Berita Utama
-
Jumat, 25/05/2012 17:21 WIB
Warga Twitter Puji Dedikasi 'Satpam Digital'
-
Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
-
Jumat, 25/05/2012 15:19 WIB
5 Casing iPhone yang Punya 'Gigi' Pembuka Botol
-
Jumat, 25/05/2012 11:19 WIB
I Made Wiryana, Anak Band yang Jadi 'Cyber Paspampres'
-
Jumat, 25/05/2012 12:52 WIB
Mencicipi Facebook Camera: Instagram ala Facebook
-
Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
-
Kamis, 24/05/2012 15:37 WIB
Negara Mana 'Raja' Internet ASEAN?
-
Kamis, 24/05/2012 12:12 WIB
5 'Nenek Moyang' Smartphone Android
-
Kamis, 24/05/2012 11:15 WIB
Waspadai Email Palsu dari 'Facebook'
Survei PayPal
9 Alasan Pembeli 'Kabur' dari Toko Online
Rabu, 30/09/2009 10:30 WIB

paypal
Jakarta - Saat ini sistem belanja online digandrungi banyak konsumen karena praktis. Namun terkadang, calon pembeli 'kabur' sebelum melakukan pembelian. Survei PayPal mengungkap alasan mengapa pembeli mengurungkan pembelian. Apa saja?
Para pedagang di Indonesia yang melayani penjualan untuk konsumen di luar negeri mungkin ingin mengetahui mengapa calon pembelinya 'kabur' sebelum melakukan pembelian. Survei dari Paypal menunjukkan bahwa ada sejumlah alasan mengapa pembeli kabur, yakni terkait biaya pengiriman yang mahal, masalah keamanan, dan kurangnya kenyamanan.
Dari survei yang melibatkan 553 responden di Amerika Serikat ini terungkap bahwa memasukkan biaya pengiriman dalam harga barang berpengaruh terhadap 40 persen responden untuk menyelesaikan pembelian.
Untuk membantu pedagang mendorong pembeli untuk membeli, PayPal telah mengumumkan fitur Express Checkout baru yang meliputi PayPal Instant Update API. Dengan merangkul API baru, pedagang dapat menampilkan rincian pesanan lebih awal dalam proses yang meliputi pilihan pengiriman, pilihan asuransi, dan jumlah pajak.
"Agar pembeli menyelesaikan pembelian mereka, sangat penting bagi pedagang membuat pengalaman pembayaran yang mudah dan transparan untuk masalah biaya," ujar Mario Shiliashki, General Manager PayPal Asia Tenggara dan India dalam keterangan resminya yang dikutip detikINET, Rabu (30/9/2009).
Shiliashki menambahkan, "PayPal Instant Update API baru kami akan membantu pedagang agar konsumen mendapatkan informasi yang mereka butuhkan sebelum pembelian untuk menarik penjualan."
Masalah ekonomi juga masih menjadi batu sandungan bagi pembeli untuk mengklik tombol "purchase". Sementara itu, lebih dari sepertiga responden meninggalkan pembayaran karena mereka tidak merencanakan semua pengeluaran tersebut.
Sedangkan lebih dari 25 persen responden meninggalkan situs untuk mencari kupon belanja. Namun, sepertiga pembeli kemudian kembali ke situs yang sama untuk membeli. 20 persen responden pada akhirnya pergi membeli barang tersebut di toko atau di situs web saingan.
"Selain masalah biaya, pedagang yang bertujuan menjual kepada audiens global perlu mempertimbangkan bahwa berbelanja online haruslah bebas masalah dan aman bagi pembeli," ungkap Shiliashki.
"Integrasi dengan vendor situs belanja, vendor hosting, dan metode pembayaran yang efisien layaknya PayPal membuat belanja lebih lancar bagi pembeli. Mempermanis transaksi dengan pengiriman gratis, kupon, dan diskon khusus juga merupakan cara hebat untuk mendorong pembeli online untuk menyelesaikan pembelian, utamanya saat musim liburan yang akan datang," pungkasnya.
Alasan Pembeli Membatalkan Pembelian:
( faw / fyk )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Para pedagang di Indonesia yang melayani penjualan untuk konsumen di luar negeri mungkin ingin mengetahui mengapa calon pembelinya 'kabur' sebelum melakukan pembelian. Survei dari Paypal menunjukkan bahwa ada sejumlah alasan mengapa pembeli kabur, yakni terkait biaya pengiriman yang mahal, masalah keamanan, dan kurangnya kenyamanan.
Dari survei yang melibatkan 553 responden di Amerika Serikat ini terungkap bahwa memasukkan biaya pengiriman dalam harga barang berpengaruh terhadap 40 persen responden untuk menyelesaikan pembelian.
Untuk membantu pedagang mendorong pembeli untuk membeli, PayPal telah mengumumkan fitur Express Checkout baru yang meliputi PayPal Instant Update API. Dengan merangkul API baru, pedagang dapat menampilkan rincian pesanan lebih awal dalam proses yang meliputi pilihan pengiriman, pilihan asuransi, dan jumlah pajak.
"Agar pembeli menyelesaikan pembelian mereka, sangat penting bagi pedagang membuat pengalaman pembayaran yang mudah dan transparan untuk masalah biaya," ujar Mario Shiliashki, General Manager PayPal Asia Tenggara dan India dalam keterangan resminya yang dikutip detikINET, Rabu (30/9/2009).
Shiliashki menambahkan, "PayPal Instant Update API baru kami akan membantu pedagang agar konsumen mendapatkan informasi yang mereka butuhkan sebelum pembelian untuk menarik penjualan."
Masalah ekonomi juga masih menjadi batu sandungan bagi pembeli untuk mengklik tombol "purchase". Sementara itu, lebih dari sepertiga responden meninggalkan pembayaran karena mereka tidak merencanakan semua pengeluaran tersebut.
Sedangkan lebih dari 25 persen responden meninggalkan situs untuk mencari kupon belanja. Namun, sepertiga pembeli kemudian kembali ke situs yang sama untuk membeli. 20 persen responden pada akhirnya pergi membeli barang tersebut di toko atau di situs web saingan.
"Selain masalah biaya, pedagang yang bertujuan menjual kepada audiens global perlu mempertimbangkan bahwa berbelanja online haruslah bebas masalah dan aman bagi pembeli," ungkap Shiliashki.
"Integrasi dengan vendor situs belanja, vendor hosting, dan metode pembayaran yang efisien layaknya PayPal membuat belanja lebih lancar bagi pembeli. Mempermanis transaksi dengan pengiriman gratis, kupon, dan diskon khusus juga merupakan cara hebat untuk mendorong pembeli online untuk menyelesaikan pembelian, utamanya saat musim liburan yang akan datang," pungkasnya.
Alasan Pembeli Membatalkan Pembelian:
- Mahalnya biaya pengiriman: 46 persen
- Ingin membandingkan toko: 37 persen
- Kurangnya uang: 36 persen
- Ingin mencari kupon: 27 persen
- Ingin berbelanja offline: 26 persen
- Tidak dapat menemukan pilihan pembayaran yang disukai: 24 persen
- Barang tidak tersedia saat pembayaran: 23 persen
- Tidak dapat menemukan dukungan konsumen: 22 persen
- Khawatir akan keamanan data kartu kredit: 21 persen
( faw / fyk )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga
Berita Terbaru
Index »
-
Kamis, 24/05/2012 17:29 WIB
Modal Pas-pasan, Tantangan Start Up Lokal
-
Kamis, 24/05/2012 15:11 WIB
Bos Sales BlackBerry Mengundurkan Diri
-
Kamis, 24/05/2012 10:31 WIB
27 Ribu Karyawan HP akan Di-PHK
-
Rabu, 23/05/2012 20:11 WIB
Operator-Vendor Kolaborasi Kembangkan Mobile Cloud
-
Rabu, 23/05/2012 18:09 WIB
Telkom Kucurkan USD 10 Juta Kembangkan Cloud
-
Rabu, 23/05/2012 17:08 WIB
Penyelenggara Cloud Wajib Bangun Data Center di Indonesia
-
Rabu, 23/05/2012 12:52 WIB
UKM Belum Melek Cloud Computing
-
Rabu, 23/05/2012 10:10 WIB
Motorola Resmi Jadi Milik Google
- Jumat, 25/05/2012 10:51 WIB
Nasib BlackBerry Messenger Suram?
- Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
- Jumat, 25/05/2012 09:03 WIB
Lucu! Pencuri iPhone Kirim Foto Dirinya ke Facebook Korban
- Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
- Jumat, 25/05/2012 13:23 WIB
Android Makin Kuasai Dunia
- Jumat, 25/05/2012 11:19 WIB
Sosok
I Made Wiryana, Anak Band yang Jadi 'Cyber Paspampres'
- Jumat, 25/05/2012 16:46 WIB
Pengakses Internet Masih Banyak dari Nokia
- Jumat, 25/05/2012 11:40 WIB
RIM Bantah Abaikan BlackBerry Messenger
- Jumat, 25/05/2012 14:57 WIB
Google Didesak Tutup Keran Download Ilegal
-
198 Komentar
-
83 Komentar
-
75 Komentar
-
65 Komentar
-
63 Komentar
-
63 Komentar
-
54 Komentar
-
53 Komentar
-
48 Komentar
Pro Kontra
Index »
Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?
Pro
Kontra
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message



.jpg)

