Berita Utama
-
Senin, 21/05/2012 13:18 WIB
Priscilla Chan, Dokter yang Jadi Nyonya Zuckerberg
-
Senin, 21/05/2012 13:45 WIB
5 Brand yang Sukses 'Jualan' via Instagram
-
Senin, 21/05/2012 15:24 WIB
Wah! Kamera Instagram Bakal Diwujudkan
-
Senin, 21/05/2012 15:47 WIB
5 Brand Raksasa yang Kalah Mahal dari Facebook
-
Senin, 21/05/2012 13:33 WIB
Semoga Facebook Tak Bernasib Seperti Friendster
-
Senin, 21/05/2012 11:27 WIB
Tips Membuat Foto Bokeh
-
Senin, 21/05/2012 12:14 WIB
Ini Dia Pengguna Pertama Galaxy S III di Indonesia
-
Senin, 21/05/2012 11:07 WIB
Besok, Samsung Luncurkan Galaxy S III di Indonesia
-
Senin, 21/05/2012 09:47 WIB
Mengintip Pesta Pernikahan Mark Zuckerberg
Industri Musik Online Tak Akan Bebas Lagi 'Bernyanyi'
Jumat, 11/09/2009 08:30 WIB

ilustrasi (ist)
China - Pemerintah China mengumumkan sebuah kebijakan baru di dunia online yakni setiap lagu yang akan dipublikasikan di situs harus mendapat persetujuan dari pemerintah dan semua lirik asing harus diterjemahkan ke bahasa China. Apa tujuannya?
Menteri Kebudayaan China mengungkapkan, peraturan ini dibuat untuk memerangi pembajakan yang kian merajalela dan melindungi hak kekayaan intelektual. Berdasarkan peraturan tersebut, semua provider musik harus mendaftarkan lagu-lagunya untuk disetujui pemerintah pada tanggal 31 Desember nanti. Namun kalangan ahli menilai bahwa hal ini akan sulit diimplementasikan.
"Jika ada ribuan situs penyedia konten, bagaimana mungkin pemerintah memeriksa semua konten hanya dalam kurun waktu beberapa bulan?" tukas Liu Ning, seorang analis, seperti dikutip detikINET dari AFP, Jumat (11/9/2009).
Namun, Menteri Kebudayaan menegaskan bahwa peraturan tersebut penting untuk mengatur transmisi informasi kebudayaan, memberikan jaminan keamanan bagi kebudayaan bangsa, serta mengatur etika masyarakat. Mengingat begitu banyak informasi yang merusak moral masyarakat dan menyebarkan pornografi serta kekerasan.
Negeri Tirai Bambu ini memang terkenal keras dalam mengatur kehidupan online masyarakatnya. Pemerintah secara rutin memblokir konten online yang dinilai tidak sehat, bukan hanya yang mengandung pornografi dan kekerasan tapi juga yang bersifat kritik terhadap pemerintah.
International Federation of Phonographic Industry menyebutkan, 99 persen download musik di China ilegal, sehingga menyebabkan perusahaan rekaman menelan kerugian miliaran dollar.
"Mungkin saja nantinya para provider konten ilegal tidak akan mengindahkan peraturan tersebut dan akan terus melanjutkan layanan ilegal mereka," tambah Liu. Menurut Liu peraturan baru ini hanya akan menambah beban pekerjaan bagi provider musik.
Namun, mesin pencari Baidu yang telah lama dikritik karena menyediakan link situs-situs musik bajakan menyambut dengan terbuka peraturan baru tersebut. "Kami percaya bahwa sistem yang lebih terstandarisasi untuk musik digital akan menguntungkan bagi provider konten musik, user serta perusahaan internet."
( faw / faw )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Menteri Kebudayaan China mengungkapkan, peraturan ini dibuat untuk memerangi pembajakan yang kian merajalela dan melindungi hak kekayaan intelektual. Berdasarkan peraturan tersebut, semua provider musik harus mendaftarkan lagu-lagunya untuk disetujui pemerintah pada tanggal 31 Desember nanti. Namun kalangan ahli menilai bahwa hal ini akan sulit diimplementasikan.
"Jika ada ribuan situs penyedia konten, bagaimana mungkin pemerintah memeriksa semua konten hanya dalam kurun waktu beberapa bulan?" tukas Liu Ning, seorang analis, seperti dikutip detikINET dari AFP, Jumat (11/9/2009).
Namun, Menteri Kebudayaan menegaskan bahwa peraturan tersebut penting untuk mengatur transmisi informasi kebudayaan, memberikan jaminan keamanan bagi kebudayaan bangsa, serta mengatur etika masyarakat. Mengingat begitu banyak informasi yang merusak moral masyarakat dan menyebarkan pornografi serta kekerasan.
Negeri Tirai Bambu ini memang terkenal keras dalam mengatur kehidupan online masyarakatnya. Pemerintah secara rutin memblokir konten online yang dinilai tidak sehat, bukan hanya yang mengandung pornografi dan kekerasan tapi juga yang bersifat kritik terhadap pemerintah.
International Federation of Phonographic Industry menyebutkan, 99 persen download musik di China ilegal, sehingga menyebabkan perusahaan rekaman menelan kerugian miliaran dollar.
"Mungkin saja nantinya para provider konten ilegal tidak akan mengindahkan peraturan tersebut dan akan terus melanjutkan layanan ilegal mereka," tambah Liu. Menurut Liu peraturan baru ini hanya akan menambah beban pekerjaan bagi provider musik.
Namun, mesin pencari Baidu yang telah lama dikritik karena menyediakan link situs-situs musik bajakan menyambut dengan terbuka peraturan baru tersebut. "Kami percaya bahwa sistem yang lebih terstandarisasi untuk musik digital akan menguntungkan bagi provider konten musik, user serta perusahaan internet."
( faw / faw )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga
Berita Terbaru
Index »
-
Senin, 21/05/2012 18:28 WIB
Selamat Ulang Tahun YouTube!
-
Senin, 21/05/2012 15:47 WIB
5 Brand Raksasa yang Kalah Mahal dari Facebook
-
Senin, 21/05/2012 14:36 WIB
Angry Birds Gencar Menyerbu China
-
Senin, 21/05/2012 14:21 WIB
Monmouth, Si Kota Wikipedia
-
Senin, 21/05/2012 13:45 WIB
5 Brand yang Sukses 'Jualan' via Instagram
-
Senin, 21/05/2012 13:33 WIB
Semoga Facebook Tak Bernasib Seperti Friendster
-
Senin, 21/05/2012 13:18 WIB
Priscilla Chan, Dokter yang Jadi Nyonya Zuckerberg
-
Senin, 21/05/2012 12:31 WIB
Apple Patenkan Sistem Multi Fokus di Fitur Kamera
- Senin, 21/05/2012 09:47 WIB
Mengintip Pesta Pernikahan Mark Zuckerberg
- Senin, 21/05/2012 15:47 WIB
5 Brand Raksasa yang Kalah Mahal dari Facebook
- Senin, 21/05/2012 12:14 WIB
Ini Dia Pengguna Pertama Galaxy S III di Indonesia
- Senin, 21/05/2012 10:23 WIB
Fitur Andalan Galaxy S III Dipreteli
- Senin, 21/05/2012 19:22 WIB
Ini Dia Penyebab Facebook Gagal Terbang Tinggi
- Senin, 21/05/2012 13:33 WIB
Semoga Facebook Tak Bernasib Seperti Friendster
- Senin, 21/05/2012 08:37 WIB
Penjahat Seks Incar 1.000 Gadis di Facebook
- Senin, 21/05/2012 11:27 WIB
Klinik Fotografi
Tips Membuat Foto Bokeh
- Senin, 21/05/2012 11:07 WIB
Besok, Samsung Luncurkan Galaxy S III di Indonesia
-
87 Komentar
-
79 Komentar
-
78 Komentar
-
73 Komentar
-
63 Komentar
-
57 Komentar
-
48 Komentar
-
42 Komentar
-
39 Komentar
Pro Kontra
Index »
iPad Generasi Terbaru Memuaskan?
Pro
Kontra
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message





