detikinet

BTS di Pusat Gempa Lunglai Tanpa Listrik

Achmad Rouzni Noor II - detikinet
Rabu, 02/09/2009 16:57 WIB

BTS (ist)

Jakarta - Jaringan seluler 2G maupun 3G Excelcomindo Pratama (XL) di pusat gempa Tasikmalaya, Jawa Barat, dinyatakan aman meski 312 base transceiver station (BTS) milik operator ini sempat mati karena terputusnya pasokan listrik dari PLN.

"Meski PLN mati, namun jaringan tetap jalan karena kita punya back up genset dengan kekuatan baterai empat jam," kata Manager Corporate Communication XL, Febriati Nadira, kepada detikINET, Rabu (2/9/2009).

Sementara untuk area di Jabodetabek dan Jabar lainnya, juga diklaim masih aman meski sedikit terjadi kepadatan trafik akibat penggunaan telepon secara bersamaan, khususnya sesaat setelah gempa terjadi pukul 14.55 WIB tadi.

Hal serupa juga dialami oleh Telkomsel. Sekitar 10 BTS milik Telkomsel di pusat gempa juga mengalami gangguan akibat kurangnya pasokan listrik dari PLN.

"Berdasar kabar terakhir, ada 10 titik BTS Telkomsel di Tasikmalaya yang mengalami gangguan. Namun hal ini dikarenakan kendala listrik yang mati akibat gempa," ujar GM Corporate Communications Telkomsel, Azis Fuedi.

Namun, Azis menegaskan bahwa saat ini mereka telah mengupayakan genset agar aktivitas komunikasi dapat terus berjalan.

Azis menambahkan bahwa lonjakan trafik Telkomsel di Jakarta pasca gempa adalah yang paling besar saat ini,

( rou / faw )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Berita Terbaru Index »
    Pro Kontra Index »

    Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

    Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
    Pro
    50%
    Kontra
    50%