalah yang terbaik dibanding sistem operasi Windows yang lain.

"Windows 7 adalah sistem operasi terbaik yang pernah kami buat," demikian klaim Ballmer dalam surat yang dirilis oleh Microsoft, seperti dikutip detikINET dari InformationWeek, Rabu (30/9/2009).

Ballmer pun coba mengumbar berbagai kelebihan Windows 7. Interface Windows 7 misalnya, yang menghilangkan beberapa fitur sekuriti mengganggu yang ada di Windows Vista, diklaimnya bakal meningkatkan produktivitas para pekerja.

Selain itu, fasilitas energy saving di Windows 7 diklaim pula dapat menghemat pengeluaran TI sebuah kota. Dicontohkan, kota seperti Miami di Amerika Serikat bisa menghemat sampai US$ 400.000 per tahun dengan memakai Windows 7.

Microsoft sepertinya mempromosikan Windows 7 habis-habisan agar meledak di pasaran sekaligus mengobati kekecewaan terhadap performa Windows Vista, yang reputasinya kurang bagus di mata konsumen. Iklan mengenai Windows 7 pun makin gencar dibuat.

Windows 7 rencananya bakal dijual pada masyarakat umum di pertengahan Oktober 2009 mendatang.
( fyk / faw )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Berita Terbaru Index »
    Pro Kontra Index »

    Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

    Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
    Pro
    50%
    Kontra
    50%