detikinet

'Anak Terancam Predator Seks, Ortu Masa Bodoh'

Fino Yurio Kristo - detikinet
Selasa, 08/09/2009 09:12 WIB

ilustrasi (ist.)

London - Predator seks yang beraksi via internet makin menebar ancaman, terutama bagi anak-anak. Sayangnya, kalangan orang tua dinilai gagal mempelajari cara melindungi anak-anak dari ancaman tersebut.

Itulah pernyataan Jim Gamble, Chief Executive lembaga perlindungan anak, Child Exploitation and Online Protection Centre (Ceop) di Inggris. Ia mengatakan berbagai nasehat yang diberikan organisasinya nampaknya tak dipedulikan para orang tua.

"Padahal orang tua seharusnya memperhatikan aktivitas online anak mereka," tukasnya sembari menambahkan situs jejaring semacam Facebook atau MySpace rentan digunakan penjahat seks untuk menggoda para bocah.

Menurutnya,seperti dikutip detikINET dari Press Association, Selasa (8/9/2009), para predator itu awalnya coba menjalin hubungan erat via internet. Namun ujung-ujungnya akan merayu para anak tersebut agar mau bertemu di dunia nyata dan kemudian berbuat jahat pada mereka.

Jumlah kasus yang diterima Ceop pun tak bisa dipandang enteng, yakni 5500 laporan dalam 12 bulan terakhir. Namun sayangnya, para orang tua tampaknya belum begitu peduli akan hal ini.

Padahal informasi mengenai cara yang tepat dan lengkap untuk melindungi para anak sudah disediakan di internet. Gamble pun berharap para orang tua mau mengaksesnya demi keselamatan anak-anak mereka.


( fyk / wsh )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Pro Kontra Index »

    Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

    Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
    Pro
    50%
    Kontra
    50%