detikinet

Wall Street Journal Tarik Bayaran dari Pembaca Mobile

Santi Dwi Jayanti - detikinet
Rabu, 16/09/2009 15:49 WIB

Ist

Jakarta - Guna mencegah kemungkinan bangkrut, sejumlah surat kabar di Amerika melancarkan berbagai cara untuk mendapatkan pundi-pundi di luar pendapatan yang didapat dari iklan cetak.

Cara yang dilakukan ini termasuk dengan memungut biaya jika pembacanya mengakses konten surat kabar via perangkat mobile.

Salah satu perusahaan yang berada di bawah kekuasaan News Corp, yakni Wall Street Journal akan segera melakukan ini.

Setelah sukses dengan koran online berbayarnya, kini ia juga akan memberlakukan pemungutan biaya yang sama untuk pengaksesan via aplikasi mobile dalam satu atau 2 bulan ke depan.

Dikutip detikINET dari Bloomberg, Rabu (16/9/2009), sejauh ini WSJ bisa diakses di produk keluaran RIM, Blackberry dan juga di iPhone serta iPod touch. Mereka yang menikmati konten-konten yang disuguhkan WSJ via ponsel tersebut akan dikenai biaya U$S 2 tiap minggu bagi yang belum mendaftar, dan U$S 1 untuk yang sudah mendaftar.

Sebelumnya Wall Street Journal menjadi satu dari sedikit koran Amerika yang sukses menarik bayaran untuk konten di internet.

Dalam konferensi di New York, CEO News Corp, Rupert Murdoch yang juga membawahi MySpace mengumumkan, ini adalah usaha untuk menemukan solusi baru mengumpulkan pundi-pundi dari bagaimana cara orang mengakses berita di masa kini.
( sha / ash )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Pro Kontra Index »

    Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

    Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
    Pro
    50%
    Kontra
    50%