detikinet

Lagi, Dedemit Maya Hajar Puluhan Situs Malaysia

Fino Yurio Kristo - detikinet
Kamis, 17/09/2009 10:04 WIB

Screenshot halaman situs yang diserang

Jakarta - Serangan cyber bertubi-tubi kembali dilancarkan pada situs Malaysia. Kali ini, sekitar 25 situs menjadi korban serangan para dedemit maya yang menyatakan diri berasal dari Indonesia.

Serangan ini lagi-lagi dilatarbelakangi ulah Malaysia yang sering seenaknya mencaplok kebudayaan asli Indonesia. Sedangkan situs Malaysia yang kena hack beragam jenisnya, seperti gamemoneys.com, malaysia-securitysystem.com, www.tengchangyeow.com dan puluhan lainnya.

Pengamatan detikINET, halaman situs yang diserang menampilkan pesan dari para pelaku serangan. Pada intinya, mereka memprotes kelakuan Malaysia yang seakan tidak kapok mengklaim hasil budaya Indonesia.

"Notice : JANGAN PERNAH MENGIRA KAMI AKAN DIAM KEBUDAYAAN KAMI MUTLAK WARISAN DARI LELUHUR KAMI BUKAN WARISAN YG DITURUNKAN UNTUK NEGARA MALING SEPERTIMU" demikian tertera dalam halaman situs yang jadi korban.

Tidak diketahui persis siapa sebenarnya yang jadi pelaku serangan ini. Hanya saja, mereka mengklaim sebagai grup dedemit maya bernama Indonesian Defacer, Minang H4xor Crew, Serverisdown Team dan Indonesian Coder.

Pada serangan sebelumnya, nyaris 100 situs Malaysia juga ditumbangkan. Pemicu serangan pun sama, yakni bahwa Malaysia sering mencuri hasil budaya Indonesia.

( fyk / sha )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Berita Terbaru Index »
    Pro Kontra Index »

    Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

    Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
    Pro
    50%
    Kontra
    50%