Berita Utama
-
Jumat, 25/05/2012 17:21 WIB
Warga Twitter Puji Dedikasi 'Satpam Digital'
-
Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
-
Jumat, 25/05/2012 15:19 WIB
5 Casing iPhone yang Punya 'Gigi' Pembuka Botol
-
Jumat, 25/05/2012 11:19 WIB
I Made Wiryana, Anak Band yang Jadi 'Cyber Paspampres'
-
Jumat, 25/05/2012 12:52 WIB
Mencicipi Facebook Camera: Instagram ala Facebook
-
Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
-
Kamis, 24/05/2012 15:37 WIB
Negara Mana 'Raja' Internet ASEAN?
-
Kamis, 24/05/2012 12:12 WIB
5 'Nenek Moyang' Smartphone Android
-
Kamis, 24/05/2012 11:15 WIB
Waspadai Email Palsu dari 'Facebook'
Didesak Kanada, Facebook Makin Ketat
Jumat, 28/08/2009 17:01 WIB
150.jpg)
Facebook (Ilustrasi)
Jakarta - Dengan jumlah pengguna sebanyak 250 juta, tak heran banyak yang mengkhawatirkan situs pertemanan ngetop ini rentan menghadapi ancaman cyber criminal, termasuk penyalahgunaan data penggunanya.
Baru-baru ini misalnya, ia mendapat tudingan dari lembaga pemerintah Kanada bahwa ia telah melanggar hukum privasi. Facebook salah satunya dituduh bersalah karena mereka tetap menyimpan data pengguna yang telah mematikan akunnya.
Menghadapi tudingan ini, Facebook pun akhirnya setuju untuk berbenah diri. Merekapun lebih memperketat beberapa aturan untuk melindungi data pribadi penggunanya.
Pengetatan aturan yang akan mereka implementasikan dalam waktu satu tahun ini akan memberikan kontrol yang lebih pada penggunanya terkait data pribadi yang mereka miliki.
Pengontrolan ini terutama ditujukan untuk melindungi penyalahgunaan data oleh pihak ketiga (pengembang) lewat berbagai macam aplikasi kuis dan game yang tidak semuanya aman.
Jika sebelumnya para pengguna yang ingin memakai software pihak ketiga harus setuju untuk membagikan semua data pribadi kepada aplikasi buatan mereka, maka kini pengembang aplikasi harus mengklasifikasikan kategori mana yang mereka butuhkan, misalnya lokasi geografis atau tanggal kelahiran saja.
Facebook juga akan meng-update kebijakan privacy-nya dan memberikan keterangan yang lebih jelas kepada user tentang pengimplementasian kebijakan tersebut.
Dan bagi mereka yang ingin mematikan akunnya, pemerintah Kanada sepertinya tak perlu mempermasalahkan soal ini lagi.
Dikutip detikINET dari Times, Jumat (28/8/2009), Facebook akan memberikan pilihan bagi mereka yang ingin mengakhiri riwayat akun Facebooknya.
Apakah mereka ingin menon-aktifkannya (yang berarti data pribadi mereka akan tetap disimpan oleh pihak Facebook kalau-kalau mereka ingin menghidupkannya lagi), ataukah mereka ingin menghapus akunnya untuk selamanya (yang berarti semua data akan dihapus secepatnya).
( sha / faw )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baru-baru ini misalnya, ia mendapat tudingan dari lembaga pemerintah Kanada bahwa ia telah melanggar hukum privasi. Facebook salah satunya dituduh bersalah karena mereka tetap menyimpan data pengguna yang telah mematikan akunnya.
Menghadapi tudingan ini, Facebook pun akhirnya setuju untuk berbenah diri. Merekapun lebih memperketat beberapa aturan untuk melindungi data pribadi penggunanya.
Pengetatan aturan yang akan mereka implementasikan dalam waktu satu tahun ini akan memberikan kontrol yang lebih pada penggunanya terkait data pribadi yang mereka miliki.
Pengontrolan ini terutama ditujukan untuk melindungi penyalahgunaan data oleh pihak ketiga (pengembang) lewat berbagai macam aplikasi kuis dan game yang tidak semuanya aman.
Jika sebelumnya para pengguna yang ingin memakai software pihak ketiga harus setuju untuk membagikan semua data pribadi kepada aplikasi buatan mereka, maka kini pengembang aplikasi harus mengklasifikasikan kategori mana yang mereka butuhkan, misalnya lokasi geografis atau tanggal kelahiran saja.
Facebook juga akan meng-update kebijakan privacy-nya dan memberikan keterangan yang lebih jelas kepada user tentang pengimplementasian kebijakan tersebut.
Dan bagi mereka yang ingin mematikan akunnya, pemerintah Kanada sepertinya tak perlu mempermasalahkan soal ini lagi.
Dikutip detikINET dari Times, Jumat (28/8/2009), Facebook akan memberikan pilihan bagi mereka yang ingin mengakhiri riwayat akun Facebooknya.
Apakah mereka ingin menon-aktifkannya (yang berarti data pribadi mereka akan tetap disimpan oleh pihak Facebook kalau-kalau mereka ingin menghidupkannya lagi), ataukah mereka ingin menghapus akunnya untuk selamanya (yang berarti semua data akan dihapus secepatnya).
( sha / faw )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga
Berita Terbaru
Index »
-
Jumat, 25/05/2012 17:21 WIB
Warga Twitter Puji Dedikasi 'Satpam Digital'
-
Jumat, 25/05/2012 16:45 WIB
Tweet Satpam IPB Sebelum Ditembak: Hati-hati Curanmor di Kampus
-
Jumat, 25/05/2012 14:57 WIB
Google Didesak Tutup Keran Download Ilegal
-
Jumat, 25/05/2012 13:48 WIB
Napak Tilas Perjalanan Awal Facebook
-
Jumat, 25/05/2012 09:03 WIB
Lucu! Pencuri iPhone Kirim Foto Dirinya ke Facebook Korban
-
Jumat, 25/05/2012 08:51 WIB
BMW Punya 10 Juta Fans di Facebook
-
Jumat, 25/05/2012 08:28 WIB
Facebook Tak Berdaya Lawan Faceporn
-
Kamis, 24/05/2012 21:06 WIB
Yahoo Axis, Ketika Browser & Mesin Pencari Bergabung
- Jumat, 25/05/2012 10:51 WIB
Nasib BlackBerry Messenger Suram?
- Jumat, 25/05/2012 16:07 WIB
6 Ponsel Nokia Terpopuler
- Jumat, 25/05/2012 09:03 WIB
Lucu! Pencuri iPhone Kirim Foto Dirinya ke Facebook Korban
- Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Tips Mengubah Kontak di BlackBerry Menjadi Excel
- Jumat, 25/05/2012 13:23 WIB
Android Makin Kuasai Dunia
- Jumat, 25/05/2012 11:19 WIB
Sosok
I Made Wiryana, Anak Band yang Jadi 'Cyber Paspampres'
- Jumat, 25/05/2012 16:46 WIB
Pengakses Internet Masih Banyak dari Nokia
- Jumat, 25/05/2012 11:40 WIB
RIM Bantah Abaikan BlackBerry Messenger
- Jumat, 25/05/2012 14:57 WIB
Google Didesak Tutup Keran Download Ilegal
-
198 Komentar
-
83 Komentar
-
75 Komentar
-
65 Komentar
-
63 Komentar
-
63 Komentar
-
54 Komentar
-
53 Komentar
-
48 Komentar
Pro Kontra
Index »
Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?
Pro
Kontra
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message



.jpg)


