detikinet

Internet Bisa Tolong Mahasiswa Pemabuk Berat

Fino Yurio Kristo - detikinet
Minggu, 20/09/2009 10:35 WIB

Ilustrasi (CBC)

Newscastle - Sebagian mahasiswa perguruan tinggi terbiasa mengkonsumsi minuman keras dan akhirnya mabuk-mabukan. Berdasarkan riset baru, kebiasaan negatif ini kemungkinan dapat ditanggulangi dengan bantuan internet.

Para periset di University of Newcastle Australia dan University of Otago, Selandia Baru, melakukan tes pada lebih dari 7200 mahasiswa di Australia. Hasilnya cukup mencengangkan, lebih dari 2400 di antara mereka dikategorikan sebagai peminum berat.

Separuh dari para mahasiswa yang suka mabuk ini kemudian ditempatkan dalam grup pemulihan dan ditolong dengan campur tangan internet. Mereka mendapatkan motivasi dan umpan balik via web. Sedangkan separuh yang lain tidak mendapatkannya.

Dikutip detikINET dari USNews, Minggu (20/9/2009), bantuan via internet yang diberikan tersebut beragam, di antaranya adalah informasi mengenai risiko kesehatan, konsentrasi alkohol dalam darah, dan juga link untuk menolong mereka dari masalah kecanduan alkohol.

"Setelah satu bulan, partisipan yang dibantu dengan internet minum lebih jarang, kuantitasnya juga lebih kecil," demikian kesimpulan dari Kypros Kypri, periset yang membesut studi ini.

Berdasarkan hasil tersebut, medium internet dinyatakan punya potensi besar untuk membantu mahasiswa mengatasi kebiasaan mabuk mereka.
( fyk / sha )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Berita Terbaru Index »
    Pro Kontra Index »

    iPad Generasi Terbaru Memuaskan?

    Setelah sekian lama dinanti, Apple akhirnya memperkenalkan iPad generasi terbaru. Bentuk perangkat ini memang tidak berubah dibanding iPad 2. Namun dari sisi fitur, new iPad cukup memuaskan. Menurut Anda?
    Pro
    50%
    Kontra
    50%