Berita Utama
-
Jumat, 25/05/2012 17:21 WIB
Warga Twitter Puji Dedikasi 'Satpam Digital'
-
Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
-
Jumat, 25/05/2012 15:19 WIB
5 Casing iPhone yang Punya 'Gigi' Pembuka Botol
-
Jumat, 25/05/2012 11:19 WIB
I Made Wiryana, Anak Band yang Jadi 'Cyber Paspampres'
-
Jumat, 25/05/2012 12:52 WIB
Mencicipi Facebook Camera: Instagram ala Facebook
-
Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
-
Kamis, 24/05/2012 15:37 WIB
Negara Mana 'Raja' Internet ASEAN?
-
Kamis, 24/05/2012 12:12 WIB
5 'Nenek Moyang' Smartphone Android
-
Kamis, 24/05/2012 11:15 WIB
Waspadai Email Palsu dari 'Facebook'
Operator Telko Ingin Bikin Aturan Sendiri
Senin, 14/09/2009 12:02 WIB

Ilustrasi (Ist.)
Jakarta - Operator yang tergabung dalam Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia (ATSI) meminta kepada pemerintah dan regulator agar diberi peluang untuk melakukan self regulation terkait hal-hal yang bersifat business to business (B2B).
"Selama ini regulator sudah mengeluarkan regulasi yang pro rakyat dan negara. Sudah saatnya juga industri diberikan hak untuk melakukan self regulation," ujar Ketua Umum ATSI Sarwoto Atmosutarno di sela drive test jaringan Telkomsel, di Gambir, Jakarta, Senin (14/9/2009).
Self regulation yang dimaksud ATSI adalah kebebasan untuk mengatur hal-hal menyangkut bisnis yang dibuat dan dijalankan sendiri oleh pelaku usaha di industri telekomunikasi ini.
Menurut Sarwoto, kebijakan pro rakyat yang diambil oleh regulator tercermin dalam formula perhitungan biaya interkoneksi dan kualitas layanan. Sedangkan regulasi pro negara bisa dilihat pada besaran Biaya Hak Penyelenggaraan (BHP) atau sewa frekuensi.
"Nah, ada juga hal-hal bisnis yang sebenarnya bisa diserahkan kepada industri untuk mengatur. Misalnya, clearing house atau kebutuhan bandwitdh," jelasnya.
Selama ini, untuk hal seperti itu regulator masih ikut mengatur, namun disisi lain juga mendesak operator menyelesaikan secara B2B.
"Jika mau B2B, serahkan saja ke industri. Soalnya, dalam waktu dua hingga empat tahun ke depan konsolidasi akan terjadi di industri ini," katanya.
Konsolidasi yang terjadi, menurut Sarwoto, tidak hanya dari sisi entitas bisnis, tetapi juga infrastruktur, akses, hingga transportasi dalam rangka konvergensi.
"Kalau sudah begini aroma B2B akan lebih kental. Karena itu ada baiknya sejak dari sekarang peluang self regulation itu diberikan sebagai insentif," jelasnya.
Sarwoto juga mengingatkan, regulator tidak lagi mengumbar pemberian lisensi bagi pemain telekomunikasi karena bisa membuat lanskap industri berubah.
"Kebijakan pemberian lisensi yang longgar dengan memperbanyak pemain di satu jasa itu harus ditinjau ulang," katanya.
Dikatakannya, dampak dari longgarnya pemberian lisensi bisa dilihat pada rendahnya kualitas layanan yang diberikan oleh pemain kepada pelanggan.
"Hal ini karena semua mengejar kuantitas. Akhirnya dari sisi kinerja keuangan semuanya berdarah-darah. Inilah alasan ATSI mulai mengajak anggotanya untuk bersaing di sisi kualitas. Masalah ini menjadi serius karena dalam lima tahun ke depan penetrasi telkomunikasi di Indonesia bisa mencapai 100%," tandasnya
( rou / ash )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
"Selama ini regulator sudah mengeluarkan regulasi yang pro rakyat dan negara. Sudah saatnya juga industri diberikan hak untuk melakukan self regulation," ujar Ketua Umum ATSI Sarwoto Atmosutarno di sela drive test jaringan Telkomsel, di Gambir, Jakarta, Senin (14/9/2009).
Self regulation yang dimaksud ATSI adalah kebebasan untuk mengatur hal-hal menyangkut bisnis yang dibuat dan dijalankan sendiri oleh pelaku usaha di industri telekomunikasi ini.
Menurut Sarwoto, kebijakan pro rakyat yang diambil oleh regulator tercermin dalam formula perhitungan biaya interkoneksi dan kualitas layanan. Sedangkan regulasi pro negara bisa dilihat pada besaran Biaya Hak Penyelenggaraan (BHP) atau sewa frekuensi.
"Nah, ada juga hal-hal bisnis yang sebenarnya bisa diserahkan kepada industri untuk mengatur. Misalnya, clearing house atau kebutuhan bandwitdh," jelasnya.
Selama ini, untuk hal seperti itu regulator masih ikut mengatur, namun disisi lain juga mendesak operator menyelesaikan secara B2B.
"Jika mau B2B, serahkan saja ke industri. Soalnya, dalam waktu dua hingga empat tahun ke depan konsolidasi akan terjadi di industri ini," katanya.
Konsolidasi yang terjadi, menurut Sarwoto, tidak hanya dari sisi entitas bisnis, tetapi juga infrastruktur, akses, hingga transportasi dalam rangka konvergensi.
"Kalau sudah begini aroma B2B akan lebih kental. Karena itu ada baiknya sejak dari sekarang peluang self regulation itu diberikan sebagai insentif," jelasnya.
Sarwoto juga mengingatkan, regulator tidak lagi mengumbar pemberian lisensi bagi pemain telekomunikasi karena bisa membuat lanskap industri berubah.
"Kebijakan pemberian lisensi yang longgar dengan memperbanyak pemain di satu jasa itu harus ditinjau ulang," katanya.
Dikatakannya, dampak dari longgarnya pemberian lisensi bisa dilihat pada rendahnya kualitas layanan yang diberikan oleh pemain kepada pelanggan.
"Hal ini karena semua mengejar kuantitas. Akhirnya dari sisi kinerja keuangan semuanya berdarah-darah. Inilah alasan ATSI mulai mengajak anggotanya untuk bersaing di sisi kualitas. Masalah ini menjadi serius karena dalam lima tahun ke depan penetrasi telkomunikasi di Indonesia bisa mencapai 100%," tandasnya
( rou / ash )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga
Berita Terbaru
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 18:58 WIB
Indosat Siap Luncurkan Mobile Cloud
-
Rabu, 23/05/2012 12:38 WIB
Telkom Kembangkan e-Gov Berbasis Cloud
-
Rabu, 23/05/2012 11:12 WIB
Tender 3G Bisa Kembali Diundur Agar Tak Cacat Hukum
-
Senin, 21/05/2012 09:59 WIB
Kolom Telematika
Fenomena Social Networking
-
Senin, 21/05/2012 09:10 WIB
Lippo Luncurkan Satelit
-
Sabtu, 19/05/2012 14:26 WIB
Zuck Lebih Kaya dari Duo Pendiri Google
-
Sabtu, 19/05/2012 13:27 WIB
Duh, Angkasa Pura I Belum Miliki Izin Stasiun Radio
-
Sabtu, 19/05/2012 10:29 WIB
Musibah Sukhoi
Kominfo Enggan Berspekulasi Soal Interferensi Frekuensi
- Sabtu, 26/05/2012 17:54 WIB
Tablet Google Dipamerkan Bulan Depan
- Sabtu, 26/05/2012 12:48 WIB
Karyawan Yahoo Ramai-ramai Puji Axis di App Store
- Jumat, 25/05/2012 10:51 WIB
Nasib BlackBerry Messenger Suram?
- Sabtu, 26/05/2012 10:27 WIB
Sensor 16 MP OmniVision Mampu Rekam Video 4K
- Sabtu, 26/05/2012 13:19 WIB
Siri Dibenamkan di OS X Mountain Lion?
- Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
- Sabtu, 26/05/2012 15:36 WIB
Rumor: FIFA 2013 'Kick-off' September 2012
- Jumat, 25/05/2012 09:03 WIB
Lucu! Pencuri iPhone Kirim Foto Dirinya ke Facebook Korban
- Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
-
219 Komentar
-
84 Komentar
-
77 Komentar
-
64 Komentar
-
63 Komentar
-
57 Komentar
-
54 Komentar
-
48 Komentar
-
45 Komentar
Pro Kontra
Index »
Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?
Pro
Kontra
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message



.jpg)
